Reese Witherspoon Jelaskan Alasan Pahlawan Perempuan Barunya Andalkan Keahlian Unik

Reese Witherspoon secara tegas menjelaskan alasan mengapa pahlawan perempuan dalam novel barunya hanya mengandalkan keahlian unik tanpa mengandalkan daya tarik fisik atau aksi kekerasan. Aktris pemenang Oscar ini baru-baru ini meluncurkan debutnya sebagai penulis novel fiksi dewasa berjudul Gone Before Goodbye, yang ditulis bersama penulis bestseller Harlan Coben. Dalam wawancara dengan BBC News, Witherspoon membagikan inspirasi di balik karakter utama perempuannya, Maggie, seorang ahli bedah yang cerdas dan intuitif, serta terjebak dalam konspirasi mematikan.

Dengan tegas, Reese menyatakan bahwa ia ingin menciptakan sosok perempuan sentral yang keahlian dan kecerdasannya menjadi kekuatan utama, bukan penampilannya. “Jika saya membuat sebuah thriller, saya ingin perempuan itu berada di pusatnya. Dia memiliki keahlian unik yang diinginkan semua orang, namun dirinya sendiri bahkan tidak menyadarinya. Dia tidak harus menembak atau memukul penjahat. Dia sebenarnya sangat pintar dan intuisi yang tajam serta seorang ahli bedah luar biasa,” ungkapnya. Pernyataan ini sekaligus menepis gambaran stereotip perempuan dalam film-film aksi yang lebih menonjolkan daya tarik fisik, seperti yang kerap dilihatnya dalam film James Bond masa kecilnya.

Latar Belakang Keluarga dan Pengaruh Militer Medis

Salah satu faktor yang kuat membentuk karakter Maggie adalah latar belakang keluarga Witherspoon sendiri, yang berasal dari lingkungan militer medis. Ayahnya adalah seorang dokter militer dan ibunya seorang perawat. Dengan tumbuh di lingkungan pangkalan militer, Reese merasa banyak terinspirasi oleh nilai pengabdian yang melekat dalam profesi medis militer tersebut. “Ada rasa melayani, bahwa apa yang mereka lakukan adalah layanan penting bagi kemanusiaan dan negara,” ujar Reese.

Harlan Coben, rekan penulis novel ini yang juga suami dari seorang dokter anak, menambahkan bahwa mereka berdua memandang para dokter sebagai sosok heroik. “Itu profesi yang keren dan luar biasa,” kata Coben, menguatkan gambaran penghormatan terhadap profesi medis yang diangkat dalam buku mereka.

Tema Kemunduran Karier dan Kebangkitan

Cerita dalam Gone Before Goodbye mengangkat kisah Maggie yang mengalami kemunduran karier setelah kehilangan izin medisnya akibat tragedi yang melilitnya. Tema ini cukup personal bagi Witherspoon, yang pernah mengalami masa sulit dalam kariernya pasca kemenangan Oscar pada 2006 dan perceraian pada 2008. “Setiap kisah hebat memiliki karakter yang dibawa berlutut. Pada awal cerita ini, Maggie sedang berlutut; itu titik yang sempurna untuk memulai karena setelah itu dia hanya bisa bangkit,” tuturnya.

Strategi Bisnis dan Ambisi Kreatif

Selain sebagai aktris, Witherspoon membuktikan kemampuannya sebagai pengusaha melalui perusahaan produksi Hello Sunshine yang didirikan pada 2011. Perusahaan ini fokus mengangkat cerita perempuan yang kompleks dan beragam, sebagaimana dibuktikan melalui serial populer seperti The Morning Show dan Big Little Lies. Pengamat hiburan Lauren Morris menilai strategi bisnis Witherspoon sangat cerdik, mulai dari menjadikan klub bukunya sebagai platform mempublikasikan kisah perempuan, hingga mengadaptasi cerita tersebut ke layar.

Dengan pelibatan penuh bersama Coben dalam proses penulisan, Gone Before Goodbye tidak hanya menjadi langkah baru bagi Witherspoon di dunia literasi dewasa, tetapi juga berpotensi diadaptasi ke layar kaca atau layar lebar. Coben bahkan telah membayangkan siapa yang tepat memerankan Maggie, yang disinyalir adalah Witherspoon sendiri.

Melalui debut novelnya, Reese Witherspoon menegaskan bahwa kreativitas tidak mengenal batas usia maupun medium. Ia percaya karya-karya baru ini adalah ‘batas besar’ dalam kariernya yang terus berkembang, membuktikan bahwa inovasi kreatif dapat terus berlanjut sepanjang hayat.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button