
Dua aktivis iklim dari kelompok radikal Futuro Vegetal melakukan aksi protes dengan melemparkan cat merah ke mural berjudul "First Tribute to Christopher Columbus" yang berusia 133 tahun. Mural ini, karya seniman Jose Garnelo, dipamerkan di Museum Angkatan Laut Madrid, Spanyol. Aksi ini direkam dalam video yang kemudian viral dan menyebabkan kedua pelaku ditangkap serta didakwa atas kejahatan terhadap warisan budaya.
Aksi Vandalisme di Museum Madrid
Dalam rekaman yang dilaporkan oleh media lokal El Pais dan dikutip oleh New York Post, dua perempuan yang merupakan anggota Futuro Vegetal secara sengaja menyiramkan cat merah ke mural Christopher Columbus. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan, "12 Oktober, tidak ada yang perlu dirayakan. Keadilan eko-sosial." Aksi ini berlangsung cepat, tetapi petugas keamanan museum segera mencegah kerusakan lebih lanjut dan menangkap keduanya dengan bantuan pengunjung.
Latar Belakang dan Pesan Aktivis
Kelompok Futuro Vegetal merupakan kumpulan aktivis yang fokus pada isu-isu lingkungan dan keadilan sosial. Nama mereka yang berarti "Masa Depan Vegetarian" mencerminkan nilai-nilai ekologis dan sosial yang mereka anut. Juru bicara kelompok, Luna Lagos, menyampaikan bahwa perayaan Hari Columbus yang dilakukan pada tanggal 12 Oktober oleh Spanyol dan negara-negara lain merupakan bentuk penghormatan pada "penindasan dan genosida terhadap penduduk asli Abya Yala," istilah asli untuk benua Amerika.
Kontroversi Hari Columbus
Pendirian perayaan Hari Columbus menimbulkan kontroversi di berbagai belahan dunia. Di Spanyol, hari tersebut menjadi peringatan terhadap pelayaran bersejarah tahun 1492 yang didanai oleh negara itu. Namun, di Amerika Serikat dan tempat lain, hari serupa diperdebatkan karena dianggap merayakan penjajahan dan penderitaan penduduk asli yang menyertainya. Kelompok aktivis seperti Futuro Vegetal menentang keras narasi ini dan menggunakan aksi mereka untuk menyoroti sisi gelap sejarah tersebut.
Dampak Hukum dan Reaksi Museum
Setelah insiden itu, kedua aktivis ditahan oleh petugas keamanan museum dan segera diserahkan kepada polisi. Keduanya kini menghadapi dakwaan atas pelanggaran terhadap warisan budaya, yang diatur secara ketat oleh hukum Spanyol untuk melindungi karya seni dan situs bersejarah. Pihak museum belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kerusakan pada mural, namun tindakan mereka mencerminkan upaya menjaga kelestarian aset budaya nasional.
Isu Warisan Budaya dan Aktivisme
Kasus ini menjadi contoh ketegangan antara pelestarian warisan budaya dan kritik atas narasi sejarah yang dianggap tidak adil atau diskriminatif. Aktivis menggunakan metode protes langsung untuk membawa perhatian publik pada isu-isu seperti kolonialisme, genosida, dan kerusakan lingkungan yang dipicu oleh tindakan sejarah tersebut. Namun, metode seperti vandalisme juga memicu perdebatan tentang batasan kebebasan berpendapat dan perlindungan terhadap karya seni.
Fakta Penting Mengenai Kasus ini
- Mural "First Tribute to Christopher Columbus" dilukis pada tahun 1892 oleh Jose Garnelo.
- Lokasi mural adalah Museum Angkatan Laut Madrid, Spanyol.
- Aksi dilakukan oleh dua perempuan anggota Futuro Vegetal.
- Cat merah digunakan sebagai simbol protes terhadap penindasan sejarah.
- Aktivis membentangkan spanduk dengan pesan penolakan terhadap perayaan Hari Columbus.
- Kedua pelaku ditangkap dan didakwa atas kejahatan terhadap warisan budaya.
Insiden ini juga menjadi pengingat tentang bagaimana simbol sejarah dan karya seni dapat memicu perdebatan sosial yang mendalam. Protes yang menyentuh isu sejarah dan lingkungan ini menunjukkan bahwa warisan masa lalu masih sangat relevan dan kontroversial hingga kini. Museum dan lembaga kebudayaan dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan antara penghormatan terhadap karya seni dan sensitivitas terhadap narasi yang dipertanyakan oleh sebagian masyarakat.
Source: lifestyle.bisnis.com





