Ivan Gunawan terkejut mendengar pengakuan Habib Jafar yang pernah melakukan kenakalan masa kecil dengan melempari gereja. Cerita tersebut terungkap dalam sebuah sesi podcast yang tayang pada Selasa malam, 16 September 2025, di kanal YouTube Comic 8 Revolution berjudul Butik Haji Igun yang dipandu oleh Ivan Gunawan dan komedian Papham sebagai co-host.
Habib Jafar, pendakwah berusia 37 tahun yang dikenal religius dan santun, secara terbuka mengungkap masa lalunya yang penuh kenakalan. Hal ini bermula ketika Ivan Gunawan menanyakan apakah selama masa kecil Habib Jafar pernah melakukan hal-hal nakal. Dalam kesempatan itu, Habib Jafar mengakui bahwa dirinya pernah melempari gereja.
Pengakuan tersebut cukup mengejutkan dan spontan membuat Papham bertanya, “Ya Allah, serius Bib?” yang langsung disambut ekspresi terkejut dari Ivan Gunawan. Habib Jafar menjelaskan bahwa saat masih kecil ia memiliki pandangan yang keliru terhadap keberagaman agama, sehingga menganggap orang yang berbeda agama sebagai musuh.
Lebih jauh, Habib Jafar juga mengungkapkan kenakalan lain di masa kecilnya, yakni mematikan aliran listrik milik warga keturunan Tionghoa. Ungkapan tersebut kembali menimbulkan tawa di antara Ivan dan Papham, yang menunjukkan suasana akrab dalam diskusi tersebut.
Cerita ini menjadi menarik karena menggambarkan perjalanan perubahan pola pikir seseorang yang kini dikenal sebagai tokoh agama yang inspiratif. Pengakuan jujur Habib Jafar menyingkap sisi manusiawi yang pernah menyimpang pada masa kecil, saat pemahaman tentang toleransi masih belum terbentuk dengan baik.
Dalam wawancara tersebut, Habib Jafar juga menyiratkan pentingnya pembelajaran tentang keberagaman sejak dini agar anak-anak tidak tumbuh dengan prasangka buruk terhadap sesama. Pengalamannya menjadi pelajaran penting mengenai bagaimana masa lalu bisa membentuk karakter seseorang jika diarahkan dengan baik.
Ivan Gunawan sendiri tampak terbuka dan menjadikan momen tersebut sebagai ruang diskusi yang memperkaya wawasan tentang toleransi dan perubahan sikap. Acara podcast ini memberikan contoh nyata bahwa setiap orang dapat berubah dan memperbaiki diri meskipun pernah berbuat kesalahan.
Kejadian ini sekaligus menegaskan pentingnya komunikasi antarumat beragama yang bisa membantu menghilangkan stigma dan kesalahpahaman. Habib Jafar sekarang aktif berdakwah dengan pesan-pesan damai, membuktikan bahwa masa lalu tidak menentukan masa depan jika ada niat untuk memperbaiki.
Cerita yang terbuka dan humanis ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya generasi muda, untuk mengenali pentingnya menghargai perbedaan dan menghindari tindakan diskriminatif sejak dini. Podcast yang menampilkan pengakuan mengejutkan ini juga menandai tren baru dalam dunia hiburan yang tidak hanya menghibur namun juga mendidik dan mencerdaskan masyarakat.
Acara Butik Haji Igun yang dihadiri oleh Ivan Gunawan dan Papham berhasil mengangkat topik keberagaman dan perjalanan pribadi tokoh-tokoh publik dengan cara yang ringan dan mudah dicerna. Pendekatan ini turut membantu meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Dengan hadirnya cerita seperti ini, diharapkan masyarakat semakin terbuka untuk menerima perbedaan serta mampu menjalin hubungan harmonis tanpa prasangka. Habib Jafar, lewat kisah masa kecilnya yang jujur dan transparan, menjadi contoh nyata bahwa perubahan sikap dan pengertian dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja.
