
Elon Musk baru-baru ini menyerukan kepada publik untuk membatalkan langganan Netflix secara massal. Ajakan ini dilontarkan karena keberadaan konten kartun yang menurutnya mengandung muatan LGBTQ, khususnya yang menampilkan karakter transgender.
Melalui akun media sosialnya di X, Musk secara konsisten menyuarakan agar orang-orang segera “cancel” Netflix. Dalam tiga hari terakhir, seperti dilaporkan The Guardian, ia telah mengunggah atau me-retweet ajakan tersebut sebanyak 26 kali. Hal ini menandakan tingkat keseriusan dan konsistensinya dalam mengkampanyekan boikot terhadap platform streaming tersebut.
Pemicu utama dari seruan Musk adalah sebuah kartun berjudul Dead End: Paranormal Park. Serial animasi ini menampilkan karakter bernama Barney yang mengungkapkan dirinya sebagai seorang transgender. Kartun bergenre horor fantasi ini pertama kali diputar di Netflix pada 2022 dan sudah memiliki dua musim sebelum akhirnya dibatalkan pada 2023.
Selain Musk, kritik terhadap konten tersebut dipicu oleh akun Libs of TikTok yang menyatakan bahwa kartun tersebut mendukung gerakan pro-transgender pada anak-anak. Pernyataan ini menjadi kontroversial dan memicu perdebatan publik.
Namun, tanggapan penentang seruan pembatalan datang dari Zach Barack, pengisi suara karakter Barney yang juga merupakan aktor transgender pertama yang tampil dalam Marvel Cinematic Universe (MCU). Melalui akun X, Zach membantah narasi yang dibawa Musk dan pihak-pihak lainnya. Ia menegaskan, “Anda boleh menyebarkan ketakutan sesuka hati, tetapi anak-anak & orang tua telah mengatakan kepada saya bahwa itu menyelamatkan hidup mereka.”
Seruan Elon Musk ini menjadi perhatian publik karena dirinya adalah salah satu tokoh terkaya dunia dan sosok yang sangat berpengaruh di media sosial. Kekayaannya yang baru-baru ini mencapai US$500 miliar menambah bobot dari setiap pernyataan yang ia buat. Kampanye yang dilancarkan Musk terhadap Netflix juga memperlihatkan dinamika ketegangan yang sedang berlangsung terkait representasi LGBTQ di media dan layanan hiburan populer.
Netflix, sebagai salah satu platform streaming terbesar global, memang telah dikenal kerap menyajikan konten yang beragam dan inklusif. Ini termasuk tayangan yang menampilkan berbagai identitas dan orientasi seksual, demi mencerminkan keberagaman audiensnya. Namun, langkah ini menuai tantangan dari kalangan yang memandang konten semacam itu tidak pantas ditampilkan untuk penonton muda.
Berikut beberapa poin penting terkait peristiwa ini:
1. Elon Musk giat mengajak publik membatalkan Netflix karena konten LGBTQ, khususnya kartun Dead End: Paranormal Park.
2. Kartun tersebut menampilkan Barney, karakter transgender yang mendapat perhatian publik.
3. Kritik awal datang dari akun Libs of TikTok, yang menuding kartun itu mendukung gerakan pro-transgender pada anak-anak.
4. Zach Barack, pengisi suara Barney dan aktor transgender, membela kartun tersebut dengan menyatakan bahwa konten itu membantu banyak anak dan keluarga.
5. Serial animasi Dead End: Paranormal Park tayang di Netflix sejak 2022 namun sudah dibatalkan pada 2023.
Fenomena ini menggambarkan sensitivitas isu LGBTQ dalam ranah hiburan dan media sosial saat ini. Selain itu, peran tokoh berpengaruh seperti Musk dalam menggerakkan opini publik juga menjadi sorotan penting.
Di tengah perdebatan, Netflix masih mempertahankan posisi untuk menampilkan berbagai macam konten yang mewakili komunitas beragam. Hal ini sejalan dengan upaya mereka memberikan pilihan tayangan yang inklusif bagi pelanggan global. Pada saat yang sama, keberadaan suara-suara penentang seperti Musk menggarisbawahi kompleksitas dalam merespons konten media yang terus berkembang seiring perubahan sosial.
Source: lifestyle.bisnis.com





