Gofar Hilman Bahas Spek Mobil Rantis Tabrak Driver Ojol: Kenapa Harus Ngebut?

Podcaster dan mantan penyiar radio, Gofar Hilman, mengomentari insiden tragis yang menimpa Affan Kurniawan, seorang driver ojek online berusia 21 tahun, yang meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Barracuda milik Brimob. Kejadian tersebut terjadi saat aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis malam, 28 Agustus 2025.

Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada hari yang sama, Gofar Hilman menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mendiang Affan. "Mobil Brimob nabrak ojol, innalillahi wa inna ilaihi rajiun," ucap Gofar membuka pernyataannya. Namun, komentarnya tidak berhenti sampai di situ.

Pembahasan Spesifikasi Rantis Barracuda

Gofar yang kini dikenal juga sebagai konten kreator otomotif, menyoroti spesifikasi teknis kendaraan Barracuda yang terlibat kecelakaan tersebut. Menurut penjelasannya, Barracuda adalah kendaraan lapis baja yang bukan termasuk kendaraan biasa. Mobil ini berbasis Mercedes-Benz Unimog dengan bodi pelat baja setebal 8 milimeter dan kaca berlapis 4 milimeter. Kendaraan ini memiliki kemampuan untuk menahan granat dan peluru.

“Punya kemampuan nahan granat dan peluru. Garis bawah, ‘Menahan Granat dan Peluru’,” tegas Gofar untuk menegaskan bahwa kendaraan tersebut memang dirancang untuk menghadapi serangan berat, bukan sekadar kerumunan massa.

Ironi Penggunaan Rantis di Aksi Demonstrasi

Gofar kemudian menyoroti ironi yang ada, mengingat aksi demonstrasi pada umumnya tidak melibatkan senjata api berpeluru maupun granat. Ia yakin bahwa massa aksi tidak membawa senjata berat selama unjuk rasa berlangsung.

“Ketika menghalau massa, gue yakin mereka (massa) tidak akan membawa granat dan peluru,” ujar Gofar, mengindikasikan bahwa penggunaan kendaraan sebesar dan sekuat Barracuda dalam konteks tersebut patut untuk dipertanyakan.

Pertanyaan Penting: Kenapa Harus Ngebut?

Fokus utama dari pernyataan Gofar adalah pertanyaan yang menggelitik, yaitu mengapa kendaraan rantis Barracuda harus melaju dengan kecepatan tinggi di tengah kerumunan demonstran. Hal ini menjadi sangat krusial mengingat kecelakaan tersebut mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang yang tidak bersalah.

"Pertanyaan gue, kenapa harus ngebut?" tegas Gofar, menyoroti kecepatan tinggi rantis tersebut yang menjadi faktor utama dalam terjadinya insiden nahas.

Harapan Kedamaian dan Situasi yang Lebih Baik untuk Indonesia

Sebagai penutup, Gofar menyampaikan harapan agar situasi yang memanas di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir bisa segera membaik. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban tanpa harus mengorbankan keselamatan warga sipil.

“Semoga Indonesia kita baik-baik aja, amin,” ucap Gofar Hilman sebagai bentuk doa agar kedamaian dan ketentraman negara tetap terjaga.

Insiden yang menewaskan Affan Kurniawan menjadi sorotan publik dan menimbulkan berbagai pertanyaan terkait penggunaan alat pengamanan masa di Indonesia, terutama dalam hal bagaimana kendaraan-kendaraan berat seperti Barracuda dioperasikan saat situasi demonstrasi berlangsung. Pembahasan Gofar Hilman menarik perhatian sekaligus menantang pemerintah dan aparat keamanan untuk mengevaluasi prosedur pengamanan dan keselamatan selama aksi massa.

Exit mobile version