YK Rebelfest 2025 Guncang Jogja: Pesta Punk dan Seruan Keadilan untuk Affan Kurniawan

YK Rebelfest 2025 mengguncang Jogja dengan energi penuh semangat punk rock dan seruan keadilan yang menggetarkan hati ribuan penonton di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Festival musik yang digagas oleh band legendaris Rebellion Rose ini sukses mempertemukan berbagai komunitas punk dan skena musik alternatif dari berbagai daerah dalam sebuah pesta budaya yang sarat makna.

Festival dimulai sejak pukul 11.00 WIB pada Minggu, 31 Agustus 2025, dan langsung diserbu oleh ribuan penggemar punk yang datang dari berbagai latar belakang. Tidak hanya anak-anak punk jalanan dan komunitas setempat, tetapi juga basis massa dari beragam band punk turut memeriahkan acara ini. Dua panggung besar di venue timur stadion menjadi pusat perlawanan sekaligus solidaritas bagi para peserta.

Sebanyak 17 band punk tampil secara bergantian, mempersembahkan lagu dengan energi tinggi sekaligus menyuarakan kritik sosial dan kegelisahan terhadap kondisi bangsa. Festival dibuka oleh MCPR yang membakar semangat sejak siang hari, diikuti oleh Lukanegara dan The Melting Minds yang menghadirkan gaya punk dengan sentuhan eksperimental.

Seiring berjalannya acara, suasana semakin menggila ketika Sukatani dan The Jeblogs naik ke panggung, membawa nuansa punk jalanan yang sangat akrab bagi massa. Penonton pun semakin bergairah saat band hardcore legendaris, Straight Answer, mengajak semua orang berpogo bersama, menambah semarak festival dengan energi penuh.

Band-band asal Jawa Barat seperti Dongker dan Superiots berhasil memperkuat identitas skena punk regional dengan gaya musik yang khas. Sementara itu, Threesixty dan Over Distortion menggetarkan area festival menjelang sore, disusul oleh penampilan FSTVLST yang menampilkan musikalitas teatrikal namun tetap mengusung kritik sosial yang tajam.

Penampilan penuh adrenalin juga ditunjukkan oleh DPMBXSM dan Havinhell yang membakar semangat penonton dengan musik cadas. Puncak emosional datang saat band penggagas festival, Rebellion Rose, tampil memeriahkan ulang tahun mereka yang ke-17. Dalam penampilannya, mereka membawakan lagu-lagu lawas dan karya terbaru serta mengajak penonton bernyanyi bersama, mempererat ikatan emosional antara band dan massa.

Setelahnya, Romi & The Jahats membawa nuansa nakal yang menjadi ciri khas mereka, dilanjutkan oleh band legendaris Superman Is Dead (SID) yang menggetarkan stadion dengan orasi kebebasan sipilnya. Festival berakhir dengan penampilan dari The Cloves & The Tobacco (510), yang membawakan irama folk dan modern punk sebagai penutup yang menghangatkan suasana.

Tidak hanya soal musik, YK Rebelfest 2025 menjadi ruang solidaritas dan protes terhadap ketidakadilan. Hampir seluruh band menyerukan dukungan untuk Affan Kurniawan, driver ojek online yang meninggal dunia setelah dilindas mobil Brimob saat demo DPR. Sorakan nama Affan dan simbol One Piece menggema dari atas panggung dan direspon hangat oleh ribuan penonton yang mengangkat tangan dalam unjuk rasa emosional.

Festival ini menegaskan bahwa punk rock masih menjadi medium penting bagi generasi muda Indonesia untuk berekspresi dan mengkritik realitas sosial-politik. Dari moshing, pogo, hingga orasi kritis, suasana festival dipenuhi semangat perlawanan dan kebebasan berekspresi yang kental.

YK Rebelfest 2025 bukan sekadar sebuah festival musik, melainkan momen berharga untuk merayakan 17 tahun perjalanan Rebellion Rose sekaligus panggung perjuangan bagi komunitas punk dan masyarakat yang menuntut keadilan. Dengan kehadiran ribuan penonton dan puluhan band, acara ini menjadi catatan sejarah penting dalam perkembangan skena punk Indonesia dan ruang solidaritas bagi berbagai kelas masyarakat yang memiliki suara dan harapan bersama.

Berita Terkait

Back to top button