Direktur Mecimapro Ditangkap, Ini Deretan Kasus Konser K–Pop di Jakarta

Direktur PT Melania Citra Permata (Mecimapro), Fransiska Dwi Melani, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya atas dugaan penggelapan dana terkait konser TWICE yang berlangsung di Jakarta pada Desember 2023. Penetapan ini berkaitan dengan gugatan yang diajukan oleh PT Media Inspirasi Bangsa (MIB), selaku penyelenggara bersama Mecimapro, yang menduga adanya penyimpangan pada pengelolaan dana konser tersebut.

Kasus yang menjerat Fransiska ini menambah panjang daftar kontroversi yang melibatkan Mecimapro dalam penyelenggaraan konser-konser K-Pop di Jakarta selama beberapa tahun terakhir. Mekanisme pengelolaan tiket, pengembalian dana, hingga pengaturan antrean menjadi beberapa titik krusial yang sering menjadi sumber keluhan penggemar.

Kekacauan saat Penukaran Tiket Konser Seventeen

Salah satu insiden paling dramatis terjadi pada sesi penukaran tiket konser Seventeen World Tour in Jakarta, yang digelar pada awal Februari 2025. Mecimapro menetapkan aturan ketat bahwa penukaran tiket hanya bisa dilakukan di Lotte Mall, Jakarta Selatan, dalam periode 4 hingga 9 Februari, sedangkan konser digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, pada tanggal 8 dan 9 Februari.

Aturan ini menimbulkan antrean panjang yang tak terkendali di area penukaran tiket dan sekitarnya. Foto serta video yang beredar di media sosial menunjukkan antrian yang mengular hingga masuk ke area parkir, trotoar, bahkan tanah lapang. Situasi kurang pengelolaan ini berujung pada kecelakaan, di mana seorang penggemar atau Carat terlindas mobil saat mengantre di area rubanah mal. Selain itu, sistem pembagian gelang yang kacau juga membuat risiko kehilangan atau tercecernya tiket semakin tinggi.

Proses Refund Konser IVE yang Berlarut-larut

Selain kekacauan penukaran tiket, Mecimapro juga menghadapi kritik terkait proses refund tiket konser IVE yang berjalan sangat lambat. Konser yang awalnya dijadwalkan pada 13 dan 14 Januari 2024 harus ditunda hingga Agustus 2024. Proses pengembalian dana yang berlarut-larut memicu ketidakpuasan dari para penggemar yang sudah melakukan pembelian tiket.

Ketidakjelasan Nomor Antrean di Konser Treasure

Permasalahan lainnya muncul pada konser Treasure Relay Tour Reboot in Jakarta pada Juni 2024. Para penggemar menemukan ketidaksesuaian nomor antrean (Queue Number/QN) yang diberikan Mecimapro, dimana mereka yang membeli tiket kategori lebih mahal justru mendapatkan nomor antrean yang lebih besar, artinya harus antre lebih belakang. Keluhan ini memicu aksi protes dari komunitas penggemar Treasure yang dikenal sebagai Teume.

Kisruh Pengembalian Dana dan Perubahan Lokasi Konser Day6

Baru-baru ini, kasus terbaru muncul dari konser Day6 yang semula direncanakan di Jakarta International Stadium (JIS), namun secara mendadak dipindahkan ke Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK) dengan pengumuman hanya kurang dari dua bulan sebelum jadwal konser. Perubahan ini menjadi sumber ketidakpuasan besar.

Selain itu, banyak pembeli tiket yang mengaku belum menerima tiket elektronik meskipun sudah melakukan pembayaran sejak lama, baik melalui situs Mecimapro sendiri maupun melalui platform Tiket.com. Ketidakjelasan nomor kursi dan nomor antrean semakin memperumit situasi. Meskipun Mecimapro membuka opsi refund mulai 3 sampai 5 April 2025, proses pengembalian dana hingga kini belum sepenuhnya diselesaikan, menimbulkan protes besar dari MY Day, basis penggemar Day6.

Mecimapro, yang selama ini menjadi mitra utama dalam penyelenggaraan konser K-Pop di Jakarta, kini menghadapi berbagai persoalan serius yang mencoreng reputasinya. Kasus penggelapan dana yang menimpa direkturnya turut menambah tekanan atas kinerja perusahaan tersebut. Sejumlah penggemar hingga kini masih menunggu kejelasan dan penyelesaian dari berbagai masalah yang muncul, terutama terkait transparansi dana, pengembalian tiket, dan pengelolaan antrian yang aman dan tertib.

Source: www.medcom.id

Berita Terkait

Back to top button