Sinopsis No Other Choice, Film Peraih Rating 100% di Rotten Tomatoes

No Other Choice, film thriller kriminal karya sutradara Park Chan Wook, berhasil mencuri perhatian global setelah meraih rating sempurna 100% di situs Rotten Tomatoes dengan label Certified Fresh. Prestasi ini menegaskan bahwa film tersebut mendapat pengakuan luas dari para kritikus internasional sebagai salah satu karya sinematik berkualitas tinggi.

Film ini pertama kali diputar di Festival Film Internasional Venesia 2025 dan mendapat sambutan hangat, bahkan memborong 12 nominasi dalam Blue Dragon Film Awards ke-46, termasuk di antaranya kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Aktor Terbaik. Perolehan penghargaan tersebut semakin menambah kredibilitas No Other Choice sebagai film yang layak mendapat sorotan utama di level internasional.

Kesuksesan Box Office dan Penerimaan Publik
No Other Choice juga sukses secara komersial, terutama di Korea Selatan. Film yang dibintangi oleh Lee Byung-hun ini berhasil menempati posisi puncak box office selama akhir pekan tanggal 26-28 September dengan pendapatan mencapai US$4,5 juta. Pada periode tersebut, film ini terjual sebanyak 609.280 tiket dan menguasai 45,2% penjualan di 1.871 layar bioskop nasional.

Menurut data dari KOBIS, layanan pengawasan box office yang dikelola oleh Dewan Film Korea, total pendapatan No Other Choice mencapai US$7,4 juta sejak peluncurannya pada 24 September. Prestasi ini menunjukkan bahwa selain mendapat apresiasi kritis, film ini juga mendapat sambutan positif dari penonton luas.

Sinopsis No Other Choice
No Other Choice mengusung cerita tentang perjuangan dan konflik batin yang dialami pasangan suami istri bernama Man Soo dan Mi Ri. Man Soo, diperankan oleh Lee Byung-hun, adalah seorang pria yang kehilangan pekerjaannya setelah 25 tahun bekerja di sebuah perusahaan kertas. Di tengah situasi yang menekan, perusahaan itu memberikan belut mahal sebagai tanda perpisahan, yang sebenarnya merupakan simbol bahwa Man Soo resmi terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) setelah perusahaan tersebut diakuisisi oleh pihak Amerika.

Kehilangan pekerjaan ini membawa Man Soo ke dalam tekanan emosional dan finansial yang berat. Ia merasa hidupnya berbalik drastis dan penuh ketidakpastian. Dalam perjuangan untuk mempertahankan keluarganya dan keberlangsungan hidup, Man Soo mulai merencanakan langkah ekstrem. Ia memutuskan untuk mengeliminasi secara perlahan orang-orang yang dianggap menghalangi jalannya dalam meraih kesuksesan.

Cerita kemudian berkembang menjadi ketegangan yang mencekam dengan serangkaian aksi pembunuhan yang dilakukan Man Soo. Konflik moral dan intensitas drama kriminal terus meningkat, menggambarkan perjalanan seorang pria biasa yang tertekan hingga mengambil keputusan di luar batas kewajaran demi mempertahankan harga diri dan keluarganya.

Daya Tarik Film dan Faktor Pendukung Kesuksesan
Selain alur cerita yang kuat dan penuh ketegangan, No Other Choice didukung oleh akting memukau Lee Byung-hun. Performa aktingnya mendapat pujian khusus dari kritikus yang menilai kemampuannya membawakan karakter kompleks dengan sangat meyakinkan. Kolaborasi dengan sutradara Park Chan Wook yang dikenal lewat karya-karya bertema gelap dan intens membuat film ini punya kualitas visual dan narasi yang khas.

Tidak hanya itu, film ini juga mendapat nilai positif karena mampu merefleksikan isu sosial kontemporer, seperti dampak korporasi multinasional dan pemutusan hubungan kerja yang kerap menyulitkan kehidupan pekerja biasa. Cerita yang dikemas dengan suspense thriller memberikan nuansa yang segar sekaligus menantang penonton untuk merenungkan dampak tekanan sosial terhadap psikologi manusia.

No Other Choice menjadi salah satu film Korea yang berhasil menembus pasar global dengan menggabungkan cerita personal dan relevansi sosial, serta estetika sinematik yang memikat. Film ini menegaskan posisi Park Chan Wook sebagai salah satu sutradara paling inovatif dan berpengaruh di dunia perfilman saat ini.

Dengan berbagai prestasi tersebut, No Other Choice terus diprediksi akan menjadi film penting yang memberi pengaruh kuat bagi sinema Korea Selatan dan dunia, baik dari sisi kritik maupun penikmat film umum. Film ini menjadi contoh kesuksesan sinema yang menggabungkan kualitas artistik dan daya tarik penonton secara bersamaan.

Source: lifestyle.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button