Momen Emosional Angelina Jolie Nangis Kenang Pesan Ibunya Soal Kanker

Angelina Jolie menunjukkan momen emosional yang menyentuh hati saat tampil di Toronto International Film Festival (TIFF). Dalam sesi tanya jawab setelah pemutaran perdana film terbarunya, Couture, aktris papan atas tersebut tak kuasa menahan air mata ketika mengenang perjuangan ibunya, Marcheline Bertrand, melawan kanker.

Film Couture menghadirkan cerita tentang seorang sutradara yang divonis kanker payudara. Peran ini sangat personal bagi Jolie, mengingat pengalamannya sendiri menghadapi risiko kanker. Di tengah acara, seorang penonton yang baru saja kehilangan teman karena kanker mengajukan pertanyaan mengenai cara Jolie memandang kehilangan. Momen itulah yang membuka luka lama dan membuat Jolie terharu.

Dengan suara bergetar, Jolie mengawali dengan menyampaikan belasungkawa kepada sang penanya. Ia kemudian membagikan sebuah kenangan penuh makna dari ibunya. “Satu hal yang saya ingat dari ibu saya… beliau pernah berkata pada saya saat sedang berjuang melawan kanker,” ujarnya. “Kami sedang makan malam, dan beliau berkata, ‘Semua orang hanya bertanya kepadaku tentang kanker.’”

Nasihat sederhana tapi kuat itu menjadi inti pesan yang ingin Jolie sampaikan. Ia mengingatkan pentingnya melihat keberadaan orang yang menderita kanker sebagai pribadi utuh, bukan hanya fokus pada penyakitnya. “Jadi saya ingin mengatakan, jika Anda mengenal seseorang yang sedang berjuang, tanyakan juga tentang hal-hal lain dalam hidup mereka. Mereka adalah pribadi yang utuh, dan mereka masih hidup,” jelasnya di hadapan penonton yang memberi tepuk tangan hangat.

Angelina Jolie menilai film Couture berhasil menghindari klise yang biasa muncul pada film bertema kanker. “Sering kali, film tentang kanker hanya mendefinisikan karakter dari penyakitnya. Yang saya suka dari film ini adalah tentang kehidupan,” tuturnya. Jolie menekankan pentingnya menggambarkan tokoh utama sebagai individu yang memiliki banyak lapisan kehidupan, bukan hanya sebagai pasien kanker. “Siapakah dia? Dia seorang ibu, seniman, dia seorang wanita. Semua hal ini saya pikir sangat penting untuk ditunjukkan, dan untuk tetap dijalani selagi kita di sini,” imbuh Jolie.

Perjalanan pribadi Jolie terkait kanker sudah lama menjadi perhatian publik. Pada 2013, dalam sebuah esai yang dimuat di The New York Times, ia mengungkap keputusan menjalani mastektomi ganda preventif setelah diketahui membawa mutasi gen BRCA1. Mutasi gen ini secara signifikan meningkatkan risiko kanker payudara hingga 87 persen. Keputusan tersebut diambil Jolie setelah melalui perjalanan emosional menyaksikan ibunya berjuang melawan kanker payudara dan ovarium selama delapan tahun hingga akhirnya meninggal dunia.

Kenangan tentang sosok ibunya yang gigih melawan penyakit inilah yang kembali terbayang di benak Jolie saat membintangi Couture. Pengalaman nyata itulah yang menjadikan aktingnya bukan sekadar peran biasa, melainkan refleksi dari perjalanan hidupnya yang penuh makna.

Momen Jolie yang menangis di depan publik ini mengingatkan pentingnya empati dan pandangan manusiawi terhadap mereka yang berjuang melawan penyakit berat. Pesan yang ia bagikan menjadi pelajaran berharga bagi publik agar tidak hanya fokus pada sakitnya saja, tetapi juga memperhatikan aspek lain dalam kehidupan pasien kanker.

Sesi tanya jawab di TIFF itu menegaskan kembali komitmen Angelina Jolie untuk membuka kesadaran mengenai kanker dan bagaimana pentingnya dukungan sosial yang utuh. Selain sebagai aktris, peran Jolie sebagai advokat kesehatan juga makin terlihat lewat cara ia membagikan kisah personal yang menyentuh banyak orang. Melalui film dan pesan-pesannya, Jolie terus menginspirasi dan mengajak masyarakat untuk melihat lebih dari sekadar penyakit, tetapi juga hidup dan harapan di balik perjuangan itu.

Exit mobile version