Dikhianati Mantan Karyawan, Ashanty Siap Buka Pintu Maaf dengan Hati Lapang

Ashanty, selebritas dan pebisnis, menyatakan kesiapannya membuka pintu maaf bagi mantan karyawannya, Ayu Chairun Nurisa, meski kini Ayu telah resmi menjadi tersangka dalam kasus penggelapan dana perusahaan milik Ashanty. Pernyataan ini disampaikan Ashanty sebagai respons atas perseteruan yang berlanjut antara dirinya dengan Ayu yang dianggapnya melakukan tindakan yang tidak terpuji.

Ashanty menyayangkan sikap Ayu yang memilih untuk melawan daripada menyelesaikan permasalahan dengan itikad baik. Dalam sebuah wawancara yang diunggah di kanal YouTube pada Minggu (19/10/2025), Ashanty menegaskan bahwa Ayu seharusnya menunjukkan rasa malu karena selama delapan tahun bekerja, Ayu bergantung hidup kepada perusahaan yang ia kelola. Namun saat terbukti bersalah mengambil dana perusahaan, Ayu justru melaporkan balik Ashanty ke pihak berwajib.

“Harusnya ada rasa malu. Kamu pernah bergantung hidup sama orang itu. Ketika ketahuan berbuat salah, kok malah melawan?” ujar Ashanty. Ia juga menekankan bahwa jika Ayu datang dengan sikap baik, mengakui kesalahan, meminta maaf, dan berjanji mencicil kerugian, maka siapa pun pasti akan memaafkan tindakan tersebut.

Meski demikian, Ashanty tidak mengomentari secara spesifik apakah tindakan Ayu ini dilakukan atas kemauan sendiri atau ada pengaruh dari pihak lain. Namun, menurut Ashanty, tindakan Ayu yang melaporkan dirinya meskipun telah melakukan penggelapan adalah bentuk sikap zalim yang tidak dapat dibenarkan. Hal ini membuat Ashanty merasa perlu untuk menyampaikan bahwa ia bukan berniat mencari balas dendam ataupun menginginkan hukuman berat bagi Ayu.

“Saya bukan ingin dia menderita atau dipenjara. Namun ingin dia sadar. Dahulu datang ke saya enggak punya apa-apa, delapan tahun bekerja harusnya bisa introspeksi diri,” jelas Ashanty dengan nada harap agar Ayu memahami kesalahannya dan mengambil pelajaran dari kejadian tersebut.

Ashanty menambahkan bahwa sebagai sosok yang mencintai kedamaian, dia sangat menyesalkan sikap mantan karyawannya yang memilih memperkeruh suasana dengan melakukan perlawanan. Namun ia tetap menyerahkan seluruh proses hukum yang sedang berjalan kepada pihak kepolisian dan aparat berwenang. Apalagi, Ayu diketahui tidak kooperatif dalam proses pemanggilan oleh penyidik.

Untuk diketahui, status hukum Ayu telah dinaikkan menjadi tersangka atas kasus penggelapan dana perusahaan. Pada kenyataannya, Ayu absen saat dipanggil untuk diperiksa, yang dinilai sebagai tindakan tidak kooperatif. Oleh karena itu, Ashanty menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan dan penegakan hukum bagi Ayu kepada institusi hukum.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan seorang selebritas yang juga menjalankan bisnis sekaligus masalah internal yang melibatkan kepercayaan dan kedisiplinan seorang mantan karyawan. Dalam situasi seperti ini, sikap bijaksana dan keterbukaan terhadap solusi damai yang ditunjukkan oleh Ashanty memperlihatkan contoh pengelolaan konflik yang didasarkan pada prinsip keadilan dan kemanusiaan.

Ayu Chairun Nurisa sendiri harus menghadapi konsekuensi hukum setelah dikeluarkan surat penetapan tersangka atas kasus penggelapan dana yang sedang diselidiki. Meski begitu, Ashanty tetap berharap agar Ayu dapat introspeksi dan menunjukkan itikad baik untuk memperbaiki keadaan, mengingat masa kerja mereka yang panjang dan hubungan yang sempat terjalin baik sebelumnya.

Kasus ini menjadi pembelajaran penting terkait tata kelola perusahaan, integritas, dan bagaimana cara menyikapi konflik yang muncul antara pemberi kerja dan karyawan. Selain itu, perselisihan ini juga menggarisbawahi pentingnya penyelesaian masalah secara kekeluargaan sebelum menyeretnya ke ranah hukum yang berpotensi merusak nama baik semua pihak terkait.

Source: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button