Celine Evangelista Ungkap Reaksi Anak Saat Ia Memutuskan Tidak Berhijab secara Terbuka

Celine Evangelista baru-baru ini membagikan pengalaman mengenai reaksi anak-anaknya saat ia belum sepenuhnya mengenakan hijab setelah memutuskan menjadi mualaf. Ia mengaku anak-anaknya sempat merasa malu karena terbiasa melihat sang ibu dengan penampilan tertutup lengkap menggunakan hijab dan busana lengan panjang.

Menurut Celine, anak-anaknya mengatakan malu saat melihat rambutnya terlihat karena mereka sudah terbiasa pada sosok ibu yang berhijab. Ia menyampaikan hal ini dalam kanal YouTube Comic 8 Revolutions pada November 2025, menegaskan perubahan tersebut membuat anak-anaknya menyesuaikan diri dengan penampilan barunya.

Reaksi Anak yang Polos dan Alami

Celine menjelaskan bahwa sikap anak-anaknya yang malu adalah respons spontan dan tulus. Mereka belum sepenuhnya memahami alasan di balik perubahan ibu mereka menjadi mualaf dan berhijab. Hal ini menjadi momen refleksi bagi Celine tentang perannya dalam menuntun anak-anak memahami agama Islam secara lebih mendalam.

Ia mengungkapkan, "Pas masih buka-tutup, anak sempat malu bilang itu rambutnya kelihatan. Mungkin ya karena mereka terbiasa lihat aku pakai hijab." Pengalaman ini mengatakan banyak mengenai dinamika keluarga yang tengah menyesuaikan diri dengan tradisi dan nilai baru.

Kesadaran Celine Akan Tanggung Jawab Sebagai Muslimah dan Orang Tua

Peristiwa tersebut membuat Celine semakin sadar pentingnya berhijab sebagai tanda komitmen religius sekaligus tanggung jawab moral sebagai ibu. Ia mengaku mulai memikirkan bagaimana pentingnya memberikan contoh yang konsisten kepada anak-anaknya agar mereka juga memahami nilai-nilai yang dianut dalam keluarga.

Ia berkata, “Aku jadi mikir ya Allah anak aku saja malu lihat aku kalau terlihat terbuka,” yang menunjukkan perasaan cintanya dan kewaspadaan akan pengaruh yang ia berikan pada anak.

Komitmen Mengajarkan Agama Islam pada Anak

Saat diwawancarai oleh Ivan Gunawan, Celine menegaskan keseriusannya mengajarkan agama Islam kepada anak-anaknya. Ia menilai peran orang tua sangat krusial dalam menyampaikan nilai keimanan dan kebenaran yang diyakini. Hal ini bukan sekadar pilihan pribadi, tapi juga tanggung jawab yang harus dijalankan sampai akhir hayat.

Celine menuturkan, “Iya, itu kan tanggung jawab aku sebagai orang tua menyampaikan kebenaran yang kita yakini, itu kewajiban aku. Kita sebagai orang tua punya tanggung jawab sampai di akhirat nanti.” Pernyataan ini memperlihatkan tekadnya untuk membimbing anak sesuai dengan ajaran Islam yang dipeluknya.

Dampak Perubahan Gaya Hidup pada Keluarga

Perjalanan Celine dari seorang publik figur yang bukan muslim menjadi mualaf dan berhijab menunjukkan proses adaptasi yang tidak hanya dialami dirinya sendiri, tetapi juga anggota keluarganya. Sikap polos anak-anak terhadap perubahan ibu mereka merefleksikan realitas bahwa perubahan agama dalam sebuah keluarga membutuhkan adaptasi emosional dan komunikasi yang baik.

Hal ini sekaligus menegaskan pentingnya peran orang tua dalam membangun fondasi agama yang kuat di kalangan anak sejak dini. Konsistensi dalam tindakan dan pengajaran menjadi kunci untuk menumbuhkan pemahaman serta rasa nyaman anak dalam menjalani perbedaan.

Celine Evangelista memberi gambaran nyata bagaimana dinamika keluarga dapat berubah seiring dengan keputusan keagamaan. Respons anak-anak yang polos dan jujur menjadi pengingat bagi para orang tua bahwa proses pembelajaran dan penerimaan dalam keluarga perlu dijalani dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version