Kisah pilu keluarga korban tabrak lari yang diduga melibatkan mantan aktris FTV Nadya Almira mengemuka kembali setelah lebih dari satu dekade berlalu. Dalam unggahan viral di media sosial, adik korban mengungkap fakta pahit terkait peristiwa yang terjadi sekitar 13 tahun lalu, yang kini memicu sorotan publik dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak yang bersangkutan.
Kronologi Insiden dan Dampak Cedera
Menurut pengakuan dari akun Instagram @nrhanifh, yang mengaku sebagai saudara korban, peristiwa tabrak lari tersebut terjadi pada dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Korban, Adnan Syuhada Abdullah, mengalami kecelakaan serius saat ditabrak oleh seorang wanita yang diidentifikasi sebagai Nadya Almira, saat itu berusia sekitar 18 tahun. Korban terseret cukup jauh di bawah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya mobil berhenti menabrak beton jalan hingga bagian depan mobil hancur.
Akibat tabrakan tersebut, kondisi Adnan begitu kritis. Ia mengalami patah tulang di kaki kanan, wajah remuk berat dengan banyak pen yang harus dipasang, serta pecahnya pembuluh darah di kepala. Tidak hanya luka fisik, korban juga kini harus berjuang melawan penyakit meningitis dan kista otak yang memburuk seiring waktu.
Janji dan Kompensasi yang Tidak Ditepati
Keluarga korban sempat tak melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib dengan alasan adanya janji dari Nadya Almira untuk menanggung seluruh biaya pengobatan. Namun, sesuai pengakuan keluarga, janji tersebut akhirnya tidak terpenuhi secara penuh. Dari total biaya yang sudah mencapai Rp385 juta, hanya sebesar Rp185 juta yang diberikan sebagai kompensasi.
Setelah memberikan sebagian dana, Nadya Almira disebut menghilang dan tidak memberikan tanggapan lagi. Upaya keluarga untuk menghubungi melalui pesan langsung di Instagram maupun mendatangi rumahnya tidak membuahkan hasil. Bahkan, akun Instagram Nadya Almira telah dinonaktifkan dan semua unggahannya dihapus, sehingga komunikasi semakin terputus.
Sorotan Publik dan Reaksi dari Dunia Hiburan
Kasus ini kembali viral setelah adik korban mengunggah curhatannya pada 20 September 2025. Unggahan tersebut menarik perhatian netizen sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai sikap tanggung jawab selebriti terhadap dampak hukum dan sosial dari aksi mereka di masa lalu.
Nadya Almira dikenal publik melalui perannya sebagai Lisa dalam sinetron populer "Arti Sahabat" pada tahun 2010. Setelah beberapa tahun menekuni dunia hiburan, ia memilih untuk hijrah dan meninggalkan industri tersebut. Namun, kasus ini mengingatkan publik bahwa tanggung jawab pribadi tidak boleh diabaikan meskipun seseorang sudah berpindah haluan dalam hidupnya.
Dampak Jangka Panjang bagi Keluarga Korban
Keluarga korban masih harus menghadapi konsekuensi fisik dan psikologis yang berat akibat kecelakaan tersebut. Biaya pengobatan yang mencapai ratusan juta rupiah menjadi beban tambahan di tengah perjuangan mereka mendampingi Adnan yang kondisinya terus memburuk.
Melalui pengakuan yang diungkap secara terbuka ini, keluarga berharap bakal ada kejelasan dan tindak lanjut yang lebih serius dari pihak terkait. Mereka juga mengungkapkan rasa kecewa atas sikap yang dinilai mengabaikan janji dan kurangnya komunikasi dari artis tersebut.
Upaya Hukum dan Respons yang Ditunggu
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Nadya Almira atau kuasa hukumnya mengenai tuduhan yang dilontarkan. Dari sisi hukum, kasus tabrak lari merupakan pelanggaran serius yang bisa berujung pada tuntutan pidana, terlebih jika merugikan korban dalam kondisi yang parah. Namun, keluarga korban memilih menahan diri dari langkah hukum selama adanya komitmen tanggung jawab yang dijanjikan dan kini memohon keadilan yang seharusnya ditegakkan.
Fenomena ini kembali mengingatkan bahwa selebriti sebagai publik figur memiliki tanggung jawab moral dan sosial yang harus dijaga, termasuk dalam perkara hukum. Pengungkapan kasus lama seperti ini memberikan pelajaran penting agar setiap pihak dapat berdamai dengan masa lalu dan bertanggung jawab atas setiap konsekuensi tindakannya.
Keluarga berharap agar kasus ini tidak hanya menjadi viral di media sosial, tetapi juga mendapatkan perhatian serius dari aparat dan masyarakat luas, demi menghindari terjadinya pengabaian terhadap hak-hak korban dan keadilan yang seharusnya didapatkan.
