DJ Amoy Karamoy Tanggapi Uang Haram Sekolahkan Anak di Ponpes: “Ya Udah Kamu yang Biayain”

DJ Amoy Karamoy tengah menjadi sorotan publik setelah warganet mengkritik cara dia membiayai pendidikan putranya yang menuntut ilmu di sebuah pesantren. Akun Instagram @ratu.nyinyir.ofc pada 15 Oktober 2025 menyebarkan video viral yang menampilkan DJ Amoy dan anaknya di pesantren, memicu perdebatan di media sosial.

DJ Amoy, yang diketahui berprofesi sebagai DJ dengan penampilan sering kali seksi, justru tampil tertutup dan mengenakan hijab saat mengunjungi pesantren anaknya. Dalam unggahan TikTok yang dibuat pada 26 September 2025 dan telah ditonton lebih dari 7,6 juta kali, ia menuliskan doa agar diberikan kemampuan dalam segala hal. Statusnya sebagai ibu tunggal pun terlihat jelas dalam tagar yang disematkan pada video tersebut.

Video lain yang diunggah pada 2 September 2025 bahkan mencatat lebih dari 20 juta penonton. Dalam video itu, Amoy menunjukkan rutinitasnya antara aktivitas ke pesantren di pagi hari dan melanjutkan pekerjaannya sebagai DJ di malam hari. Caption video tersebut menegaskan perjuangan seorang single mom dalam membesarkan anaknya dan memastikan pendidikan anaknya berjalan dengan baik.

Namun, unggahan tersebut juga memicu kritik keras dari sejumlah warganet. Ada yang menyoroti pekerjaan Amoy sebagai DJ, menganggap bahwa nafkah yang didapat dari profesinya tersebut tidak sesuai dengan nilai agama dan bahkan disebut sebagai “uang haram.” Beberapa komentar yang diterima adalah:

  1. “Jangan dinormalisasikan, ingat istidraj,” tulis pengguna akun @ik***.
  2. “Nafkah dari maksiat nanti jadi racun buat keluarga sendiri,” tulis pengguna @ali***.
  3. “Jangan sampai anakmu diejek oleh teman karena orangtuanya,” kritik akun @sharulshaf***.

Menanggapi desakan agar dirinya berhenti menjadi DJ dan beralih profesi, khususnya diminta menjadi pengusaha agar mendapat penghasilan yang lebih halal, DJ Amoy dengan tegas menjawab, “Saya udah paham bu, coba ibu kasih saya uang bu, atau nggak biayain anak saya deh, sampai kuliah setinggi-tingginya.” Pernyataan tersebut menunjukkan sikap tegasnya bahwa selama ini ia sudah berusaha keras demi pendidikan anaknya meski mendapat cibiran dari orang lain.

Di sisi lain, tak sedikit juga warganet yang memberikan dukungan kepada DJ Amoy. Mereka menilai perjuangannya sebagai seorang ibu tunggal dalam memastikan anaknya mendapat pendidikan yang layak di pesantren patut diapresiasi, meskipun cara mencari nafkahnya menuai pro dan kontra. Dukungan yang diberikan meliputi:

  • “Seburuk-buruknya orangtua dia tetap tidak mau anaknya buruk bahkan tetap mengusahakan anaknya lebih baik dari dia dalam hal kebaikan,” kata akun @firman***.
  • “Simple-nya menurutku, dia beragama untuk Tuhannya dan dia kerja untuk makannya,” tulis @Mondo***.
  • “Agama tak perlu diceramahkan padaku, tunjukkan saja lewat caramu bersikap. Karena kebaikan lebih fasih dari pada seribu ayat yang kau ucapkan,” komentar @vega***.

Perdebatan ini memunculkan diskusi yang lebih luas tentang bagaimana seorang individu menyeimbangkan kehidupan dan profesi mereka dengan nilai-nilai agama yang dianut. Kasus DJ Amoy Karamoy menjadi gambaran nyata dilema seorang single mom yang berjuang menghidupi anaknya dan sekaligus memenuhi tuntutan spiritual melalui pendidikan pesantren.

Aktivitas DJ Amoy di dunia hiburan malam dan peranannya sebagai ibu sekaligus pengelola ekonomi keluarga menimbulkan pertanyaan seputar etika dan norma sosial. Meski begitu, dari perspektif penggemar dan sebagian masyarakat yang lebih terbuka, perjuangan seorang ibu tunggal dalam konteks apapun masih memperoleh tempat empati dan dukungan.

Kisah DJ Amoy juga mengajak publik untuk memahami pentingnya memberi ruang bagi berbagai macam perjuangan hidup tanpa menghakimi secara sepihak. Pendapat terkait halal-haramnya sumber penghasilan menjadi diskusi yang terus bergulir, terutama di ranah media sosial yang kini menjadi platform utama bagi masyarakat untuk menyuarakan pendapat mereka.

DJ Amoy Karamoy, dengan segala kontroversinya, tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi masa depan anaknya lewat pendidikan di pesantren, sebuah lembaga yang dianggap mampu membentuk karakter dan spiritual anak menjadi lebih baik. Dalam perjalanan panjangnya sebagai seorang single mom, Amoy menegaskan bahwa usaha dan doa adalah dua hal yang selalu ia pegang teguh, meskipun harus menghadapi tekanan dan cibiran dari publik.

Source: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button