Peran orang tua dalam mendukung prestasi anak sangat krusial dan sering menjadi faktor penentu keberhasilan anak dalam berbagai bidang. Dalam dunia yang selalu berubah dan penuh persaingan, anak-anak membutuhkan dukungan yang konsisten, motivasi yang positif, serta lingkungan yang kondusif agar dapat menggali dan mengembangkan potensi terbaik mereka. Dukungan orang tua yang efektif tidak hanya berupa dorongan akademis, tetapi juga perhatian emosional dan ruang untuk pembelajaran dari kegagalan.
Kisah sukses Fadli Kurniawan, Kamila Faiza, dan Ngakan Nyoman Rama Chandra Sayang, tiga pelajar SMA Labschool Cibubur yang berhasil meraih medali emas di International Standards Olympiad 2025, menjadi contoh nyata bagaimana peran orang tua sangat menentukan di balik prestasi anak. Kompetisi internasional ini mengangkat tema “Safety Requirement for Humanoid in Manufactural Industries” dan diikuti oleh 40 tim dari 14 negara, sehingga prestasi mereka memiliki bobot sangat tinggi.
Dukungan Emosional dan Motivasi Positif
Orang tua yang mampu membangun komunikasi terbuka dengan anak memfasilitasi anak untuk secara bebas mengungkapkan aspirasi, kekhawatiran, dan usahanya. Dengan mendengarkan secara aktif, orang tua memberikan motivasi yang positif dan membuat anak merasa dihargai dan percaya diri. Hal ini sejalan dengan pengakuan Kepala SMA Labschool Cibubur yang menyatakan bahwa keberhasilan para siswa bukan hanya hasil kerja keras individu, tetapi juga dukungan yang diterima dari keluarga mereka.
Lebih jauh, ketika anak menghadapi tekanan, terutama dalam perlombaan atau ujian skala besar, orang tua yang memberikan penguatan emosional dan meyakinkan bahwa proses pembelajaran lebih bernilai daripada sekadar hasil akhir, membantu anak menjaga ketenangan dan fokus. Anak-anak yang didukung dengan cara ini cenderung lebih tahan terhadap stres dan perkembangan mental mereka lebih sehat.
Menciptakan Lingkungan Belajar yang Kondusif
Keberhasilan akademis dan kompetitif juga terkait dengan lingkungan belajar yang mendukung di rumah. Orang tua berperan dalam menyediakan ruang yang tenang untuk belajar, memastikan jadwal belajar yang teratur, dan menyediakan fasilitas yang memadai. Lingkungan seperti ini membuat anak dapat mengoptimalkan waktu dan energi untuk berlatih dan belajar dengan maksimal.
Rutinitas yang konsisten menjadi fondasi utama keberhasilan. Orang tua yang mampu mengelola waktu keluarga agar belajar anak dapat berjalan lancar, tanpa intervensi yang berlebihan, membantu anak merasa lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri.
Pentingnya Menghargai Proses, Bukan Hanya Hasil
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah berfokus hanya pada nilai, prestasi, atau medali. Padahal, hal yang lebih penting adalah bagaimana anak belajar dari proses tersebut, seperti belajar dari kegagalan, mengasah ketekunan, dan mengembangkan karakter yang tangguh. Orang tua yang mampu menghargai perjalanan anak akan membantu membangun mental yang kokoh dan semangat pantang menyerah.
Prestasi tim dari SMA Labschool Cibubur bukan semata penghargaan atas keunggulan akademis, tetapi juga bukti bahwa dukungan orang tua yang seimbang — yakni mendampingi tanpa memaksa — memegang peranan utama. Sikap ini membuat anak merasa memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi dan mengambil keputusan, sehingga membangun rasa percaya diri dan kemandirian.
Peran Orang Tua sebagai Mitra Pembelajaran
Dukungan orang tua tidak berhenti pada aspek akademik, tetapi juga mencakup pendekatan holistik seperti pengembangan kepribadian dan soft skill anak. Orang tua yang menjadi mitra sejati dalam proses pembelajaran anak, berkolaborasi dalam membuat keputusan yang tepat, dan memberikan ruang bagi anak untuk mencoba hal baru, membuka peluang bagi perkembangan anak secara menyeluruh.
Berikut beberapa langkah konkret peran orang tua dalam mendukung prestasi anak:
- Menjalin komunikasi terbuka dan aktif mendengarkan aspirasi anak.
- Memberikan motivasi yang positif dan semangat tanpa tekanan berlebihan.
- Menyediakan lingkungan belajar yang tenang dan teratur.
- Mendukung proses pembelajaran, termasuk memberi ruang pada anak untuk belajar dari kegagalan.
- Menghargai usaha dan proses, bukan hanya hasil akhir.
- Berkolaborasi dengan anak dalam pengambilan keputusan untuk membangun kemandirian.
Keberhasilan banyak pelajar Indonesia saat ini menunjukkan bahwa dukungan orang tua yang benar-benar memahami kebutuhan dan proses belajar anak akan meningkatkan potensi anak secara signifikan. Oleh karena itu, bukan penasihat akademik semata yang dibutuhkan anak, tetapi juga mitra yang perhatian dan mendampingi secara emosional sejak dini.
Dengan landasan seperti ini, diharapkan semakin banyak anak Indonesia yang mampu bersaing secara global, dengan dukungan penuh dari orang tua yang siap memberikan lingkungan terbaik untuk tumbuh kembang dan berprestasi.




