PT Jasa Raharja melakukan pergantian jajaran direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada akhir Desember. Keputusan RUPSLB ini menetapkan Muhammad Awaluddin sebagai Direktur Utama Jasa Raharja menggantikan posisi sebelumnya.
Muhammad Awaluddin dikenal memiliki rekam jejak panjang di sektor BUMN. Ia pernah dipercaya sebagai Wakil Direktur Utama PT Telkom Indonesia dan juga sempat menjabat Direktur Utama PT Angkasa Pura II.
Pengalaman Muhammad Awaluddin di BUMN
Awaluddin juga pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT PELNI. Perpaduan pengalaman di tiga BUMN strategis tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memimpin Jasa Raharja. Melalui kepemimpinan Awaluddin, pemegang saham berharap Jasa Raharja mampu mempercepat inovasi layanan dan memperkuat perannya sebagai penyelenggara perlindungan dasar kecelakaan lalu lintas bagi masyarakat Indonesia.
Awaluddin resmi menahkodai Jasa Raharja usai diangkat pada RUPSLB yang digelar serentak dengan penggantian sejumlah posisi strategis lain di tubuh perusahaan. Pelaksanaan RUPSLB ini merupakan respon atas kebutuhan adaptasi perusahaan dalam menghadapi tantangan industri asuransi sosial di masa depan.
Perombakan Struktur Direksi Jasa Raharja
Selain posisi direktur utama, pemegang saham juga menetapkan susunan manajemen baru pada lima posisi direksi lainnya. Berikut adalah struktur direksi Jasa Raharja terbaru sesuai hasil keputusan RUPSLB:
- Muhammad Awaluddin, Direktur Utama
- Rubi Handojo, Direktur SDM, Umum & TI
- Bayu Rafisukmawan, Direktur Keuangan
- Harwan Muldidarmawan, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko
- Dewi Aryani Suzana, Direktur Hubungan Kelembagaan
- Ariyandi, Direktur Operasional
Keenam direksi baru ini membawa harapan untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan kinerja perusahaan, terutama dalam memperluas cakupan perlindungan kecelakaan lalu lintas.
Tantangan dan Harapan untuk Jasa Raharja ke Depan
Tugas utama yang diemban jajaran direksi baru antara lain ialah memperbanyak inovasi layanan yang proaktif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Pemegang saham menekankan pentingnya pembaruan teknologi dan peningkatan kualitas tata kelola yang selaras dengan regulasi industri asuransi sosial.
Struktur direksi baru juga diarahkan agar mampu menghadapi dinamika perubahan regulasi serta perkembangan sektor transportasi nasional. Inovasi pada bidang digitalisasi dan penguatan kolaborasi lintas stakeholder akan menjadi fokus utama untuk menjaga relevansi dan ketahanan bisnis Jasa Raharja.
Pergantian jajaran manajemen puncak ini menjadi sinyal penting bahwa Jasa Raharja akan mempercepat transformasi dalam layanan publik. Langkah tersebut diambil agar perusahaan dapat tetap menjadi andalan dalam perlindungan kecelakaan lalu lintas di Indonesia.
Baca selengkapnya di: infobanknews.com




