Sadchurro resmi merilis album penuh perdananya bertajuk Everything Is Not Real pada Jumat, 21 November 2025. Album ini sudah tersedia di berbagai platform streaming musik dan menjadi penanda penting dalam perjalanan karier musik Ganes Mardhika sebagai Sadchurro.
Perjalanan pembuatan album ini dimulai sejak Sadchurro merilis single Blurry pada 2021. Setelah itu, maxi-single Ocean hadir di 2024 dan diikuti oleh lagu berbahasa Indonesia pertama, Biarkan, yang rilis pada pertengahan 2025. Proses ini berjalan cukup panjang namun tetap menyenangkan dan mengalir tanpa beban, menurut pengakuan Sadchurro.
Tema dan Konsep Album
Everything Is Not Real mengangkat tema seputar pengalaman hidup dewasa yang penuh dengan perasaan tidak nyaman emosional. Sadchurro menjelaskan bahwa album ini berkisah mengenai depresi, disosiasi, maupun perasaan detasemen, yang menimbulkan rasa asing dengan diri sendiri maupun dunia sekitar. "Kalau biasanya kita disuruh ‘grounding’, di sini gue coba mendalami atau meromantisasi perasaan itu," jelasnya.
Dalam album ini, Sadchurro membawa pendengar untuk menyelami sisi gelap dan emosional dewasa, yang jarang dipandang sebagai sesuatu yang perlu atau layak diungkapkan secara artistik.
Daftar Lagu dan Kolaborasi
Album Everything Is Not Real berisi sembilan lagu, yaitu:
- Liminal Dreaming
- Biarkan
- Blurry
- Sink Me In The Ocean
- Terminal 3
- Satu Gelas Lagi (feat. Rasyiqa)
- Cinema
- I (Don’t) Wanna Be Alone (feat. Danilla & Satan’s Heir)
- (Somehow) I’m Not Already Dead
Sadchurro masih setia pada genre emo, dream pop, dan sad pop yang sudah menjadi ciri khasnya sejak awal. Dia memilih Blurry dan I (Don’t) Wanna Be Alone yang menghadirkan vokal Danilla dan Satan’s Heir sebagai lagu favorit pribadi. Kolaborasi ini muncul secara organik dan membuat warna musik dalam album semakin kaya.
Musisi pendukung lain dalam pembuatan album ini adalah Casey Leiwakabessy sebagai produser sekaligus pengisi gitar, Dimas Jamal Mahdi di drum, Wisnu Ikhsantama pada synth, serta Ekrig alias Satan’s Heir yang juga turut menjadi co-producer di beberapa lagu.
Aspek Visual dan Rencana Promosi
Untuk urusan visual, Sadchurro mempercayakan Sara Alisha membuat logo, Vinodii memotret untuk artwork album dan menggarap video musik Biarkan. Sementara itu, Stella Marlena dan Reinhardt Reeves mengerjakan video lirik seluruh lagu di album ini.
Sadchurro telah menyiapkan rangkaian kegiatan lanjutan setelah perilisan, termasuk rilisan fisik album, showcase, merchandise, dan tur konser. Fokus utama adalah memperkenalkan lagu-lagu dalam album ini melalui panggung-panggung musik agar lebih dikenal oleh publik.
Sadchurro berharap Everything Is Not Real dapat menjadi teman pendengarnya di berbagai momen emosional. “Kalau ada satu-dua lagu yang bisa resonate sama siapapun, itu sudah lebih dari cukup,” ujarnya.
Album perdana Sadchurro ini sudah bisa dinikmati di platform streaming musik dan menjadi bukti perjalanan panjang serta evolusi musikal Ganes Mardhika di ranah indie Indonesia.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com




