Reza Rahadian, yang dikenal sebagai aktor berbakat sekaligus sutradara film debut "Pangku", mengungkapkan tiga alasan utama di balik pemilihannya menggandeng Claresta Taufan sebagai pemeran utama. Keputusan ini bukan hanya soal keberanian mengambil risiko mempercayakan peran sentral pada talenta baru, melainkan juga hasil dari proses pemilihan yang sangat ketat dan pertimbangan mendalam.
1. Seleksi yang Sangat Ketat
Proses pemilihan Claresta bukan sekadar formalitas. Reza mengungkapkan bahwa pencarian pemeran utama melalui beberapa tahap casting yang panjang dan berulang. "Proses untuk Claresta Taufan itu cukup panjang, tiga kali recast," ujar Reza. Pada tahap terakhir, ia bersama aktor Fedi Nuril menilai langsung komposisi dan kecocokan Claresta untuk memastikan sinergi dalam film tersebut. Tahapan ini menegaskan bahwa pemilihan Claresta bukan keputusan spontan, melainkan pilihan yang matang berdasarkan evaluasi profesional.
2. Sorot Mata yang Mempesona dan Meyakinkan
Selain kecocokan teknis, Reza mengaku sangat terpikat dengan kekuatan ekspresi Claresta, khususnya dari tatapan matanya. Menurut Reza, keberadaan "presence" yang kuat dalam diri Claresta merupakan nilai tambah yang sulit ditandingi. Ia mengatakan, "Saya merasa Claresta Taufan itu punya sorot mata yang menurut saya kuat sekali. Jadi presence-nya meyakinkan." Sorot mata dan ekspresi ini menjadi modal utama bagi keberhasilan Claresta membawa karakter utama dalam film "Pangku", sehingga penonton dapat merasakan kedalaman emosi yang disampaikan.
3. Mendorong Kemunculan Talenta Baru di Industri Film
Alasan ketiga sekaligus yang paling personal adalah misi Reza Rahadian untuk membuka ruang dan memberikan kesempatan bagi aktor dan aktris muda yang belum dikenal luas. Reza menegaskan pentingnya memberi panggung bagi generasi baru yang memiliki potensi namun belum mendapat sorotan publik. "Saya ingin berkontribusi melahirkan aktor-aktris generasi baru yang secara latar belakang mungkin belum terlalu populer atau belum semua publik mengenal, tapi semua orang berhak mendapatkan kesempatan yang sama," ungkapnya. Prinsip ini merupakan bentuk rasa syukur Reza atas kesempatan yang pernah ia terima di awal kariernya, yang kini ingin diteruskan sebagai estafet kebaikan dalam dunia perfilman Indonesia.
Keputusan Reza Rahadian untuk memilih Claresta Taufan pun terbukti sangat tepat. Berkat akting gemilang Claresta, film "Pangku" tidak hanya sukses di tingkat nasional, tetapi juga meraih prestasi internasional, termasuk piala Aktris Terbaik di Busan International Film Festival (BIFF). Kesuksesan ini sekaligus menjadi bukti bahwa memberikan ruang bagi talenta baru mampu membawa angin segar sekaligus membuka peluang lebih luas dalam industri perfilman Indonesia.
Ke depan, semangat Reza untuk terus membina dan menghadirkan aktor muda berbakat akan menjadi salah satu kontribusi penting dalam memperkaya perfilman Tanah Air. Pemilihan Claresta Taufan dalam film debut sutradaranya juga menjadi inspirasi bagi pelaku industri untuk berani memberi kesempatan dan mempercayai potensi generasi baru di dunia seni peran.
Source: www.suara.com





