Film Pangku menandai debut Reza Rahadian sebagai sutradara film panjang yang langsung meraih perhatian global. Setelah membintangi lebih dari 70 judul film, Reza memilih untuk berperan di balik layar dengan menggarap proyek yang mengangkat fenomena sosial unik, yaitu kopi pangku di Pantai Utara Jawa (Pantura). Film ini tidak hanya mendapat antisipasi tinggi sebelum tayang, tetapi juga telah berhasil menembus berbagai festival film internasional bergengsi.
Debut Reza Rahadian sebagai Sutradara
Reza Rahadian, aktor papan atas Indonesia, mencetak tonggak baru dalam kariernya dengan menyutradarai film Pangku. Film ini diproduksi oleh Gambar Gerak, rumah produksi yang sudah didirikannya bersama manajernya, Arya Ibrahim, sejak tahun 2011. Tidak hanya bertindak sebagai sutradara, Reza juga turut menulis skenario bersama Felix K. Nesi, menambah kedalaman personal dalam proses kreatif film ini.
Sebelumnya, Reza sudah pernah menyutradarai beberapa karya seperti film pendek Sebelah dan sebagian segmen dari film antologi Wanita Tetap Wanita serta Isyarat, termasuk series berjudul Sementara, Selamanya. Namun, Pangku menjadi debutnya dalam menyutradarai film panjang penuh dengan skala dan sumber daya yang lebih besar.
Penghargaan dan Apresiasi di Festival Internasional
Sebelum dirilis di bioskop-bioskop Indonesia, Pangku telah meraih kesempatan langka dengan mengikuti festival film internasional seperti Busan International Film Festival (BIFF) dan Hong Kong Asia Film Financing Forum (HAF). Bahkan film ini berpartisipasi dalam pasar film Cannes, membuka peluang promosi dan distribusi yang luas.
Dalam festival BIFF yang digelar pada 17-26 September 2025, Pangku bersaing untuk kategori First or Second Time Director Awards. Film ini juga telah mendapatkan penghargaan White Light Post-Production Award di JAFF Future Project 2024. Prestasi ini menunjukkan bahwa karya sutradara debutan ini mendapat pengakuan dari komunitas film dunia.
Cerita dan Pemain Utama
Pangku mengangkat kisah perjuangan Sartika, seorang perempuan hamil yang merantau dari kampung halamannya demi masa depan lebih baik bagi anak yang dikandungnya. Karakter Sartika diperankan oleh Claresta Taufan yang masih terbilang pendatang baru dengan enam judul film layar lebar dalam portofolionya.
Selain Claresta, film ini juga menghadirkan nama besar seperti Christine Hakim, Fedi Nuril, Devano Danendra, dan Lukman Sardi yang menambah kualitas akting dan daya tarik film Pangku. Fokus cerita pada perempuan dan kehidupan sosial di Pantura memberi warna tersendiri bagi perfilman Indonesia.
Riset Langsung di Pantura
Film ini lahir dari riset mendalam yang dilakukan Reza Rahadian langsung di jalur Pantura selama empat bulan, dari Februari hingga Juni 2024. Fenomena kopi pangku yang menjadi latar utama film, mengacu pada praktik di mana perempuan di warung kopi menemani pembeli dengan duduk di pangkuannya sembari mengobrol.
Reza mengaku terkesan meski mengetahui beratnya kehidupan para wanita ini, mereka menolak dikasihani dan menunjukkan sikap kuat. Riset ini bukan hanya memenuhi aspek otentisitas cerita, tetapi juga memberikan penggambaran hidup sosial yang jujur dan reflektif.
Jadwal Tayang dan Harapan Penonton
Setelah debutnya di dunia internasional, Pangku akan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 6 November 2025. Penonton akan disajikan kisah penuh emosi dan sosial yang jarang disentuh dengan pendekatan sutradara yang matang.
Sartika akan diperlihatkan bertemu Maya, pemilik warung pangku yang merawat dan membantu proses persalinannya. Setelah melahirkan, Sartika bekerja di warung tersebut, hingga akhirnya menemukan cinta dengan Hadi, seorang sopir truk distributor ikan.
Film Pangku tak hanya menyoroti kisah personal dan sosial, tetapi juga menandai perjalanan baru dan optimisme Reza Rahadian sebagai sutradara film panjang Indonesia yang bisa merambah kancah dunia. Kehadiran film ini memberikan warna berbeda sekaligus menarik berbagai perhatian, baik dari sisi cerita maupun kualitas produksi.





