
Michelle Ziudith mengungkap bahwa pengalaman pribadinya menjalani hubungan asmara beda agama membuatnya lebih mudah dalam memerankan karakter Maria dalam film "Jangan Panggil Mama Kafir". Film ini mengangkat tema hubungan lintas keyakinan yang berujung pada konflik dan perjuangan emosional, yang ternyata sangat dekat dengan nyata yang pernah dialami Michelle.
Pendalaman Karakter Lebih Mudah Berkat Pengalaman Pribadi
Dalam jumpa pers di Senayan, Jakarta, Michelle mengatakan bahwa ia tidak mengalami kesulitan saat mendalami perannya sebagai Maria, seorang perempuan non-muslim yang menikah dengan pria muslim. “Aku pacaran beda agama terus, jadi aku bilang enggak perlu pendalaman karakter khusus,” kata Michelle. Hal ini diperkuat dengan kesamaan dialog antara kehidupan nyata Michelle dan skenario film; misalnya, dialog tentang penolakan untuk pindah agama dan keyakinan orang terdekat yang tidak memaksa perubahan itu.
Tantangan Terbesar Adalah Memerankan Sosok Ibu
Meskipun aspek beda agama terasa dekat dan mudah, Michelle mengakui bahwa tantangan terbesarnya terletak pada peran sebagai seorang ibu. Ia melakukan pendalaman ekstra untuk bisa menghadirkan sosok ibu yang penuh kasih dan tanggung jawab. “Menjadi seorang ibu artinya kita harus memberikan separuh hidup kita untuk melahirkan dan separuhnya lagi untuk membesarkan serta membimbing anak,” ujarnya. Pendalaman ini membuat Michelle semakin menghargai perjuangan seorang ibu di dunia nyata.
Alur Cerita Film dan Konflik Utama
Film "Jangan Panggil Mama Kafir" bercerita tentang Maria yang menikahi Fafat, seorang pria muslim yang diperankan oleh Giorgino Abraham. Hubungan mereka yang berbeda keyakinan tetap berlanjut hingga ke jenjang pernikahan, namun kebahagiaan itu harus terhenti akibat kematian tragis Fafat setelah kelahiran putri mereka, Laila. Sebelum meninggal, Fafat berpesan agar Maria membesarkan Laila sesuai ajaran Islam. Janji tersebut membawa Maria pada perjalanan penuh liku, mulai dari menghadapi stigma sosial hingga pergulatan batin mengenai kepercayaan dan identitas dirinya.
Keterkaitan Personal Sebagai Motivasi Bermain Film
Michelle merasa sangat terhubung dengan tema film ini karena kesulitan dan pengalaman yang selama ini dialaminya juga hadir dalam kisah Maria. Sebagai seorang yang pernah menjalani hubungan beda agama, Michelle dapat menuangkan emosi dan rasa yang lebih autentik dalam penampilannya. “Film ini menjadi perpanjangan tangan bagiku untuk menceritakan dan menuangkan segala kesulitan yang aku jalani sendiri,” jelas ia.
Produksi Film dan Tanggal Rilis
Film yang disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo ini mempertemukan Michelle Ziudith dengan para pemain lain seperti Giorgino Abraham, Humaira Jahra (Laila kecil), Gilbert Pattiruhu, Prastiwi Dwiarti, Indra Birowo, dan TJ Ruth. "Jangan Panggil Mama Kafir" direncanakan untuk tayang mulai 16 Oktober 2025, menjanjikan kisah yang emosional dan memberikan gambaran mengenai dinamika keluarga dengan latar belakang agama yang berbeda.
Michelle Ziudith, melalui perannya di film ini, bukan hanya menampilkan kemampuan aktingnya, tetapi juga mengajak penonton memahami kompleksitas cinta, keluarga, dan kepercayaan yang terkadang sulit dipisahkan satu sama lain. Film ini diharapkan dapat membuka pemahaman dan empati terhadap mereka yang menghadapi situasi serupa.





