Penyanyi Tiara Andini berbagi pengalaman mengejutkan saat penerbangan dengan Garuda Indonesia. Ia menceritakan bahwa kursi pesawat yang telah dipesannya di nomor 8K, di dekat jendela pojok kanan belakang, tanpa sepengetahuannya ditukar oleh seorang pejabat. Kejadian ini bermula sejak proses check-in, ketika seorang pegawai maskapai menawarkan untuk menukar kursi karena akan ada seorang menteri yang akan menempati bangku tersebut.
Tiara mengungkapkan bahwa saat tawaran tukar kursi itu diajukan, ia memberikan penolakan dengan tegas. Pegawai yang menawarkan pun menerima penolakan tersebut dengan sikap yang baik dan tersenyum. Namun, yang terjadi selanjutnya membuat Tiara cukup kesal dan terkejut. Saat hendak boarding, ia mendapati kursinya sudah berubah tanpa pemberitahuan, sementara penerbangan mengalami penundaan tanpa alasan yang jelas.
“Saya kembali memeriksa boarding pass dan kartu identitas. Pegawai tersebut terlihat kebingungan saat melihat monitor karena kursiku sudah ditukar,” ujar Tiara Andini dalam unggahan Instagram-nya pada Sabtu (30/8/2025). Dia kemudian menegaskan bahwa sejak awal sudah menolak permintaan tukar kursi tersebut dan ingin duduk di tempat yang sudah dipilihnya.
Setelah melakukan klarifikasi dengan pegawai maskapai, Tiara akhirnya mendapat izin untuk kembali menempati kursi aslinya. Beberapa detik setelah dia duduk, sang menteri datang dan tampak melihat sekeliling pesawat hingga matanya tertuju ke arah Tiara. Menteri tersebut kemudian meminta orang lain untuk bertukar kursi agar dirinya bisa duduk bersama istrinya. Orang yang diminta menukar kursi itu bukanlah Tiara, melainkan penumpang lain yang tidak dikenal oleh Tiara.
Selain itu, Tiara juga mengamati tingkah laku beberapa orang yang berinteraksi dengan menteri tersebut. Mereka tampak bersikap sangat sopan dan bahkan menunduk saat berpamitan untuk duduk terpisah.
Pengalaman ini membuat Tiara Andini menyampaikan kritik terhadap sikap pejabat yang memanfaatkan kewenangannya untuk memaksa penumpang lain menukar kursi tanpa persetujuan. Dia menilai tindakan tersebut mencerminkan perilaku kurang menghargai hak orang lain meskipun hanya terkait masalah sepele seperti kursi pesawat.
“Ini hanya masalah kursi, sangat tidak sebanding dengan masalah-masalah lain. Sesederhana ini saja sudah merasa berkuasa,” ungkap Tiara.
Cerita Tiara ini mendapat perhatian publik karena menyentil isu kesetaraan dan etika dalam pelayanan penumpang pesawat. Situasi serupa sebenarnya dapat mengganggu kenyamanan dan hak penumpang lain yang sudah mengatur perjalanan dengan rapi dan memilih tempat duduk sesuai kebutuhan.
Kasus ini juga mengingatkan pentingnya transparansi dan perlakuan adil dari maskapai penerbangan terhadap seluruh pelanggan, tak terkecuali terhadap tokoh publik maupun pejabat negara. Sebagai airline nasional, Garuda Indonesia diharapkan mampu menjaga standar layanan yang profesional dan menghormati hak setiap penumpang.
Pengalaman yang dibagikan Tiara Andini di media sosial memperlihatkan bagaimana aspek kecil dalam pelayanan transportasi udara dapat memengaruhi persepsi pelanggan terhadap maskapai. Hal ini memberikan pelajaran bagi semua pihak untuk lebih menghargai aturan dan etika dalam interaksi sehari-hari, tanpa mengedepankan kedudukan atau jabatan sebagai alasan untuk mengubah kesepakatan yang telah dilakukan.
Kejadian ini sekaligus membuka ruang diskusi tentang bagaimana pejabat negara atau figur publik hendaknya menunjukkan sikap teladan dalam situasi publik agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat luas. Meski masalahnya terkait kursi pesawat yang tampak sederhana, sikap menghormati hak dan pilihan orang lain merupakan nilai fundamental dalam kehidupan bersama yang saling menghargai.
Dengan pengalaman yang dialaminya, Tiara Andini telah menyuarakan sikap tegas yang turut membawa pesan penting bagi publik dan penyelenggara jasa transportasi udara. Nantinya, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir agar penumpang mendapatkan pengalaman penerbangan yang adil, nyaman, dan bebas dari perlakuan tidak semestinya.
