Masalah Tak Ada Habisnya, Fuji Datangi Polres Jaksel Beri Keterangan Tambahan

Fujianti Utami Putri atau yang lebih dikenal sebagai Fuji kembali mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat, 31 Oktober 2025, untuk memberikan keterangan tambahan terkait laporan dugaan penggelapan dana yang tengah ia tangani. Kedatangan Fuji kali ini bukan untuk kasus lama, melainkan untuk memperkuat laporan baru yang telah diajukan sebelumnya, dengan tujuan melengkapi bukti dan memastikan keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus tersebut.

Didampingi kuasa hukumnya, Sandy Arifin, Fuji menjalani pemeriksaan yang difokuskan pada klarifikasi sejumlah pertanyaan dan pengumpulan saksi tambahan. Sandy mengungkapkan bahwa kedatangan mereka untuk memperjelas beberapa hal penting terkait bukti dan mencari tahu apakah ada pihak lain yang juga berperan dalam kasus ini. “Jadi agendanya, mau ada beberapa pertanyaan yang mungkin mau kita lengkapi. Terkait bukti dan beberapa saksi,” kata Sandy saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Keterangan tambahan yang diberikan Fuji bukan terkait dengan kasus lama yang pernah mencuat sebelumnya, melainkan laporan yang sepenuhnya baru. Saat ditanya apakah hal ini terkait dengan masalah penggelapan dana dengan sang manajer, Fuji membantah dan menegaskan laporan yang dilayangkan kini berdiri sendiri sebagai perkara baru. “Baru, laporannya kan baru,” ujar Fuji menjelaskan.

Kasus ini berawal dari laporan Fuji pada 20 Maret 2025 terhadap sebuah agensi yang diduga menahan pembayaran dari kerja sama Fuji dengan beberapa brand. Agensi tersebut bertanggung jawab dalam mengelola dana hasil endorsement yang dilakukan Fuji, namun pembayaran tidak kunjung diterima meski konten telah dibuat dan disepakati. Dugaan penggelapan dana ini menimbulkan kerugian yang cukup signifikan bagi Fuji, sehingga ia mengambil langkah hukum dengan melaporkan permasalahan tersebut ke pihak kepolisian.

Kuasa hukum Fuji memastikan bahwa dalam pemeriksaan kali ini mereka juga berusaha mengidentifikasi pihak-pihak lain yang mungkin terlibat atau mengetahui permasalahan tersebut. Informasi ini penting untuk memperkuat laporan dan memperjelas jalannya kasus agar pengusutan dapat berjalan efektif. Sandy menyatakan, “Nah hari ini makanya kebetulan Kak Uti lagi santai dan bisa hadir untuk memberikan keterangan tambahan. Sama mau memastikan siapa-siapa lagi tambahannya sama buktinya.”

Namun, baik Fuji maupun pengacaranya belum bersedia mengungkapkan detail lengkap terkait perkembangan kasus ini saat keluar dari pemeriksaan. Sandy hanya berjanji bahwa setelah pertemuan dengan penyidik selesai, mereka akan memberikan penjelasan lebih lanjut kepada publik. “Nanti kita jelasin lagi setelah kita di atas,” ujarnya singkat.

Kasus penggelapan dana terhadap Fuji menjadi sorotan publik lantaran selain statusnya sebagai selebgram dan influencer yang memiliki banyak pengikut, persoalan ini juga menyinggung soal profesionalisme serta transparansi dalam kerja sama bisnis digital. Sengketa ini mengungkap adanya permasalahan yang masih sering terjadi di industri hiburan dan endorsement, terutama dalam pengelolaan dana oleh pihak ketiga seperti agensi atau manajer.

Dalam konteks ini, langkah hukum oleh Fuji menjadi contoh bagi para pelaku usaha di bidang digital maupun artis yang sering bekerja sama dengan berbagai brand. Penting bagi mereka untuk mengawasi dan memastikan pembayaran sesuai kesepakatan agar tidak terjebak dalam persoalan hukum maupun finansial. Fuji sebagai sosok publik figur pun berharap keadilan dapat ditegakkan dan proses hukum berjalan dengan objektif.

Masyarakat dan para penggemar Fuji terus mengikuti perkembangan kasus ini dengan seksama, terutama menanti keputusan dari penyidik Polres Metro Jakarta Selatan setelah keterangan tambahan dari Fuji diberikan. Kasus yang sedang berjalan ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap dunia selebriti dan endorsement terdapat tantangan serius terkait perlindungan hak dan keuangan yang membutuhkan penanganan profesional dan transparan.

Source: www.suara.com

Exit mobile version