Mengapa Sydney Derby Tidak Lagi Menjadi Tiket Terpanas di Kota?
Sydney Derby pernah menjadi pertandingan paling dinanti dalam kalender A-League dengan hingga 12 dari 14 pertandingan awal selalu terjual habis. Bahkan pada puncaknya, sekitar 61.880 penonton memenuhi Stadium Australia, rekor tertinggi penonton sepak bola domestik di Australia hingga kini. Namun tren penonton mulai menurun, hanya dua dari 27 pertandingan terakhir yang berhasil terjual habis.
Menurut mantan pemain Sydney FC dan Western Sydney Wanderers, Mark Bridge, dan Shannon Cole, ada beberapa faktor yang menyebabkan hype Derby berkurang. Bridge mengingat masa lalu ketika pemain bintang seperti Emile Heskey, Shinji Ono, dan Alessandro Del Piero membawa antusiasme besar. Stadion yang lebih kecil seperti Parramatta Stadium mampu menciptakan atmosfer yang sangat hidup.
Namun perubahan ekonomi liga dan fokus A-League yang kini lebih condong ke pengembangan pemain muda turut mempengaruhi daya tarik pertandingan. Cole menambahkan bahwa kemudahan akses tontonan melalui media sosial membuat orang enggan hadir langsung ke stadion. "Dulu untuk mendapatkan sensasi sepak bola, kamu harus datang langsung," katanya. Kini, banyak penggemar memilih menikmati permainan dari layar, mengurangi atmosfer di stadion.
Keduanya sepakat bahwa penurunan ini bukan akhir dari segalanya. Cole optimistis bahwa liga akan kembali mencapai puncak kejayaannya. Bridge menekankan bahwa kesuksesan di lapangan tetap kunci utama untuk menarik penonton. "Pasar Australia itu unik dan komplikasi waktu," ujarnya. "Kalau tim mulai menang, fan akan kembali."
Mereka juga menyoroti perlunya pendekatan baru agar pertandingan lebih dari sekadar pertandingan bal-balan, termasuk kegiatan pendukung selama pertandingan supaya penggemar merasa terhubung dan memiliki pengalaman yang lebih dari sekadar nonton bola. Ide semacam barbershop dan aktivitas komunitas di stadion adalah contoh yang dapat diterapkan.
Dalam kerangka rivalitas, Derby tetap dianggap istimewa oleh para pemain meski ada momen kontroversial seperti pertemuan golf antar pemain dari tim lawan. Cole dan Bridge menyatakan rivalitas itu nyata dan melibatkan rasa bangga serta kebanggaan masing-masing suporter yang melekat erat di pertandingan ini.
Sydney Derby kini mencerminkan dinamika liga dan pasar olahraga yang semakin kompetitif di Australia. Meskipun bukan lagi tiket paling panas, pertandingan ini tetap menjadi barometer penting kondisi sepak bola domestik dan peluang untuk kembali bersinar lewat inovasi dan prestasi di lapangan.
Baca selengkapnya di: football360.com.au