
Persib Bandung kini menempatkan diri sebagai klub paling menonjol di kancah sepak bola Indonesia. Konsistensi prestasi dan inovasi di berbagai lini berhasil membawa Maung Bandung meraih perhatian nasional hingga Asia. Skuad besutan Bojan Hodak membuktikan kualitasnya dengan menyapu gelar juara liga profesional dua musim berturut-turut. Hal ini menandai era baru dominasi Persib di kompetisi kasta tertinggi Indonesia sekaligus menciptakan standar baru untuk klub sepak bola Indonesia lainnya.
Perjalanan Persib sepanjang musim sangat impresif. Total 69 poin berhasil dikumpulkan dari 34 pertandingan, unggul delapan poin atas Dewa United yang menjadi penantang terdekat. “Prestasi ini membuktikan Persib telah memasuki tahap baru sebagai kekuatan utama Indonesia,” ujar pakar sepak bola tanah air. Pada musim sebelumnya, Persib juga menjadi kampiun championship series, menegaskan stempel sebagai klub papan atas yang stabil.
Transformasi Sejarah dan Tradisi Juara
Prestasi beruntun ini menjadi tonggak baru bagi Persib. Sebelumnya, Maung Bandung hanya meraih gelar dalam format final, seperti pada musim 1994-1995, 2014, dan 2023-2024. Kini, penegasan dominasi tercipta melalui kompetisi penuh tanpa babak penentuan trofi. Meski di era Perserikatan belum pernah meraih gelar beruntun dari empat trofi yang diraih, pencapaian Persib kini menuai apresiasi. Rival klasik seperti Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta bahkan harus mengakui keunggulan mereka di musim terbaru ini.
Setelah mempersembahkan gelar musim lalu, Persib menutup tahun dengan status pemuncak klasemen. Di pekan ke-15 musim berjalan, Maung Bandung sudah merebut posisi teratas dari Borneo FC yang bertahan sejak pekan keenam. Optimisme menyongsong musim mendatang tetap terjaga di tubuh tim, baik dari pemain, pelatih, maupun suporter setia Bobotoh.
Melaju dan Membanggakan di Kompetisi Asia
Musim ini, Persib mempertegas ambisinya di level Asia. Pencapaian di Liga Champions Dua tak hanya menebus kekecewaan musim sebelumnya, tapi juga membangkitkan optimisme publik tanah air. Tuntas sudah status juru kunci Grup F musim lalu, kini Persib keluar sebagai juara Grup G dengan koleksi 13 poin. Klub asal Bandung ini sukses menyingkirkan tim tangguh seperti Bangkok United, Lion City Sailors, hingga Selangor.
Momentum Persib di kancah Asia turut meningkatkan peringkat koefisien Liga Indonesia di level AFC. Posisi liga domestik melesat dari urutan 24 ke 18 berkat hasil baik Persib bersama Dewa United di Liga Asia. Peningkatan ini membuka peluang lebih besar untuk slot klub Indonesia ke kompetisi Asia selanjutnya.
Berikut ringkasan hasil Persib di Liga Champions Dua musim terbaru:
- Memenangi Grup G dengan 13 poin.
- Mengalahkan finalis musim lalu, Lion City Sailors.
- Lolos ke babak 16 besar dan akan menghadapi Ratchaburi (Thailand).
Persib membuktikan kemampuan membangun tim yang bersaing di dua level kompetisi berbeda secara konsisten.
Strategi Komersial dan Profesionalisme Klub
Tak hanya unggul di lapangan, Persib juga melakukan transformasi sisi bisnis. Klub ini terus memperluas peluang komersial dengan menghadirkan toko cendera mata resmi serta koleksi jersei yang diramaikan pemain diaspora populer seperti Thom Haye dan Eliano Reijnders. Penjualan jersei melonjak pesat, menambah pemasukan klub dan memperkuat basis fans.
Terobosan lainnya adalah rencana pembangunan museum klub di kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Museum ini diharapkan menjadi destinasi sejarah klub pertama di Indonesia. Persib juga akan menggelar tur wisata stadion, menjadikan GBLA sebagai pionir wisata olahraga di Jawa. Langkah ini meniru model klub-klub Eropa yang sukses menjalankan tur stadion sebagai salah satu lini bisnis utama.
Pembangunan fasilitas latihan modern di sekitar GBLA tengah dirampungkan. Fasilitas latihan ini dirancang bukan hanya untuk kebutuhan tim, tetapi juga sebagai potensi pemasukan baru. Klub akan menjual tiket bagi suporter yang ingin menyaksikan langsung sesi latihan.
Daya Tarik Global dan Regenerasi Skuad
Penunjang profesionalisme membuat Persib kian diminati para pemain asing dan naturalisasi. Nama-nama seperti Joey Pelupessy, Maarten Paes, dan Nathan Tjoe-A-On terus dikaitkan untuk memperkuat skuad masa depan. Sementara Federico Barba dari Italia, Luciano Guaycochea dan Patricio Matricardi dari Argentina serta Frans Putros asal Irak telah bergabung demi ambisi besar Persib.
Keputusan para pemain ini mempertegas magnet klub yang memiliki keuangan stabil dan lingkungan profesional. Identitas baru Persib yang mengacu pada proyek “Persib Way” menjadi acuan bagi klub lain dalam pengelolaan modern sepak bola nasional.
Persib Bandung kini telah menjadi role model transformasi klub sepak bola berbasis prestasi, bisnis, serta penataan manajemen modern. Langkah progresif ini diharapkan mampu mengangkat standar kompetisi domestik dan menambah perwakilan Indonesia di pentas Asia. Fokus membangun kekuatan lapangan dan ekosistem bisnis secara beriringan menjadi kekuatan Maung Bandung menuju supremasi sepak bola nasional.
Baca selengkapnya di: www.kompas.id




