Bocoran terbaru dari lokasi syuting film Avengers: Doomsday memperlihatkan kemunculan para X-Men versi Fox dengan penampilan kostum yang menarik perhatian penggemar. Kostum yang digunakan didesain menyerupai gaya ikonik era 90-an ala komik, khususnya yang digambar oleh ilustrator terkenal Jim Lee. Langkah ini sekaligus menandai kembalinya nuansa klasik X-Men di Marvel Cinematic Universe (MCU), meski menimbulkan kontroversi mengenai timing dan relevansinya.
Kostum 90-an Sebagai Referensi Komik Klasik
Sejak film X-Men pertama yang dirilis tahun 2000 oleh Fox, para mutan sering kali tampil dengan kostum berwarna gelap dan desain yang cenderung minimalis, berbeda jauh dari visual cerah dan khas era komik 90-an. Kini, Avengers: Doomsday memperlihatkan X-Men mengenakan seragam penuh warna yang mengingatkan penggemar pada masa keemasan komik Jim Lee, yang selama ini dianggap sebagai salah satu representasi terbaik karakter-karakter mutan tersebut.
Menurut pengamatan para fanatik Marvel, desain kostum ini membawa aura nostalgia yang kuat. Namun, ada perdebatan apakah adaptasi kostum ini akan memiliki dampak besar mengingat versi X-Men Fox kemungkinan besar akan segera pensiun setelah fase reboot menyusul Avengers: Secret Wars. Marvel Studios sendiri berencana melakukan reboot penuh untuk X-Men dengan sutradara Jake Schreier, dan mungkin akan memperkenalkan desain kostum baru secara berbeda di masa depan.
"Kutukan Nostalgia" di MCU
Fenomena ini disebut sebagai bagian dari “kutukan nostalgia” yang melanda MCU dalam beberapa tahun terakhir. Alih-alih fokus menyajikan cerita inovatif, Marvel cenderung mengandalkan kemunculan karakter lama dan desain kostum klasik untuk mendapatkan perhatian penonton. Kehadiran X-Men versi Fox di Avengers: Doomsday justru mengingatkan pada inkonsistensi yang terjadi selama dua dekade terakhir.
Seperti diketahui, film-film X-Men oleh Fox sempat gagal dalam mengangkat saga penting seperti Dark Phoenix dengan memuaskan, serta sering menjadikan tokoh sentral seperti Cyclops, Storm, dan Nightcrawler hanya sebagai figur sampingan. Meskipun demikian, film X-Men dari Fox berperan besar dalam membangkitkan minat terhadap genre superhero setelah era suram pasca Batman & Robin (1997).
Apa yang Diharapkan Penggemar X-Men
Menurut Kevin Feige, Presiden Marvel Studios, cerita Avengers: Secret Wars akan menjadi titik reset untuk seluruh MCU, termasuk memulai era baru bagi para mutan. Fans ingin melihat bagaimana Marvel Studios membangun cerita X-Men yang sejati, sesuai dengan akar komik mereka, dan bukan hanya sekadar mengulang formula lama dengan kemasan baru.
Penghormatan terhadap warisan komik yang panjang, lewat karya para kreator legendaris seperti Chris Claremont dan Grant Morrison, menjadi harapan utama para penggemar. Mereka menuntut adaptasi yang tidak hanya menampilkan kostum yang akurat, tetapi juga cerita yang kuat dan karakter yang mendapatkan porsi layak dalam garis besar MCU.
Tantangan dan Peluang Marvel Studios
Meski pengenalan kostum 90-an di Avengers: Doomsday menarik, Marvel Studios menghadapi tantangan besar untuk mengintegrasikan X-Men secara menyeluruh ke dalam MCU dengan pendekatan yang diferensiatif. Kekuatan utamanya terletak pada kemampuan untuk menyajikan kisah baru yang relevan dan menghormati asal-usul karakter secara mendalam.
Marvel Studios juga harus memastikan bahwa reboot mendatang tidak menggantungkan seluruh kesuksesan pada faktor nostalgia belaka, melainkan memberikan pengalaman segar yang mampu menarik generasi baru penonton dan sekaligus memuaskan penggemar lama. Dengan kata lain, X-Men harus lebih dari sekadar kostum ikonik, melainkan hadir sebagai pilar penting dalam universenya sendiri di bawah Marvel.
Pengenalan kostum klasik di Avengers: Doomsday mungkin menjadi salah satu momen yang mengobati kerinduan penggemar. Namun, upaya yang lebih serius dan berkelanjutan masih diperlukan agar X-Men benar-benar mendapatkan tempat utama dalam semesta Marvel yang semakin berkembang. Penggemar kini menantikan dengan cermat langkah Marvel Studios selanjutnya dalam menghidupkan mutan-mutannya ke layar lebar.





