Berduka atas meninggalnya driver ojek online Affan Kurniawan yang wafat dalam insiden tragis di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, sejumlah pihak memberikan penghormatan mengenang dan mendoakan almarhum melalui ibadah Salat Gaib. Salah satu yang menyerukan empati dan dukungan adalah presenter sekaligus figur publik Ananda Omesh yang mengikuti Salat Gaib bersama jamaah di masjid setempat.
Ananda Omesh Ikut Salat Gaib Untuk Affan Kurniawan
Pada Jumat, 30 Agustus 2025, setelah menunaikan salat Jumat, Ananda Omesh bergabung dalam pelaksanaan Salat Gaib untuk mendiang Affan Kurniawan. Kesempatan tersebut dibagikan Omesh melalui media sosial Instagram pribadinya dengan unggahan foto hitam putih yang memperlihatkan suasana khusyuk jamaah masjid yang bersiap menjalankan ibadah tersebut. Dalam keterangannya, Omesh menulis penuh haru bahwa Salat Gaib merupakan bentuk doa kolektif untuk Affan.
Ananda Omesh menegaskan betapa proses doa ini tidak hanya dilakukan di satu tempat, melainkan secara simultan diselenggarakan di berbagai masjid di seluruh Indonesia. Ia memperkirakan, kemungkinan ratusan bahkan ribuan masjid ikut mengadakan Salat Gaib sebagai ungkapan belasungkawa dan dukungan masyarakat yang luas.
Gelombang Belasungkawa Meluas di Masjid-Masjid
Insiden memilukan yang menimpa Affan Kurniawan, seorang driver ojek online berusia 21 tahun, menimbulkan duka mendalam bagi publik dan komunitas ojol. Banyak pihak menyatakan simpati dan menggelar doa bersama, terutama melalui salat ghaib yang dianggap sebagai salah satu cara utama umat Muslim untuk mendoakan orang meninggal dari jarak jauh.
Salat Gaib sendiri adalah salat sunnah khusus yang dipanjatkan untuk mendoakan seseorang yang telah meninggal dan biasanya dilakukan berjamaah. Pada kasus Affan, aktivitas ibadah ini menjadi momentum kebersamaan dan empati kolektif warga dalam menghadapi tragedi yang menimpa tenaga kerja informal tersebut.
Pernyataan Omesh dan Harapan untuk Almarhum
Dalam unggahannya, Ananda Omesh mengungkapkan harapan agar almarhum Affan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Ia berdoa agar Allah memberikan kelapangan kubur dan surga yang paling indah bagi Affan.
"Mas Affan, selesai Jumatan tadi di masjid ini melaksanakan sholat ghaib dan mendoakanmu," ungkap Omesh. Ia menambahkan, "Istirahatlah dengan tenang, semoga Allah melapangkan kubur Mas Affan dan memberikan surga terbaik-Nya."
Ucapan belasungkawa yang juga disertai ajakan berdoa itu memberikan gambaran kekuatan solidaritas yang melampaui batas sosial dan profesi, melekat pada rasa kemanusiaan dan keimanan yang mempersatukan masyarakat Indonesia.
Dukungan Publik dan Peran Sosial Media
Respons luas masyarakat, terutama yang didorong oleh figur publik seperti Omesh, menunjukkan bagaimana peristiwa duka bisa menjadi momen penguatan sosial. Lewat platform media sosial, informasi mengenai pelaksanaan Salat Gaib tersebar dan menggerakkan banyak komunitas masjid untuk mengambil bagian.
Hal ini sekaligus memperlihatkan peran penting media sosial dalam memfasilitasi ekspresi empati dan solidaritas massal, terutama dalam merespon situasi yang penuh duka di tengah kehidupan perkotaan.
Solidaritas untuk Para Pekerja Informal
Kematian Affan menjadi pengingat akan risiko yang dialami pekerja informal seperti driver ojek online. Dukungan dan doa yang mengalir dari berbagai kalangan menjadi bentuk pengakuan atas perjuangan dan pengorbanan mereka sehari-hari.
Melalui ibadah Salat Gaib, masyarakat tidak hanya sekadar mengungkapkan kesedihan, namun juga menegaskan nilai kemanusiaan dan rasa hormat kepada para pengabdi yang sering luput dari perhatian. Semoga kepedulian ini tidak lekang dan mampu mendorong langkah-langkah perlindungan lebih baik bagi pekerja di sektor informal ke depan.
Dengan berbagai upaya doa dan solidaritas, nama Affan Kurniawan kini menjadi simbol perjuangan dan kehangatan kemanusiaan yang menguat di tengah masyarakat Indonesia. Semangat tersebut dapat terus menginspirasi langkah positif untuk saling menguatkan dalam berbagai situasi.
