Anggota DPR RI sekaligus musisi, Pasha Ungu, angkat suara menanggapi berbagai tudingan negatif dan seruan untuk membubarkan DPR yang akhir-akhir ini santer terdengar di masyarakat. Ia menegaskan bahwa anggapan bahwa seluruh anggota dewan tidak bekerja adalah tidak adil dan tidak benar.
Dalam sebuah wawancara di podcast Curhat Bang Denny Sumargo yang tayang pada Rabu, 27 Agustus 2025, Pasha menjelaskan bahwa anggota DPR melakukan tugasnya dengan penuh dedikasi, bahkan seringkali harus bekerja hingga larut malam. "Jadi kalau dikatakan anggota DPR itu tidak bekerja, apalagi dibubarkan, jangan lah," tegasnya tegas.
Dinamika Jam Kerja Anggota DPR
Pasha menguraikan bahwa pola kerja anggota legislatif berbeda dengan lembaga eksekutif yang memiliki jam kerja yang standar. Banyak pekerjaan penting yang mesti dilakukan di luar jam kantor, seperti pembahasan rancangan undang-undang yang sangat krusial bagi negara. Ia memberi contoh rapat pembahasan RUU Haji yang baru saja mereka selesaikan hingga pukul 12 malam.
"Rapat itu sangat penting dan memang menuntut konsentrasi serta waktu yang panjang karena melibatkan berbagai aspek substansial," ujar Pasha. Ia menambahkan bahwa pekerjaan di luar jam reguler ini justru menggambarkan kesungguhan DPR dalam menjalankan fungsinya.
Pengawasan, Legislasi, dan Anggaran Tetap Berjalan
Selain kegiatan legislasi, Pasha juga menegaskan bahwa fungsi pengawasan dan anggaran tetap berlangsung sesuai dengan peran dan tanggung jawab anggota DPR. Ia menyadari bahwa tidak semua aktivitas tersebut terekspos oleh media, sehingga kinerja anggota dewan kerap disalahpahami oleh publik.
Pasha berharap agar masyarakat dapat menilai kinerja DPR secara lebih menyeluruh dan tidak langsung terpengaruh oleh berita atau opini negatif yang muncul akibat perilaku segelintir oknum. "Harus dilihat secara utuh, bukan hanya berdasarkan satu dua kasus atau persepsi yang belum tentu benar," ujarnya.
Respons terhadap Seruan Pembubaran DPR
Seruan pembubaran DPR beberapa waktu terakhir muncul di tengah ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja parlemen. Namun, Pasha menyayangkan munculnya gerakan seperti itu karena dianggap tidak menghargai proses demokrasi dan kerja keras para anggota dewan yang menjalankan amanat rakyat.
Menurutnya, pembubaran DPR bukanlah solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan kelembagaan. Sebaliknya, dibutuhkan dukungan dan pengawasan dari masyarakat agar DPR dapat berfungsi dengan optimal dan bersih dari praktik-praktik yang merugikan.
Harapan Pasha bagi Citra DPR ke Depan
Sebagai figur publik yang aktif di Komisi VIII DPR, Pasha berkomitmen untuk terus menunjukkan kinerja terbaik dan membuka komunikasi dengan masyarakat agar transparansi lembaga legislatif lebih meningkat. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama memberikan nilai positif dan konstruktif terhadap DPR.
"Bekerja di parlemen itu penuh tantangan, tapi kami berusaha memberikan yang terbaik," kata Pasha. Ia optimis apabila masyarakat dapat melihat proses dan hasil kerja secara objektif, maka persepsi negatif yang selama ini menempel pada DPR akan berkurang.
Pasha Ungu menjadi salah satu contoh anggota DPR yang menggabungkan peran sebagai politisi dan seniman, dengan harapan dapat membawa energi positif dan inspirasi dalam menjalankan tugas negara. Meski sering mendapatkan kritik, ia tetap teguh menegakkan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.
Dengan adanya penjelasan dari Pasha, masyarakat diajak untuk lebih bijak menilai kinerja DPR dan memahami bahwa pekerjaan legislatif bukan hanya soal jam kerja di kantor, melainkan melibatkan proses yang kompleks dan waktu yang fleksibel demi kepentingan bangsa dan negara.
