12 Band Mundur dari Pestapora, Terkait Freeport Jadi Sponsor Utama

Sejumlah band dan musisi memutuskan untuk mundur dari partisipasi mereka dalam festival Pestapora setelah terungkap bahwa Freeport menjadi salah satu sponsor acara tersebut. Meskipun penyelenggara festival telah mengambil langkah dengan membatalkan kerja sama sponsorship Freeport pada hari kedua dan ketiga, penarikan diri para penampil tetap terjadi secara masif.

Awalnya, kehadiran Freeport dalam daftar sponsor Pestapora menuai sorotan hingga menimbulkan kekecewaan di kalangan warganet, penonton, dan tentunya para musisi yang dijadwalkan tampil. Isu tersebut menjadi viral di media sosial dan mendorong beberapa band memutuskan untuk tidak melanjutkan penampilan mereka di festival yang berlangsung di Yogyakarta ini.

Band dan Musisi yang Mundur

Sebanyak 12 band dan solois secara resmi mengumumkan pembatalan penampilan mereka. Para artis yang memilih mundur antara lain Leipzig, Negatifa, Sukatani, Rekah, The Jeblogs, Swellow, Rebellion Rose, Kelelawar Malam, Durga, Ornament, Xin Lie (Dian Nov), dan Centra. Langkah ini dianggap sebagai bentuk sikap tegas mereka terhadap sponsor yang dianggap kontroversial tersebut.

Respons Penyelenggara Pestapora

Pestapora dengan cepat merespons kritik dengan mengumumkan bahwa mereka membatalkan kerja sama dengan Freeport untuk hari kedua dan ketiga pelaksanaan festival. Namun, pembatalan sponsor tersebut tidak cukup untuk meyakinkan beberapa musisi agar tetap melanjutkan penampilan mereka melalui sisa jadwal festival.

Pernyataan resmi penerapan pembatalan sponsorship menegaskan komitmen penyelenggara untuk merespons aspirasi dari berbagai pihak yang mempertanyakan keberadaan sponsor yang dipandang kontroversial.

Dampak Sosial dan Industri Musik

Kasus ini menyoroti betapa sensitifnya keterlibatan sebuah perusahaan dalam dunia seni dan hiburan, terutama yang terkait langsung dengan isu sosial dan lingkungan. Freeport, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, sering kali menjadi titik perdebatan terkait dampak lingkungan dan sosial di Indonesia.

Penarikan diri para musisi menunjukkan adanya kesadaran dan sikap politik dalam ranah seni yang tidak bisa diabaikan oleh pihak penyelenggara. Situasi ini juga membuka diskusi lebih luas mengenai transparansi sponsor dalam industri musik dan bagaimana nilai-nilai etika memengaruhi keputusan para pelaku seni.

Reaksi Publik

Dukungan melalui media sosial pun mengalir deras mendukung keputusan para band dan musisi tersebut. Para penonton dan warga berharap agar festival seperti Pestapora dapat menjadi ruang ekspresi budaya yang bersih dari kontroversi sponsor yang dapat mengganggu nilai-nilai moral dan sosial yang dianut komunitas.

Kondisi ini menjadi pelajaran penting bagi pihak penyelenggara untuk lebih cermat dalam memilih sponsor agar tidak menimbulkan masalah dan menjaga integritas acara serta kepercayaan publik.

Pestapora sendiri merupakan festival musik dan budaya yang kerap menghadirkan berbagai genre musik dari musisi lokal hingga nasional. Kontroversi yang terjadi kali ini menjadi catatan khusus mengenai dinamika hubungan antara seni, industri, dan etika sosial dalam penyelenggaraan event besar di Indonesia.

Exit mobile version