Film Snow White Gagal, Gal Gadot Salahkan Para Pembenci Israel sebagai Penyebabnya

Aktris asal Israel, Gal Gadot, memberikan pandangannya terkait kegagalan film live-action Snow White produksi Disney yang dirilis pada 19 Maret 2025 lalu. Film yang turut dibintangi Gadot sebagai The Evil Queen itu menerima respons yang kurang menguntungkan di box office. Gadot menilai bahwa salah satu faktor yang memengaruhi performa film tersebut adalah tekanan dan konflik politik terkait dukungan Israel yang sedang berlangsung, khususnya di lingkungan Hollywood.

Dalam wawancara dengan program televisi Israel, The A Talks, Gadot mengungkapkan bahwa para selebritas sering menghadapi tekanan untuk bersuara menentang Israel, terutama di industri hiburan Amerika Serikat. Ia mengatakan, “Ada tekanan pada selebritas untuk berbicara menentang Israel. Dan, ya, itu memang terjadi.” Menurut Gadot, ketegangan politik ini turut membebani citra dan penerimaan terhadap film Snow White. “Saya kecewa karena film ini sangat terpengaruh oleh semua itu dan tidak berhasil di box office,” tambahnya.

Meski demikian, Gal Gadot juga memberikan klarifikasi penting melalui Instagram Stories pada hari Minggu. Ia menegaskan bahwa kegagalan film tersebut tidak dapat sepenuhnya dikaitkan dengan faktor eksternal seperti tekanan politik. “Film ini tentu tidak gagal semata-mata karena tekanan eksternal. Ada banyak faktor yang menentukan apakah sebuah film berhasil atau gagal, dan kesuksesan tidak pernah bisa dijamin,” tulisnya secara terbuka.

Gadot menjelaskan bahwa komentar awalnya dipengaruhi oleh perasaan emosional akibat kritik yang diarahkan secara pribadi kepadanya, khususnya dari kelompok yang menentang Israel. Ia merasa bahwa dari sudut pandang para pengkritik, identitasnya sebagai warga Israel lebih dominan daripada perannya sebagai aktris dalam film tersebut. Pernyataan ini menunjukkan kompleksitas yang dihadapi oleh seorang figur publik yang berasal dari latar belakang politik sensitif.

Selain Gal Gadot, film Snow White juga dibintangi oleh Rachel Zegler sebagai Snow White, Andrew Burnap sebagai Jonathan yang menggantikan sosok Pangeran Tampan tradisional, Patrick Page sebagai Cermin Ajaib, serta Ansu Kabia sebagai Huntsman. Film ini mencoba menghadirkan versi baru dari cerita klasik tersebut, namun hasil di box office yang kurang optimal menjadi sorotan media.

Faktor-faktor Penentu Kesuksesan Film

  • Proses pemasaran dan promosi yang efektif
  • Kompetisi dengan film lain saat penayangan
  • Respons kritik dari kritikus film dan penonton
  • Pemilihan pemain dan chemistry antar tokoh
  • Kualitas produksi dan alur cerita
  • Pengaruh faktor eksternal seperti tekanan politik dan sosial

Keberhasilan sebuah film tentu tidak bisa dipastikan hanya dari satu aspek saja. Sejumlah faktor internal dan eksternal saling bertautan dalam menentukan penerimaan publik. Dalam kasus Snow White, tekanan politik yang dirasakan Gadot hanya menjadi salah satu variabel tambahan yang memperumit situasi.

Debat dan diskusi mengenai hubungan antara pandangan politik sang aktor dengan performa karya seni di dunia hiburan terus berjalan dan membuka ruang bagi refleksi yang lebih luas. Gal Gadot pun memperlihatkan bahwa seorang aktris bisa saja menjadi subjek kritik yang kontroversial, terlebih jika identitas pribadi dan profesinya sulit dipisahkan oleh publik.

Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan film Snow White dan tanggapan dari para pembuat film dan pemain terkait masih menjadi perhatian media internasional. Peristiwa ini juga menjadi contoh nyata bagaimana dinamika politik dunia bisa berdampak pada industri hiburan global, termasuk di Hollywood.

Berita Terkait

Back to top button