Noel Gallagher Puji Liam Saat Reuni Oasis, Hubungan Kembali Akur!

Reuni Oasis menjadi momen yang sangat dinantikan para penggemar musik setelah 16 tahun berpisah. Perseteruan panjang antara dua bersaudara, Liam dan Noel Gallagher, yang sebelumnya bikin vakum kolaborasi mereka akhirnya berakhir. Tur reuni bertajuk Oasis Live ’25 menandai kembalinya band legendaris asal Inggris ini, dengan sambutan antusias di lima kota besar mereka menggelar 17 konser pembuka yang langsung terjual habis.

Noel Gallagher Puji Performa Liam dalam Tur Reuni

Noel Gallagher, gitaris sekaligus motor kreatif Oasis, mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali tampil bersama Liam dan personel lain seperti Bonehead. Dalam wawancara dengan The Guardian pada 25 Agustus 2025, Noel menyampaikan bahwa ia “senang rasanya bisa kembali bersama Bonehead dan Liam dan bisa melakukannya lagi.” Ia juga tak menyangka bahwa Liam masih memiliki sisi humor yang sama seperti dulu, menegaskan bahwa suasana kekeluargaan yang sempat renggang kini mulai menghangat kembali.

Tidak hanya menyambut reuni dengan perasaan bahagia, Noel juga memberikan pujian tulus untuk sang adik yang tetap mempertahankan kualitas vokalnya. “Liam hebat sekali, aku bangga padanya,” ujar Noel yang menyadari betapa sulitnya menjadi vokalis utama band selama bertahun-tahun. Ia menambahkan, “Aku tidak bisa tampil di stadion seperti dia, itu bukan sifatku, tapi harus kuakui, bagus untukmu, Bung. Luar biasa sekali.” Pujian ini menegaskan bahwa Liam masih mampu mengajak penonton sing along dan menghidupkan kembali hits Oasis yang legendaris.

Energi Magis dalam Konser dan Rencana Tur Selanjutnya

Noel menggambarkan atmosfer konser reuni ini sebagai sesuatu yang magis dan sulit dijelaskan dengan kata-kata. “Benar-benar menakjubkan, semua personel merasakannya. Sulit untuk mengungkapkannya dengan kata-kata,” katanya. Ia menambahkan bahwa setiap malam konser terasa seperti malam pertama bagi para penonton, sehingga setiap pertunjukan tetap menyajikan energi yang sama dan intens.

Kesuksesan tur pembuka di Inggris menjadi modal besar bagi Oasis yang berencana melanjutkan tur reuni mereka ke Amerika Utara. Berbagai kota seperti Toronto, Chicago, East Rutherford, Pasadena, dan Mexico City sudah masuk dalam jadwal hingga pertengahan September 2025. Setelah itu, Oasis akan membawa penampilan mereka ke beberapa negara di Asia termasuk Korea Selatan dan Jepang, lalu ke Australia serta Amerika Selatan dengan negara tujuan Argentina, Chili, dan Brasil pada akhir tahun ini.

Dampak Reuni bagi Lagu-lagu Legendaris Oasis

Reuni ini tidak hanya berdampak pada para personel, tapi juga memberi semangat baru bagi penggemar setia yang selama ini menunggu kehadiran Oasis. Lagu-lagu hits seperti “Wonderwall,” “Don’t Look Back in Anger,” dan “Champagne Supernova” kembali menggemuruh di stadion-stadion besar, membuktikan kekuatan musik Oasis yang tetap relevan meski sudah bertahun-tahun berlalu.

Selain nostalgia, kehadiran mereka di panggung dunia modern membawa aura yang memadukan kenangan lama dengan energi baru. Ini menjadi bukti bahwa konflik masa lalu bukanlah halangan permanen untuk berkolaborasi dan menghasilkan karya musik yang dinanti banyak orang.

Tur reuni ini juga menjadi sorotan media internasional, di mana interaksi positif antara dua bersaudara ini memberikan harapan bagi para musisi dan penggemar yang percaya bahwa rekonsiliasi dalam industri musik sangat mungkin terjadi.

Fakta Penting

  1. Oasis menggelar 17 konser pembuka di lima kota besar Inggris, semua tiket terjual habis.
  2. Noel Gallagher menyatakan kebahagiaan dan kekaguman atas kemampuan vokal Liam.
  3. Tur reuni akan berlanjut ke Amerika Utara, Asia, Australia, dan Amerika Selatan hingga akhir 2025.
  4. Energi konser digambarkan Noel sebagai pengalaman magis yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Perjalanan Oasis dalam reuni kali ini menunjukkan bahwa hubungan keluarga dan musikal dapat menemukan titik temu kembali, bahkan setelah sekian lama mengalami perpecahan. Tur Oasis Live ’25 pun menjadi momentum penting yang bukan hanya menghidupkan kembali legenda musik Britpop, tetapi juga menegaskan kekuatan rekonsiliasi dalam dunia seni.

Berita Terkait

Back to top button