
Vokalis Guns N’ Roses, Axl Rose, menarik perhatian publik saat membentangkan bendera Palestina bertuliskan "I don’t need your civil war" saat tampil dalam konser di Bogota, Kolombia pada 7 Oktober 2025. Gestur ini menjadi pernyataan tegas menolak kekerasan dan perang, sekaligus memberikan dukungan simbolis terhadap rakyat Palestina. Momen tersebut dengan cepat viral di media sosial dan mendapatkan respons positif dari para penggemar maupun netizen.
Aksi Panggung yang Bermakna
Axl Rose membawa serta bendera berlogo Guns N’ Roses yang bertuliskan pesan anti-perang tersebut sebagai bagian dari penampilannya. Setelah membentangkan bendera itu dengan penuh semangat, ia kemudian melemparkan bendera tersebut ke area dekat drum, disambut sorak-sorai meriah dari penonton yang hadir. Akt ini tidak hanya menjadi simbol penolakan terhadap konflik, tetapi juga memperkuat pesan lagu ikonik mereka, "Civil War," yang memang mengkritik kekerasan dan peperangan.
Menurut laporan Bisnis.com, pada puncak acara, Axl sempat meminjam bendera Palestina dari salah satu penonton yang berisi tulisan serupa, lalu mengenakannya di lehernya selama beberapa saat sebelum menyerahkannya kembali kepada timnya. Hal ini ikut mengundang tepuk tangan hangat dan menjadi momen emosional bagi khalayak.
Konser Sebagai Penghormatan dan Pesan Perdamaian
Guns N’ Roses menggelar konser di panggung Vive Claro, Bogota, sebagai bagian dari leg kedua tur dunia mereka pada 2025. Tur ini juga meliputi beberapa negara di Amerika Latin, seperti Kosta Rika, El Salvador, Chili, Argentina, Brasil, dan Peru, sebelum berakhir di Meksiko pada November mendatang.
Konser di Kolombia sendiri sempat mengalami ketidakpastian hingga mendapatkan izin resmi hanya tiga hari sebelum tanggal pertunjukan. Namun, ketidakpastian itu tidak memengaruhi antusiasme penonton yang menyambut kedatangan band asal Los Angeles ini dengan gegap gempita, dimulai dari riff khas Slash dalam lagu "Welcome to the Jungle."
Selain membawakan “Civil War” sebagai momen puncak, Axl Rose juga menyapa penonton dengan ucapan hangat, "Semua teman Kolombia kami ada di sini," sambil bergerak dinamis sepanjang pertunjukan yang berdurasi sekitar tiga jam tersebut.
Repertoar dan Penghormatan Khusus
Tur 2025 ini menyuguhkan berbagai lagu legendaris Guns N’ Roses yang menjadi bagian besar dari karier mereka selama hampir empat dekade, di antaranya "Mr. Brownstone," "Chinese Democracy," "Bad Obsession," "It’s So Easy," dan "Slither" — lagu cover dari Velvet Revolver yang sudah menjadi bagian rutin dalam setlist mereka.
Selain itu, dalam penampilan kali ini, Guns N’ Roses juga memberikan penghormatan khusus untuk mendiang Ozzy Osbourne, vokalis legendaris Inggris yang wafat pada 22 Juli 2025. Mereka membawakan dua lagu dari Black Sabbath, "Never Say Die" dan "Sabbath Bloody Sabbath," yang disambut antusias oleh penonton. Penampilan solo gitar dari Slash dan Richard Fortus dalam lagu "Rocket Queen" serta balada emosional seperti "Don’t Cry," "Estranged," dan "Knockin’ on Heaven’s Door" berhasil membangkitkan respons mendalam dari para fans.
Tur Dunia yang Terus Bergulir
Leg kedua tur dunia Guns N’ Roses ini merupakan kelanjutan dari rangkaian tur yang sebelumnya sukses di Eropa, Asia, dan Timur Tengah sepanjang musim panas 2025. Dengan jadwal baru yang mencakup Amerika Tengah dan Selatan, band ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu grup rock legendaris yang masih aktif dan relevan di kancah musik global.
Momen Axl Rose membentangkan bendera Palestina dengan pesan anti-perang di Bogota menandai salah satu titik penting dalam tur ini, yang selain menyajikan hiburan musik, juga menyisipkan pesan kemanusiaan dan perdamaian kepada dunia. Pendukung dan pengamat musik menilai aksi ini sebagai bukti bahwa musik tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga medium kuat untuk menyuarakan isu-isu sosial dan politik yang penting.
Source: lifestyle.bisnis.com





