Billie Eilish Singgung Kekayaan Miliarder: “Buat Apa Jadi Miliarder?”

Billie Eilish, penyanyi pop muda peraih Grammy, mengajukan pertanyaan provokatif kepada para miliarder mengenai alasan mereka mengumpulkan kekayaan dalam jumlah besar. Pernyataan ini disampaikan langsung di depan sejumlah tokoh terkaya dunia saat menerima penghargaan Inovator Musik pada acara WSJ Magazine Innovator Awards yang digelar Rabu (29/10/2025) di Museum of Modern Art, New York.

Dalam pidatonya, Eilish menantang para miliarder untuk mempertimbangkan bagaimana seharusnya kekayaan mereka digunakan. “Jika Anda seorang miliarder, untuk apa Anda menjadi miliarder? Tidak bermaksud benci, tetapi, ya, berikan uang Anda,” ujar Eilish dengan tegas. Ia mengajak orang-orang kaya yang hadir untuk menggunakan uang mereka demi mendukung program kemanusiaan dan lingkungan.

Sebelum naik panggung, komedian Stephen Colbert mengumumkan bahwa Billie Eilish akan menyumbangkan sebagian besar pendapatan dari tur musiknya bertajuk Hit Me Hard and Soft. Donasi yang disumbangkan sebesar 11,5 juta dolar AS atau setara sekitar Rp191,5 miliar tersebut akan dialokasikan untuk berbagai program sosial, termasuk pemerataan pangan, keadilan iklim, pengurangan polusi karbon, dan penanggulangan krisis iklim.

Kritik terhadap Ketimpangan Kekayaan

Pidato Eilish datang di tengah meningkatnya ketimpangan kekayaan global yang semakin menjadi sorotan. Berdasarkan laporan Oxfam 2023, hanya 1% orang terkaya di dunia yang menguasai 45,6% kekayaan global. Selain itu, 81 miliarder memiliki kekayaan gabungan melebihi 50% kekayaan dunia. Fakta ini menjadi latar kuat bagi seruan Eilish agar para miliarder lebih peka dan bertanggung jawab terhadap peran sosial mereka.

Di acara tersebut, hadir pula sejumlah tokoh penting, termasuk Mark Zuckerberg, salah satu miliarder paling terkenal di dunia dengan kekayaan miliaran dolar. Menurut laporan People, Zuckerberg tampak tidak bertepuk tangan menerima pidato Eilish yang secara implisit mengkritik gaya hidup dan akumulasi kekayaan para individu superkaya.

Respons dan Pengaruh Publik

Selain Zuckerberg, beberapa selebriti ternama lain yang hadir adalah istri Zuckerberg, Priscilla Chan yang juga mendapat penghargaan, serta Spike Lee, Hailey Bieber, Questlove, Adam Scott, dan Brittany Snow. Eilish memanfaatkan momentum ini untuk mendorong kesadaran lebih luas tentang pentingnya empati, keadilan sosial, serta tanggung jawab lingkungan.

Billie Eilish memang dikenal aktif menyuarakan isu politik dan sosial. Tidak hanya berbicara soal krisis iklim, Eilish juga mendukung gerakan Black Lives Matter dan memperjuangkan hak-hak veganisme. Sikap ini selaras dengan tren artis muda generasi Z yang semakin vokal menggunakan platform mereka untuk mengkritisi ketidakadilan dan praktik-praktik bisnis yang eksploitatif.

Contohnya adalah Chappell Roan, musisi lain dari generasi yang sama, yang pada awal tahun ini mengkritik industri rekaman saat menerima Grammy Award. Ia menyoroti ketidakadilan kompensasi yang dialami musisi, sementara label rekaman terus meraup keuntungan dari karya seniman.

Billie Eilish tampaknya ingin memperlihatkan bahwa popularitas dan keberhasilan finansial bukan hanya soal pengumpulan kekayaan materi semata, melainkan juga tentang memberi kontribusi positif kepada masyarakat dan planet.

Penggalangan dana dengan nilai puluhan juta dolar oleh Eilish menjadi langkah nyata yang menginspirasi banyak pihak, sekaligus menantang para miliarder untuk mempertimbangkan kembali bagaimana mereka menggunakan sumber daya besar yang dimiliki. Pendekatan yang berani dan nyata ini memperlihatkan bahwa perubahan sosial dan lingkungan bisa dimulai dari kesadaran dan tindakan para individu kaya yang memiliki kapasitas besar untuk membuat perbedaan.

Source: lifestyle.bisnis.com

Exit mobile version