5 Tahun Vakum, Festival Musik JakJazz Kembali Digelar Akhir Tahun Ini

Setelah vakum selama lima tahun, festival musik jazz terbesar di Indonesia, Jakarta International Jazz Festival atau JakJazz, akan kembali digelar pada akhir tahun ini. Acara yang terakhir diselenggarakan pada 2019 ini dijadwalkan berlangsung pada 20 Desember 2025 di Senayan Park, Jakarta mulai pukul 16.00 WIB.

Resonansi Sepanjang Sejarah dan Makna Tema Tahun Ini

JakJazz yang pertama kali hadir pada 1988 telah menjadi tonggak penting dalam perkembangan musik jazz Indonesia. Festival ini menjadi ruang apresiasi dan pengakuan bagi musisi jazz Indonesia di panggung dunia, sekaligus membuka peluang bagi musisi internasional tampil di tanah air. Menurut Tommy Maulana, Festival Director JakJazz 2025, festival perdana tersebut menjadi saksi bagaimana musisi Indonesia mendapatkan pengakuan dunia atas bakat mereka.

Tema JakJazz 2025, "Respecting the Legacy, Empowering the Youth", menggambarkan semangat untuk menghormati sejarah dan para pionir jazz sekaligus membangun ruang bagi generasi muda. Chairman JakJazz 2025, Sari W. Pramono, menegaskan bahwa kembalinya festival ini juga didorong oleh antusiasme komunitas jazz di Jakarta yang merindukan ruang bermusik dan kolaborasi. Melalui tagline “Dari Sunyi Kembali Bersemi”, JakJazz 2025 berupaya menjadi jembatan untuk menghidupkan kembali semangat jazz Indonesia yang sempat terhenti.

Kolaborasi Lintas Generasi dan Genre

Salah satu fokus utama pada JakJazz 2025 adalah menggabungkan musisi lintas generasi sebagai wujud dialog kreatif yang akan memperkaya kualitas pertunjukan. Barry Likumahuwa selaku Music Director mengungkapkan bahwa festival tahun ini akan menjadi ajang pertemuan musisi senior dengan talenta muda, menciptakan atmosfer kolaborasi lintas genre yang relevan untuk generasi masa kini dan mendatang. Pendekatan ini diharapkan mampu membawa warna baru sekaligus menjaga esensi jazz tetap hidup dan berkembang di Indonesia.

Rangkaian Pra-Acara untuk Menghidupkan Semangat Jazz

Meski acara utama akan terselenggara Desember mendatang, panitia telah menyiapkan berbagai rangkaian pra-acara yang akan berlangsung di ruang publik untuk menjangkau beragam lapisan masyarakat. Program-program tersebut antara lain:

  1. JakJazz Lab – workshop dan kelas kreatif untuk mengasah kemampuan musisi dan pencinta jazz
  2. JakJazz City Beats – pertunjukan pop-up gigs dan sesi jamming interaktif
  3. JakJazz Collabs – kolaborasi lintas industri dan lifestyle sebagai pengayaan festival
  4. JakJazz Stream – platform streaming untuk menjangkau audiens lebih luas
  5. Jazz Parade & Appreciation Night – kegiatan apresiasi dan parade musik jazz

Dengan rangkaian acara ini, JakJazz berusaha menciptakan ekosistem musik yang inklusif dan aktif sepanjang tahun.

JakJazz Sebagai Ikon Budaya dan Tujuan Wisata

Jakarta International Jazz Festival bukan sekadar festival musik, melainkan ruang kolaborasi, improvisasi, dan komunitas bagi para penggemar jazz nasional maupun internasional. Sari Pramono menyatakan bahwa JakJazz juga diarahkan untuk menjadi destinasi wisata tahunan yang menarik pelancong dalam dan luar negeri sekaligus mempromosikan Jakarta sebagai pusat budaya musik jazz.

Setelah jeda cukup lama, kebangkitan JakJazz pada 2025 menandai langkah strategis untuk menguatkan warisan jazz Indonesia sembari membangun momentum masa depan. Festival ini diharapkan mampu memicu gairah dan memperluas apresiasi terhadap genre musik jazz dalam generasi mendatang.

Keterlibatan berbagai musisi, komunitas, dan industri terkait dalam festival ini menunjukkan bahwa JakJazz tetap menjadi ajang penting dalam peta musik Indonesia, yang tidak hanya mengedepankan hiburan tapi juga nilai edukasi dan kolaborasi lintas generasi dan bidang.

Dengan semangat baru dan persiapan matang, JakJazz 2025 siap menjadi panggung jazz yang meriah dan menginspirasi di akhir tahun nanti, memperlihatkan bahwa musik jazz tetap hidup dan relevan di tengah dinamika budaya masa kini.

Berita Terkait

Back to top button