Penipuan Konser Blackpink di Singapura Rugikan Penonton Rp77 Juta, Polisi Selidiki

Kasus penipuan tiket konser Blackpink di Singapura telah merugikan para penggemar hingga lebih dari Rp77 juta. Penipuan ini terjadi menjelang tur dunia Blackpink yang dijadwalkan berlangsung pada akhir November di Stadion Nasional Singapura.

Polisi Singapura mencatat setidaknya 11 laporan terkait penjualan tiket palsu sejak Oktober 2025. Para korban biasanya tertipu setelah membalas iklan tiket di berbagai platform daring seperti Telegram, Carousell, Facebook Messenger, TikTok, dan Xiaohongshu.

Penipu menggunakan berbagai cara meyakinkan korban dengan mengirim tangkapan layar tiket yang palsu atau video struk pembayaran. Mereka juga mengklaim tiket terbatas, mendorong korban supaya cepat membayar sebelum kehabisan tiket.

Setelah korban melakukan pembayaran, tiket tidak kunjung diterima. Bahkan, penipu akan meminta tambahan biaya dengan alasan belum menerima pembayaran dari korban. Para korban baru sadar ditipu ketika penipu menghilang dan tidak bisa dihubungi kembali.

Pihak kepolisian Singapura mengimbau agar penggemar hanya membeli tiket dari platform resmi, yaitu Ticketmaster. Mereka menegaskan tiket konser Blackpink tidak bisa dipindahtangankan atau dijual kembali sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Jika tetap membeli tiket bekas, masyarakat yang hadir di Stadion Nasional Singapura bisa ditolak masuk tanpa pengembalian uang. Tiket resmi hanya akan dikirim ke akun Ticketmaster pembeli sekitar dua minggu sebelum pertunjukan dan tidak dikirim melalui email.

Berikut ini beberapa poin penting terkait penipuan tiket konser Blackpink yang perlu diketahui:
1. Penipuan tiket palsu banyak terjadi di platform media sosial dan marketplace.
2. Penipu sering menggunakan bukti digital palsu agar tampak meyakinkan.
3. Tiket resmi hanya dijual oleh Ticketmaster dan tidak dapat dipindahtangankan.
4. Pembeli tiket bekas berisiko tidak bisa masuk ke lokasi konser.
5. Laporan penipuan bisa disampaikan kepada platform media sosial dan e-commerce.

Selain mengawasi pembelian tiket, kepolisian Singapura juga menganjurkan masyarakat mengunduh aplikasi ScamShield. Aplikasi ini membantu mendeteksi dan mencegah penipuan digital. Pihak berwenang pun sudah bekerja sama dengan beberapa platform daring untuk menghapus iklan tiket palsu.

Penipuan dalam penjualan tiket konser sejenis juga sudah pernah terjadi di Indonesia. Pada konser Blackpink tahun 2023, penggemar dilaporkan merugi hingga Rp172 juta akibat transaksi tiket palsu. Hal ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan dalam membeli tiket konser secara online.

Masyarakat dianjurkan untuk teliti dan waspada terhadap harga tiket yang tidak wajar atau penawaran dari penjual tidak resmi. Membeli tiket hanya dari sumber resmi memastikan keamanan dan kenyamanan saat menikmati pertunjukan idol favorit.

Kasus penipuan tiket konser Blackpink adalah peringatan bagi para penggemar agar selalu memastikan keaslian tiket sebelum melakukan transaksi. Polisi dan platform resmi terus melakukan upaya pencegahan demi melindungi hak konsumen dan menjaga keamanan acara.

Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button