Jennifer Coppen, selebgram yang juga kekasih dari Justin Hubner, mengungkapkan alasan di balik pemecatan mantan pengasuh putrinya, Kamari, yang kerap dipanggil Mba Nia. Jennifer menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena sejumlah masalah serius, termasuk kelalaian dalam merawat Kamari dan perilaku kurang profesional selama jam kerja.
Melalui unggahan di akun TikTok pribadinya @mamanyakamari pada Rabu (15/10/2025), Jennifer menyatakan bahwa mantan pengasuh Kamari sering bermain handphone saat sedang bertugas. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan satu-satunya alasan pemecatan, melainkan juga perilaku lain yang kurang bertanggung jawab terhadap anaknya. Selain itu, isu utang piutang juga menjadi salah satu faktor yang membuat Jennifer mengalami kesulitan, bahkan sampai dikejar oleh debt collector akibat masalah yang berasal dari mantan pengasuh tersebut.
Kelalaian dalam Merawat Kamari
Menurut Jennifer, dalam menjalankan tugasnya, mantan pengasuh Kamari tidak cukup telaten dalam merawat keseharian sang anak. Beberapa contoh yang disebutkan termasuk mengganti pampers Kamari tanpa membersihkan terlebih dahulu dan pengabaian terhadap kebersihan gigi anaknya. Lebih lanjut, Jennifer juga mengaku kecewa karena baju Kamari yang digunakan hampir selalu sama padahal ia sudah memberikan banyak pilihan busana untuk putrinya.
“Saya merasa dia terlalu memandang remeh saya sebagai atasan. Saya sudah selalu berbaik hati dan memenuhi segala kebutuhannya, tetapi dia malah menyepelekan pekerjaannya,” ujar Jennifer. Pernyataan ini mengisyaratkan adanya ketidakcocokan hubungan profesional antara Jennifer dan mantan pengasuh tersebut yang berujung pada tindakan pemecatan.
Dampak Utang Piutang dan Debt Collector
Jennifer juga menyebutkan bahwa ada keterlibatan masalah utang piutang yang merugikan dirinya secara pribadi. Mantan pengasuh Kamari memiliki utang yang tidak dibayarkan dan menyebabkan Jennifer harus berurusan langsung dengan debt collector. Situasi ini membuat masalah keluarga selebgram itu menjadi sorotan publik karena tidak hanya terkait profesi pengasuh saja, tetapi juga soal finansial yang membebani.
Respon Publik dan Media Sosial
Kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial, dimana netizen memberikan beragam pendapat terkait sikap Jennifer yang memilih untuk buka suara dan memberikan klarifikasi secara terbuka kepada publik. Sebagian mendukung keputusan Jennifer yang dianggap tegas dalam memilih orang yang tepat untuk merawat anaknya. Namun, ada juga yang menyarankan penyelesaian masalah sebaiknya dilakukan secara internal agar tidak menimbulkan gaduh di publik.
Di tengah polemik ini, Jennifer tetap berupaya menjaga komunikasi dan fokus pada kesejahteraan putrinya. Ia menegaskan bahwa keputusan pemecatan ini diambil dengan penuh pertimbangan demi kepentingan terbaik Kamari.
Faktor Profesionalisme dalam Pengasuhan Anak
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya profesionalisme dalam memilih tenaga pengasuh anak. Setiap orang tua tentu berharap anaknya dirawat oleh pengasuh yang bertanggung jawab, memperhatikan kebersihan, kesehatan, serta kebutuhan emosional anak. Jennifer Coppen, sebagai selebgram yang juga seorang ibu, memberikan contoh nyata tantangan dalam mengelola hubungan kerja dengan pengasuh sekaligus memastikan anaknya mendapatkan perawatan maksimal.
Berikut ini ringkasan alasan utama pemecatan pengasuh Kamari menurut Jennifer Coppen:
- Sering bermain handphone saat jam kerja
- Tidak merawat Kamari dengan benar (misalnya mengganti pampers tanpa bersih-bersih)
- Pengabaian kebersihan gigi dan pakaian Kamari
- Masalah utang piutang yang mengakibatkan debt collector mengejar Jennifer
Pembicaraan ini menunjukkan sisi lain dari kehidupan selebriti yang tak hanya glamor, tetapi juga penuh tantangan personal dan profesional. Jennifer Coppen terus berusaha melindungi si kecil Kamari agar tumbuh dengan baik dalam lingkungan yang aman dan penuh perhatian.
Source: www.beritasatu.com





