Masih Pasang Foto Azizah Salsha, Pratama Arhan Diduga Belum Move On

Meski perceraian antara Pratama Arhan dan Azizah Salsha telah resmi diputuskan oleh Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang secara verstek, jejak kebersamaan keduanya masih terlihat di media sosial. Baik Arhan maupun Azizah masih mempertahankan foto-foto bersama yang diposting di akun Instagram masing-masing, menimbulkan spekulasi dari publik bahwa keduanya belum benar-benar menghapus kenangan masa lalu.

Pratama Arhan masih mempertahankan sebuah foto bersama Azizah yang diunggah pada 3 April 2025, saat keduanya merayakan momen Idulfitri. Foto tersebut kini menjadi sorotan karena dianggap sebagai tanda bahwa Arhan belum sepenuhnya move on pasca perceraian. Warganet pun ramai memberi komentar untuk Arhan agar segera menghapus foto tersebut. Akun Instagram @anggie.ulle misalnya menegur dengan singkat, “Hapus woyyy,” sementara pengguna lain, @tamarapratiwi_, menunjukkan fitur penghapusan postingan di Instagram yang bisa digunakan Arhan. Ada pula pengguna @zvout3 yang secara langsung menduga bahwa sang pesepak bola belum dapat melupakan mantan istrinya.

Tidak hanya di akun Arhan, di Instagram Azizah Salsha juga masih tersimpan foto kebersamaan mereka. Salah satu unggahan yang masih dipertahankan adalah foto saat keduanya berada di sebuah taman hiburan di luar negeri, yang diunggah pada 29 Januari 2024. Foto ini juga menuai permintaan dari warganet agar segera dihapus, mengingat situasi perceraian yang telah resmi dan langkah keduanya untuk memulai babak baru.

Perceraian keduanya bermula dari gugatan yang diajukan oleh Pratama Arhan pada 1 Agustus 2025 dan sidang perdana yang digelar pada 11 Agustus 2025 di Pengadilan Agama Tigaraksa. Keputusan verstek berarti gugatan cerai dikabulkan tanpa kehadiran tergugat, dalam hal ini Azizah Salsha, karena mungkin tidak menghadiri sidang. Kondisi ini menandai berakhirnya hubungan pernikahan mereka secara resmi di pandangan hukum.

Kebersamaan yang masih terekspos di media sosial ini menjadi fenomena yang menarik perhatian publik dan menimbulkan perdebatan tentang bagaimana figur publik seperti Arhan dan Azizah harus mengelola momen pribadi yang bersifat sensitif. Warganet yang mendukung keputusan perceraian tampak prihatin dan berupaya memberikan semangat bagi Arhan agar segera melangkah maju.

Fenomena mempertahankan foto lama di akun media sosial pasca perceraian bukan hal baru, tapi sering kali menjadi salah satu tanda bahwa seseorang masih memerlukan waktu untuk menerima perubahan dan melepaskan masa lalu. Dalam konteks ini, kelakuan Arhan disebut-sebut oleh beberapa netizen sebagai indikasi bahwa ia belum sepenuhnya move on. Namun, di sisi lain, masih adanya foto-foto tersebut juga bisa menunjukkan sisi humanis dan kenangan yang pernah berarti dalam hidup mereka berdua.

Terlepas dari komentar dan spekulasi publik, yang pasti adalah bahwa proses perceraian telah berjalan sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku. Hal ini menjadi pengingat bahwa di balik sorotan dan popularitas, selebriti Indonesia pun menghadapi problematika rumah tangga yang kompleks dan butuh waktu untuk menyembuhkan luka emosional.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari Pratama Arhan maupun Azizah Salsha mengenai langkah mereka terkait pengelolaan konten media sosial pasca perceraian. Publik tentu menanti bagaimana keduanya akan menatap masa depan, baik secara pribadi maupun profesional, setelah hubungan rumah tangga mereka berakhir.

Kejadian ini juga membuka diskusi lebih luas tentang pentingnya privasi dan etika dalam penggunaan media sosial, terutama oleh figur publik. Mempertimbangkan perasaan dan dampak psikologis dari berbagai pihak yang terlibat menjadi hal yang relevan ketika mengelola kenangan digital yang menyimpan berbagai momen penting dalam kehidupan seseorang.

Bagi penggemar dan masyarakat umum, kisah perceraian ini menjadi pengingat bahwa di balik kesuksesan dan ketenaran, terdapat dinamika kehidupan yang kadang tidak mudah dan penuh warna. Media sosial yang menjadi jendela dunia tetap harus digunakan secara bijak untuk menghormati norma sosial dan perasaan sesama.

Berita Terkait

Back to top button