
Konser bertajuk I’m Still Here yang digelar di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta, menjadi momentum istimewa bagi Harvey Malaihollo dalam memperingati 50 tahun kiprahnya di industri musik Indonesia. Acara ini tidak hanya menampilkan ragam lagu hits Harvey secara megah, namun juga menyajikan kolaborasi emosional bersama anggota keluarganya, termasuk sang keponakan, Mikha Tambayong.
Harvey membuka konser dengan membawakan lagu-lagu yang sudah melekat di benak para penggemar, seperti “Sampai Menutup Mata”, “Dia”, dan “Kisah Kehidupan”. Sentuhan khas suara Harvey masih mampu mengundang nostalgia para penonton, mengingatkan pada masa keemasan musik tanah air. Suasana menjadi semakin hangat dan penuh makna saat Mikha Tambayong naik ke panggung dan membawakan lagu “September Pagi” secara duet dengan sang paman. Kolaborasi ini memancarkan kedekatan keluarga yang jarang terlihat di kancah musik modern.
Penampilan bertema keluarga ini tidak berhenti sampai di situ. Dua putra Harvey, Joshua dan Ben Malaihollo, ikut menyemarakkan panggung dengan lagu “Terima Kasih Cinta”, memperkuat nuansa kehangatan dan kebanggaan seorang ayah yang menonton langsung anak-anaknya tampil bersama dirinya. Momen penuh emosi ini juga menjadi bukti bahwa warisan musikal keluarga Malaihollo terus berlanjut ke generasi muda.
Konser I’m Still Here juga menghadirkan warna musikal yang beragam. Penyanyi cilik Arika menyita perhatian dengan lagu “Permata Hatiku” yang diiringi alunan harpa dari maestro Maya Hasan. Keindahan musik ini membuat Maya Hasan mengaku sangat terharu dan merasa seperti pulang ke rumah. Penampilan penutup yang enerjik disuguhkan oleh Piche Kota, finalis Indonesian Idol asal Ambon, yang membawakan lagu “Kota Ambon” dan “Waktu Hujan Sore-Sore”, menambah semarak suasana.
Dalam kesempatan tersebut, Mikha Tambayong menyampaikan rasa bahagianya dapat berkolaborasi langsung dengan sang paman yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan musiknya. Ia mengungkapkan bahwa lagu-lagu Harvey tidak hanya mewarnai kariernya tetapi juga membawanya kembali ke masa kecil yang penuh kenangan bersama keluarga, termasuk ibu dan neneknya.
Harvey Malaihollo tampil memukau dalam balutan busana rancangan desainer kondang Ivan Gunawan, didukung oleh kehadiran rekan-rekan musisi ternama seperti Ruth Sahanaya, Erwin Gutawa, Andre Hehanusa, hingga Ayu Dyah Pasha. Mereka semua memberikan dukungan nyata atas perjalanan panjang Harvey, sekaligus merayakan kelanggengan karya-karya terbaiknya di dunia musik.
Melalui konser ini, Harvey sekaligus memperkenalkan talenta muda dalam dunia musik Indonesia sebagai bagian dari kesinambungan warisan musikal yang telah dibangunnya selama lima dekade. Dalam kata penutupnya, Harvey mengatakan bahwa kolaborasi bersama keluarga dan teman-teman musisi muda memberi kebahagiaan yang luar biasa sekaligus memperkuat ikatan antar generasi di industri musik tanah air.
Source: www.medcom.id





