Berkaca dari Taylor Swift & Metallica, D’Masiv Mantap Pilih Jalur Indie

Keputusan D’Masiv untuk meninggalkan label mayor dan memilih jalur independen didasari oleh inspirasi dari musisi dunia seperti Taylor Swift, Bruno Mars, hingga Metallica yang lebih dulu berhasil di jalur ini. Vokalis D’Masiv, Rian Ekky Pradipta, menjelaskan bahwa tren global saat ini menunjukkan sejumlah besar musisi papan atas beralih menjadi independen, memungkinkan mereka mengendalikan karya dan bisnis secara penuh.

Rian menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar tren semata, melainkan respons strategis terhadap kondisi industri musik yang masih memiliki banyak aturan abu-abu yang belum sepenuhnya berpihak pada seniman. Taylor Swift menjadi contoh utama bagi D’Masiv dalam mengelola karier dan aset secara mandiri. "Kalau ingin sukses, harus seperti Taylor Swift meski jalannya tidak mudah, terutama di Indonesia," ujar Rian saat ditemui di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Kelebihan Jalur Indie bagi D’Masiv

Dengan mengambil jalur independen, D’Masiv kini memiliki kebebasan penuh dalam menentukan arah kreatif serta pengelolaan bisnis mereka. Mereka tidak lagi terikat oleh aturan ketat dari label besar sehingga bisa lebih leluasa mengembangkan musik dan strategi pemasaran sesuai visi pribadi.

Langkah ini sejalan dengan visi D’Masiv untuk membangun "kerajaan sendiri" di industri musik, yang mencakup pengelolaan musik, hak cipta, hingga merchandise di bawah kendali mereka. Model bisnis ini memungkinkan band untuk lebih maksimal mengoptimalkan pendapatan dan mengontrol penggunaan karya mereka.

Konteks Internasional dan Lokal

Inspirasi dari Taylor Swift, Bruno Mars, dan Metallica bukan tanpa alasan. Ketiga artis tersebut dikenal sukses besar dengan manajemen karier mandiri yang memungkinkan mereka mengambil keputusan penting tanpa intervensi pihak ketiga, termasuk dalam hal distribusi musik dan hubungan dengan penggemar. Taylor Swift secara khusus diakui karena kemampuan mempertahankan kontrol penuh atas katalog musiknya, yang sekaligus menjadi sumber pendapatan berkelanjutan.

Sementara itu, Rian menyadari bahwa konteks di Indonesia berbeda dan menghadapi tantangan tersendiri. Namun, dengan semangat independen ini, D’Masiv optimistis bisa membuktikan bahwa band Indonesia juga mampu bersaing di panggung global lewat jalur mandiri.

Persiapan Album dan Konser Mendatang

Sebagai bentuk nyata dari visi mereka, D’Masiv tengah mempersiapkan album berbahasa Inggris yang dijadwalkan rilis pada April 2026. Selain itu, mereka juga merencanakan konser bertajuk "Harmony for Tomorrow" untuk memperlihatkan karya mereka secara langsung kepada publik.

Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa menjaga kontrol penuh atas karya dan aset bukan hanya soal bisnis, tapi juga tentang kualitas musik dan hubungan dengan penggemar yang lebih dekat.

Dampak bagi Industri Musik Indonesia

Keputusan D’Masiv memilih jalur independen mencerminkan perubahan dinamika industri musik yang makin banyak diikuti oleh musisi Tanah Air. Model independen memberi kesempatan bagi artis untuk membangun brand dan bisnis secara berkelanjutan tanpa harus bergantung pada label besar yang sering kali membatasi kebebasan artistik.

Industri musik Indonesia pun mulai mengalami diversifikasi model bisnis yang menyesuaikan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar global. Dengan semakin banyak artis memilih jalur ini, diharapkan akan muncul lebih banyak inovasi dan kewirausahaan kreatif dalam bidang musik.

Langkah D’Masiv terinspirasi langsung oleh musisi dunia yang sukses mandiri menjadi cerminan semangat baru dalam industri musik. Mereka bukan hanya mengikuti tren, melainkan membangun fondasi yang kokoh demi karier dan karya yang lebih terjaga. Dengan kontrol penuh atas proses kreatif dan bisnis, D’Masiv siap menghadapi era baru dengan percaya diri dan visi yang jelas.

Source: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button