Pacar Ammar Zoni Bayar Rp 500.000 Per Minggu untuk Kamar Penjara, Ini Faktanya

Kekasih Ammar Zoni, drg. Kamelia, mengonfirmasi bahwa dirinya membayar biaya kamar penjara untuk Ammar Zoni sebesar Rp 500.000 per minggu. Pernyataan ini disampaikan oleh Kamelia dalam sebuah wawancara pada Minggu (26/10/2025), di mana ia menegaskan bahwa sejak Ammar ditahan, ia yang mengelola keuangan sang aktor, termasuk penghasilan dari bisnis properti yang dijalankan Ammar bersama rekannya.

Pengelolaan Keuangan Ammar Zoni oleh Kamelia
Kamelia menjelaskan bahwa dirinya mulai mengelola keuangan Ammar Zoni sejak resmi berpacaran. "Saya kenal Bang Ammar kan saat dia sudah ditahan. Semenjak itu saya mengambil alih keuangannya karena dia punya bisnis di luar penjara," ujarnya. Dalam bisnis properti tersebut, keuntungan yang diperoleh diteruskan sepenuhnya kepada Kamelia untuk dikelola. Penghasilan dari bisnis itu dipergunakan untuk kebutuhan Ammar selama menjalani masa tahanan.

Pembayaran Kamar di Lapas
Biaya kamar penjara yang dibayar oleh Kamelia mencapai Rp 500.000 per minggu. Biaya ini mencakup berbagai kebutuhan Ammar selama berada di lapas. "Duitnya dikasih semua ke saya untuk dipegang, ini untuk kebutuhan Ammar semua mulai dari bayar kamar dan macam-macam," tambah Kamelia. Hal ini menunjukkan bahwa biaya yang dibutuhkan tidak hanya untuk kamar, tetapi juga untuk pemenuhan kebutuhan lain selama Ammar menjalani hukuman.

Penolakan Isu Transaksi Uang dari Ammar Zoni
Selain membahas soal pembayaran kamar penjara, Kamelia juga menanggapi isu yang beredar terkait adanya transfer uang dari Ammar kepada dirinya dari hasil penjualan narkoba di dalam penjara. Ia menegaskan tidak pernah menerima uang dari Ammar dengan cara tersebut. “Jadi sekali lagi ya, enggak ada transferan uang dari Bang Ammar ke saya. Ingat, enggak ada sama sekali,” tegas Kamelia. Pernyataan ini menepis kabar miring yang sempat beredar dan menegaskan bahwa Kamelia menjalankan peran sebagai pendamping yang mendukung Ammar secara finansial lewat sumber yang sah.

Context Kasus Ammar Zoni
Kasus penahanan Ammar Zoni telah menjadi sorotan publik luas, terutama karena keterlibatan sang aktor dalam kasus narkoba. Meski demikian, dukungan dari drg. Kamelia menjadi salah satu faktor kunci yang membantu Ammar menjalani masa tahanan dengan lebih teratur dan terkontrol secara kebutuhan material.

Pentingnya Dukungan Finansial untuk Narapidana
Fenomena pembayaran kamar lapas oleh keluarga atau kerabat tahanan memang bukan hal yang asing di Indonesia. Sistem lapas yang memungkinkan tahanan mendapatkan fasilitas kamar yang lebih layak melalui pembayaran ekstra telah menjadi realita di berbagai lembaga pemasyarakatan. Biaya Rp 500.000 per minggu yang dibayar oleh Kamelia adalah contoh konkret bagaimana dukungan finansial bisa membantu meningkatkan kualitas hidup tahanan dalam masa hukuman.

Berbagai pihak juga mencatat bahwa keterlibatan pendamping dalam mengelola keuangan narapidana penting untuk memastikan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi tanpa mengandalkan sumber yang tidak jelas ataupun aktivitas ilegal. Dalam kasus Ammar Zoni, sumber dana yang berasal dari bisnis properti yang sah menjadi jaminan bagi Kamelia untuk menjalankan dukungannya secara transparan dan akuntabel.

Tinjauan Lebih Lanjut
Kasus ini turut menimbulkan diskusi mengenai transparansi dan regulasi fasilitas tambahan di dalam lapas yang memungut biaya dari narapidana. Beberapa kalangan menilai bahwa keberadaan kamar dengan biaya mahal bisa memperlihatkan ketidaksetaraan dalam perlakuan narapidana. Namun di sisi lain, pembayaran semacam ini juga dianggap sebagai salah satu bentuk dukungan nyata dari keluarga atau pihak dekat.

Pernyataan Kamelia yang terus terang mengenai angka biaya dan pengelolaan keuangan menjadi informasi berharga yang dapat memberikan gambaran luas tentang bagaimana kondisi yang dihadapi oleh narapidana dan pendamping mereka selama masa hukuman. Informasi ini penting sebagai bahan kajian bagi publik dan pihak terkait untuk memahami dinamika kehidupan di dalam lembaga pemasyarakatan.

Source: www.beritasatu.com

Exit mobile version