Netflix akan segera menayangkan film orisinal Indonesia berjudul Abadi Nan Jaya mulai 23 Oktober mendatang. Film ini menjadi salah satu produksi yang cukup unik karena menggabungkan unsur budaya lokal dengan tema horor zombie, yang merupakan genre baru untuk perfilman Indonesia di platform streaming tersebut.
Sinopsis dan Konsep Film
Abadi Nan Jaya menceritakan kisah sebuah keluarga yang mengelola usaha minuman tradisional jamu di Yogyakarta. Konflik utama muncul dari ambisi kepala keluarga yang berusaha mempertahankan kekuasaannya atas usaha tersebut. Ambisi ini tidak hanya menyebabkan ketegangan dan perselisihan dalam keluarga, tapi juga membawa malapetaka yang meluas hingga menyerang seluruh desa.
Inovasi yang dilakukan untuk menciptakan minuman awet muda ternyata menimbulkan efek samping yang mengerikan: wabah zombie. Dalam cuplikan perdana yang dirilis Netflix, terlihat bagaimana sang ayah berubah dari sosok biasa menjadi agresif dan menyerang sekelilingnya setelah mengalami perubahan fisik yang menyeramkan. Perubahan ini menjadi sumber ketegangan dan horor yang mendalam dalam cerita.
Unsur Budaya Lokal dan Sentuhan Horor Modern
Film ini disutradarai oleh Kimo Stamboel, salah satu nama ternama dalam industri film Indonesia yang dikenal dengan karya-karya horornya. Naskah Abadi Nan Jaya ditulis oleh Kimo bersama Agasyah Karim dan Khalid Kashogi, sementara produksi digawangi oleh Edwin Nazir.
Selain unsur horor zombie, film ini juga menonjolkan budaya lokal yang kental melalui elemen jamu tradisional. Perpaduan ini memberikan nuansa baru serta membedakan Abadi Nan Jaya dengan film-film horor lainnya yang banyak mengadaptasi tema serupa dari luar negeri. Cerita menonjolkan dinamika keluarga yang sering dijumpai di masyarakat, membuat film ini juga punya dimensi drama yang lebih kaya.
Pemain dan Kualitas Produksi
Film ini didukung oleh deretan aktor dan aktris papan atas, seperti Donny Damara, Dimas Anggara, Marthino Lio, Kiki Narendra, Eva Celia, Mikha Tambayong, dan Varen Arianda Calief. Penampilan para pemain ini diyakini akan menambah kekuatan cerita dan membuat karakter di layar menjadi lebih hidup serta mengena di hati penonton.
Netflix sebagai platform global menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan film lokal berkualitas yang dapat dinikmati tidak hanya oleh penonton di Indonesia, tetapi juga pasar internasional. Dengan keunikan tema dan keaslian budaya yang dihadirkan, Abadi Nan Jaya diharapkan mampu menarik perhatian pecinta film horor dan genre zombie dari berbagai kalangan.
Film Zombie Pertama Indonesia di Netflix
Abadi Nan Jaya menjadi catatan penting karena merupakan film zombie pertama kali dari Indonesia yang akan tayang di Netflix. Konsep zombie dalam film ini juga tidak hanya menampilkan sosok menyeramkan, tapi dikemas dengan konteks sosial dan budaya yang menawarkan refleksi tentang ambisi, kekuasaan, dan tradisi.
Film ini menghadirkan tontonan horor yang bukan sekadar menakut-nakuti, melainkan juga mengajak penonton untuk memahami dampak dari inovasi yang salah dan bagaimana konflik internal dalam keluarga dapat berujung pada kehancuran. Pendekatan ini memberikan dimensi berbeda dibandingkan film zombie pada umumnya.
Jadwal Tayang dan Antisipasi Penonton
Jadwal rilis film ini pada 23 Oktober dipandang tepat karena bertepatan dengan musim Halloween dan meningkatnya tren tontonan horor di platform streaming. Selain menawarkan ketegangan yang mendebarkan, Abadi Nan Jaya juga memberikan pengalaman menonton yang penuh warna dengan sentuhan budaya Indonesia yang kuat.
Bagi generasi muda dan pecinta genre horor dan zombie, Abadi Nan Jaya menjadi salah satu judul paling dinanti pada bulan Oktober. Terlebih, kehadiran film ini di Netflix membuka ruang untuk semakin banyak produksi lokal berkembang dan dikenal dunia.
Melalui Abadi Nan Jaya, penonton bisa menyaksikan bagaimana industri film Indonesia mampu berinovasi dan beradaptasi dengan tren global tanpa meninggalkan identitas budaya yang khas. Film ini semakin menambah daftar karya lokal yang berkompetisi dan berhasil menembus platform internasional, memperkuat posisi perfilman Indonesia di mata dunia.





