Faza Meonk, kreator komik populer asal Indonesia, Si Juki, berhasil mewujudkan mimpi besar dengan menginisiasi kolaborasi unik antara karakter ciptaannya dengan salah satu ikon manga Jepang legendaris, Black Jack. Proyek ini terwujud dalam bentuk buku komik berjudul Si Juki x Black Jack: Operasi di Kyokarta, yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Kolaborasi ini menjadi tonggak sejarah bagi dunia komik Indonesia karena menandai pertama kalinya karakter lokal bertemu dan berinteraksi dalam satu cerita dengan karakter legendaris manga Jepang, sekaligus memperlihatkan potensi diplomasi budaya melalui medium komik.
Perpaduan Unik Antara Dua Dunia
Komik ini menyajikan perpaduan menarik antara humor satir khas Si Juki dan pesan kemanusiaan mendalam yang melekat pada Black Jack, sang dokter jenius ciptaan Osamu Tezuka. Faza Meonk menjelaskan bahwa selama ini ia merupakan penggemar berat Osamu Tezuka, yang dianggap sebagai "God of Manga" dan pelopor industri manga modern serta animasi Jepang. "Saya tumbuh membaca karya beliau seperti Astroboy dan tentu saja Black Jack, karakter yang saya kagumi sejak lama," ungkap Faza dalam wawancaranya di Jakarta pada Jumat, 19 September 2025.
Osamu Tezuka dikenal tidak hanya sebagai seniman manga, tetapi juga sebagai seorang filosof yang mengangkat nilai moral, kritik sosial, dan aspek kemanusiaan dalam setiap kisahnya. Karya-karya Tezuka hingga kini masih terus dikembangkan oleh Tezuka Productions meski ia wafat pada tahun 1989.
Proses Kolaborasi yang Tidak Mudah
Awal mula kolaborasi ini bermula ketika Faza berkunjung ke Jepang dan memiliki agen yang mengelola pengembangan Intellectual Property (IP) Si Juki di pasar Jepang. Dalam kunjungannya, Faza mengungkapkan kekagumannya terhadap Osamu Tezuka kepada agen tersebut. Secara tak disangka, agen Faza mengenalkan IP Si Juki kepada pengelola Tezuka Productions, yang menyambut baik tawaran kolaborasi tersebut.
"Ketika saya mendapat tawaran dari agen untuk bekerja sama dengan Tezuka Productions, saya hampir menangis karena kaget sekaligus bangga," ujar Faza. Proses penggarapan komik ini berlangsung selama lebih dari satu tahun dengan pengawasan ketat dari Tezuka Productions agar karakter Black Jack tetap otentik dan sesuai dengan visi asli maestro mangaka tersebut. Namun, gaya humor dan satir yang menjadi ciri khas Si Juki tetap dipertahankan, menghasilkan karya yang unik dan harmonis antara dua budaya dan gaya narasi berbeda.
Sinopsis dan Keunikan Cerita
Dalam komik Si Juki x Black Jack: Operasi di Kyokarta, cerita bermula dari Si Juki yang menjadi mahasiswa sedang melakukan penelitian di negara misterius bernama Kyokarta. Di sana, ia menghadapi wabah aneh yang menyebabkan bulu hidung seluruh penduduk keluar dan tidak bisa dicukur. Untuk mengatasi masalah tersebut, Si Juki bertemu dengan Black Jack sang dokter jenius yang terkenal mampu menyembuhkan penyakit-penyakit sulit dengan metode-metode kontroversial. Mereka bersama-sama berusaha mencari obat atau vaksin menyembuhkan wabah misterius itu.
Kontras kepribadian antara Black Jack yang serius dan Si Juki yang kocak menambah bobot cerita sekaligus memberikan keseimbangan antara humor dan pesan kemanusiaan yang mendalam. Kolaborasi ini tidak hanya menjadi proyek kreatif semata, tapi juga penghormatan pada warisan budaya dunia yang diwakili oleh karya Osamu Tezuka.
Potensi dan Masa Depan Kolaborasi
Tezuka Productions menyambut kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan karakter Black Jack kepada pembaca Indonesia dan memperluas basis penggemar karyanya. Sementara itu, komik Si Juki x Black Jack juga tengah dipersiapkan untuk diterbitkan di Jepang. Hal ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri komik Indonesia untuk lebih dikenal di kancah internasional.
Kolaborasi lintas negara ini diharapkan dapat menjadi pintu gerbang bagi proyek-proyek kolaborasi lebih lanjut antara kreator Indonesia dan Jepang, sekaligus memperkuat posisi SI Juki sebagai salah satu IP komik Indonesia yang mampu bersaing dengan karya internasional. Dengan memanfaatkan kekuatan narasi dan karakter, kolaborasi ini menjadi contoh terbaik bagaimana budaya pop dapat menjadi media efektif mempererat hubungan antarbangsa dan membuka peluang pasar global.
Hasil karya ini kini sudah dapat dibaca dan dikoleksi oleh penggemar komik di Indonesia dan memberikan bukti nyata bahwa inovasi dan kerja sama lintas budaya menjadi kunci dalam mengangkat perfilman dan literatur grafis tanah air ke tingkat dunia.
