Setelah 136 tahun menjadi misteri yang belum terpecahkan, identitas Jack the Ripper, pembunuh berantai yang menggemparkan London pada 1888, mulai terungkap dengan adanya terobosan di bidang teknologi forensik modern. Penelitian terbaru yang dilakukan pada tahun 2025 mengindikasikan bahwa pelaku kejahatan mengerikan ini kemungkinan besar adalah Aaron Kosminski, seorang tukang cukur keturunan Polandia yang pernah tinggal di daerah Whitechapel, pusat aksi pembantaian tersebut.
Jack the Ripper dan Misteri yang Menyembunyikan Identitas Pelaku
Jack the Ripper dikenal sebagai salah satu pembunuh berantai paling terkenal dalam sejarah kriminal dunia. Ia menewaskan sedikitnya lima wanita di daerah kumuh Whitechapel, London, dengan cara yang sadis dan brutal. Nama “Jack the Ripper” sendiri muncul dari sebuah surat misterius yang dikirim ke media pada masa itu, yang diduga berasal dari sang pembunuh—meskipun keaslian surat tersebut dipertanyakan. Kejahatan yang menyebabkan ketakutan besar ini belum dapat dipecahkan sampai serangkaian teknologi modern muncul.
Ketidakhadiran alat-alat penyelidikan canggih pada akhir abad ke-19 seperti tes DNA dan kamera pengawas membuat proses penyelidikan menjadi sangat sulit. Wilayah Whitechapel yang padat penduduk dan penuh kemiskinan juga menyulitkan aparat kepolisian untuk melacak dan mengidentifikasi pelaku dengan pasti. Selain itu, banyaknya surat palsu yang dikirim kepada media menambah kebingungan dan membuat banyak tersangka bermunculan tanpa bukti kuat.
Terobosan Teknologi dan Penemuan Bukti Baru
Pada tahun 2025, para peneliti menggunakan analisis DNA modern terhadap benda-benda peninggalan kasus ini, salah satunya adalah syal milik salah satu korban pembunuhan. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan adanya kecocokan antara sampel DNA yang diambil dari syal dengan keturunan Aaron Kosminski. Ini menjadi bukti terkuat yang mengaitkan Kosminski dengan pembunuhan yang selama ini menjadi misteri.
Meski demikian, tidak semua ahli langsung menerima temuan ini secara penuh. Beberapa pakar masih meragukan keabsahan bukti tersebut karena keterbatasan kondisi barang bukti yang sudah berusia lebih dari satu abad dan kemungkinan kontaminasi. Dengan begitu, meskipun ada perkembangan signifikan, kasus Jack the Ripper masih menyisakan perdebatan.
Tersangka Lain yang Pernah Diinvestigasi
Sebelum Aaron Kosminski menjadi tersangka utama dari bukti DNA terbaru, beberapa orang lain juga pernah diperiksa dan dicurigai terlibat. Berikut beberapa nama yang menonjol sebagai calon pelaku pembunuhan:
- Walter Sickert, seorang seniman yang kabarnya mendapatkan inspirasi gelap dari insiden pembunuhan tersebut untuk karya-karyanya.
- John Druitt, seorang pengacara yang meninggal dunia akibat bunuh diri tidak lama setelah serangkaian pembunuhan terakhir.
- Francis Tumblety, seorang dokter Amerika yang dikenal memiliki latar belakang mencurigakan dan pernah menjadi sasaran kecurigaan polisi.
Namun, sebagaimana data terbaru menunjukkan, Aaron Kosminski tetap menjadi kandidat terkuat yang memiliki korelasi dengan bukti forensik terkini.
Ketertarikan Abadi terhadap Kasus Jack the Ripper
Kasus ini terus menarik perhatian masyarakat dan dunia hingga kini karena mengandung elemen misteri, sejarah, dan ketegangan. Pembunuhan brutal yang proses penangkapannya buntu menimbulkan rasa penasaran mendalam tentang sosok pelaku yang mampu melakukan kejahatan tanpa tersentuh hukum. Berbagai film, buku, dan program televisi tetap mengangkat kisah ini, memperlihatkan bahwa Jack the Ripper bukan hanya bagian dari sejarah kriminal, tapi juga bagian dari budaya populer yang terus hidup.
Dukungan teknologi modern menimbulkan harapan baru bahwa kasus ini suatu saat mungkin benar-benar dapat dipecahkan. Namun, setiap fakta dan petunjuk baru juga membuka kemungkinan misteri lain yang belum terungkap, menambah daya tarik sekaligus kerumitan dalam mengungkap kebenaran sejarah ini.




