Taqy Malik Tanggapi Tudingan Bangun Masjid di Tanah Sengketa: Dua Wajah Cerita

Taqy Malik akhirnya memberikan tanggapan terkait tudingan pembangunan Masjid Malikal Mulki di atas tanah sengketa di Bogor yang tengah menjadi sorotan publik. Dalam unggahan di Instagram Story pada Sabtu, 4 Oktober 2025, Taqy menegaskan bahwa pilihannya untuk diam selama ini bukan berarti tidak bertindak. Ia menyatakan, “Setiap cerita punya dua wajah, orang yang cerdas menunggu keduanya sebelum menilai,” sebagai respons terhadap polemik yang terus berkembang.

Latar Belakang Sengketa Tanah dan Masjid

Polemik bermula dari transaksi jual beli tanah antara Taqy Malik dan seorang pengusaha bernama Sirhan di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jawa Barat. Taqy disebut membeli delapan kavling tanah dengan total nilai sekitar Rp9 miliar, namun hanya melunasi Rp2,2 miliar hingga batas waktu pembayaran pada Juni 2023. Sisa pembayaran sebesar Rp6,8 miliar belum dilunasi, sehingga Sirhan menggugat Taqy atas dasar wanprestasi atau ingkar janji.

Meski status tanah tersebut masih dalam sengketa dan pembayaran belum tuntas, Taqy diketahui telah mendirikan Masjid Malikal Mulki di atas dua kavling dari tanah yang masih dalam proses tanggungan pembayaran. Hal ini memicu kontroversi karena kuasa hukum Sirhan menegaskan bahwa tanah yang belum lunas tidak bisa diwakafkan, sehingga status masjid ikut terseret dalam sengketa hukum.

Proses Hukum dan Putusan Pengadilan

Pengadilan Negeri Bogor pada Juli 2024 memutuskan bahwa Taqy Malik melakukan wanprestasi. Keputusan ini diperkuat oleh Pengadilan Tinggi Bandung pada Oktober 2024. Kasasi yang diajukan oleh Taqy Malik kemudian ditolak oleh Mahkamah Agung, menjadikan putusan tersebut final dan mengikat.

Dalam amar putusan, pengadilan memerintahkan agar lahan dikembalikan kepada pemilik sah jika utang Taqy atas tanah tidak segera dilunasi. Meskipun demikian, sampai saat ini pelunasan belum sepenuhnya dilakukan, sehingga status legalitas pembangunan masjid di lokasi tersebut masih dipersoalkan.

Kontroversi Penggalangan Dana

Di tengah polemik, Taqy Malik menginisiasi gerakan donasi publik bertajuk “Rp30 ribu per orang” untuk menyelamatkan Masjid Malikal Mulki. Gerakan ini bertujuan untuk menggalang dana agar masjid tersebut tetap bertahan. Namun, kampanye donasi ini mendapatkan kritik karena muncul dugaan bahwa dana yang terkumpul juga digunakan untuk menutupi utang pribadi Taqy terkait pembelian lahan.

Kuasa hukum Sirhan secara tegas mengingatkan Taqy Malik agar tidak menggunakan isu masjid sebagai tameng demi meredam sorotan terhadap utang pribadinya yang belum terselesaikan. Peringatan ini menambah dinamika sengketa yang sudah memanas di masyarakat.

Respons Taqy Malik

Hingga kini, Taqy Malik secara terbuka belum memberikan klarifikasi lengkap mengenai tuduhan tersebut. Namun, melalui unggahan di media sosialnya, Taqy menyiratkan bahwa dia tengah mempersiapkan jawaban resmi terkait isu sengketa ini. Pesan yang disampaikannya mengajak publik untuk melihat dua sisi dari sebuah cerita sebelum mengambil kesimpulan.

Dalam konteks ini, pernyataan Taqy yang menyebut bahwa “Setiap cerita punya dua wajah” mencerminkan usaha untuk memberikan perspektif yang lebih seimbang atas isu yang tengah dialaminya. Hal ini juga menandai bahwa polemik tersebut tidak hanya soal sengketa lahan atau pembangunan masjid, melainkan juga tentang bagaimana informasi disikapi oleh publik.

Data Penting Sengketa Tanah dan Masjid Malikal Mulki

  1. Total kavling tanah yang dibeli Taqy Malik: 8 kavling
  2. Total nilai pembelian: Rp9 miliar
  3. Jumlah yang telah dibayar: Rp2,2 miliar
  4. Sisa tunggakan: Rp6,8 miliar
  5. Putusan pengadilan: Wanprestasi atas wanprestasi, penolakan kasasi oleh Mahkamah Agung
  6. Status tanah dan masjid: Masih dalam sengketa hukum

Kasus ini menunjukkan kompleksitas antara transaksi properti, pembangunan fasilitas umum seperti masjid, dan pengelolaan tanggung jawab keuangan. Masyarakat, terutama para donatur dan pendukung Masjid Malikal Mulki, menunggu kepastian hukum dan kejelasan dari pihak-pihak terkait agar masalah ini tidak berlarut.

Dengan dinamika yang terus berkembang, pengamat dan publik berharap penyelesaian sengketa ini dapat berjalan transparan dan adil. Taqy Malik sendiri tampak bersiap untuk memberikan penjelasan yang lebih rinci, menunggu waktu yang tepat seperti yang telah disiratkannya dalam unggahan media sosialnya. Pembaruan mengenai kasus ini tentu akan menjadi perhatian banyak pihak dalam waktu dekat.

Source: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button