Kisah Hidup Lidya Pratiwi Sempat Ditawar PH Jadi Film, Ini Faktanya

Aktris Lidya Pratiwi atau yang juga dikenal dengan nama Maria Eleanor pernah mendapat tawaran dari beberapa rumah produksi untuk mengangkat kisah hidupnya ke dalam sebuah film. Tawaran tersebut datang selama beberapa tahun terakhir, namun hingga kini belum ada yang berlanjut ke tahap produksi. Hal ini diungkapkan langsung oleh wanita berusia 38 tahun tersebut saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pada Selasa, 30 September 2025.

Lidya menjelaskan bahwa kendala utama yang membuat proyek tersebut belum terealisasi adalah aspek bisnis yang belum menemui kesepakatan. Menurutnya, dalam dunia bisnis, khususnya produksi film yang melibatkan kisah hidup seseorang, semua pihak harus mendapatkan perlakuan yang adil dan tidak merasa dirugikan. “Sejauh ini, belum ada deal yang cocok,” ujarnya tegas.

Meski sempat banyak mendapat tawaran, Lidya menegaskan bahwa perjalanan hidupnya tidak bisa dinilai hanya dengan menggunakan angka atau nominal tertentu. Ia berharap masyarakat dapat menghargai proses hidup yang telah ia lalui, bahkan bagi mereka yang tidak mengenalnya secara pribadi. “Apa yang aku alamin itu, kalau dinominalkan secara angka, itu tidak bisa dinominalkan. Perjalanan ini bukan sesuatu yang bisa dihargain dengan nominal sekian,” imbuhnya.

Lidya Pratiwi merupakan sosok yang dikenal publik melalui berbagai peran di layar kaca dan layar lebar, meski saat ini ia lebih jarang muncul dalam produksi film atau sinetron. Kisah hidupnya yang penuh liku kini menarik perhatian para sineas, yang merasa bahwa perjalanan tersebut layak diangkat ke dalam format film agar dapat menginspirasi masyarakat luas.

Namun, proses untuk mengadaptasi kisah nyata ke dalam bentuk film sering kali menghadirkan tantangan bisnis yang kompleks. Hak cipta, negosiasi kontrak, dan pembahasan terkait royalti hingga dan kontrol kreatif sering menjadi poin penting yang menentukan apakah proyek dapat berjalan atau tidak. Dalam konteks Lidya, tampaknya negosiasi tersebut masih belum mencapai titik temu.

Keseriusan tawaran dari beberapa rumah produksi memang menunjukkan minat industri hiburan terhadap cerita-cerita inspiratif dari kehidupan nyata para tokoh publik. Jika kelak kisah hidup Lidya Pratiwi benar-benar diwujudkan dalam film, hal ini tentunya akan menambah keragaman tema dan konten yang tersedia untuk penonton Indonesia.

Sebagai tambahan, Lidya Pratiwi juga menaruh perhatian pada aspek keadilan dalam setiap kerja sama yang melibatkan kisah pribadinya. Tidak hanya dari segi finansial, namun juga prinsip penghormatan terhadap perjalanan hidup yang pernah ia jalani. Pendekatan ini mencerminkan kesadaran tinggi akan nilai sebuah pengalaman hidup yang tidak mudah diukur dengan materi.

Tawaran pembuatan film ini menjadi salah satu contoh bagaimana kisah hidup figur publik dapat menjadi objek yang menarik sekaligus menantang untuk diangkat ke dalam industri film. Hingga saat ini, Lidya Pratiwi masih menunggu opsi terbaik yang dapat memberikan penghargaan layak terhadap ceritanya tanpa mengorbankan nilai-nilai keadilan dalam bisnis hiburan.

Src: https://www.suara.com/entertainment/2025/10/01/201500/kisah-hidup-lidya-pratiwi-sempat-ditawar-ph-buat-jadi-film?page=all

Berita Terkait

Back to top button