Kompetisi Premier League kembali memunculkan banyak kejutan sepanjang musim kompetisi terbaru. Data terbaru menunjukkan perubahan signifikan dalam performa sejumlah klub papan atas serta kejutan dari tim-tim yang selama ini tidak diunggulkan.
Tabel klasemen penuh liga tahun ini menawarkan gambaran jelas siapa klub terkuat dan siapa yang gagal memenuhi ekspektasi. Analisis ini menggunakan hasil pertandingan dari seluruh laga satu musim penuh, sehingga menjadi referensi menarik bagi penggemar dan pengamat sepak bola Inggris.
Dominasi Arsenal dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Arsenal berhasil mengukuhkan posisi mereka sebagai tim paling konsisten, mengumpulkan 83 poin dari 39 pertandingan. Pertahanan yang solid menjadi kunci utama tim asuhan Mikel Arteta ini. Meskipun jumlah laga mereka lebih banyak dibanding pesaing terdekat, The Gunners tetap unggul tiga poin dari Manchester City. Mikel Arteta memimpin tim dengan mengedepankan stabilitas belakang, walaupun Manchester City menjadi tim paling produktif dalam urusan mencetak gol. The Citizens berhasil memperbaiki selisih gol hingga +48, terbaik di antara seluruh peserta liga.
Aston Villa muncul sebagai kuda hitam dengan mengunci posisi tiga besar. Konsistensi permainan di bawah kepelatihan Unai Emery menghasilkan rata-rata dua poin per laga dan total 76 poin. Liverpool, yang berstatus juara bertahan musim sebelumnya, berada di posisi keempat dengan 71 poin. Perolehan angka mereka justru turun akibat penurunan performa pada paruh kedua musim.
Daftar Lengkap Klasemen Premier League
Berikut adalah rangkuman tabel klasemen penuh Premier League terbaru:
| Posisi | Klub | Main | Selisih Gol | Poin |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Arsenal | 39 | +41 | 83 |
| 2 | Manchester City | 37 | +48 | 80 |
| 3 | Aston Villa | 38 | +17 | 76 |
| 4 | Liverpool | 38 | +21 | 71 |
| 5 | Chelsea | 38 | +17 | 64 |
| 6 | Newcastle United | 38 | +12 | 60 |
| 7 | Crystal Palace | 37 | +8 | 59 |
| 8 | Brighton | 36 | +7 | 59 |
| 9 | Everton | 38 | +7 | 59 |
| 10 | Brentford | 39 | +11 | 58 |
| 11 | Fulham | 37 | -4 | 51 |
| 12 | Manchester United | 38 | -1 | 50 |
| 13 | Bournemouth | 38 | 0 | 49 |
| 14 | Nottingham Forest | 38 | -7 | 46 |
| 15 | Tottenham Hotspur | 37 | -10 | 39 |
| 16 | West Ham United | 38 | -21 | 34 |
| 17 | Wolves | 38 | -33 | 29 |
| 18 | Sunderland | 18 | +2 | 28 |
| 19 | Leeds United | 18 | -7 | 20 |
| 20 | Burnley | 19 | -17 | 12 |
| 21 | Leicester City | 19 | -27 | 11 |
| 22 | Ipswich Town | 19 | -31 | 7 |
| 23 | Southampton | 19 | -33 | 6 |
Performa Klub Lainnya dan Fakta Menarik
Crystal Palace meraih kesuksesan domestik dengan menjuarai FA Cup, sekaligus tampil impresif di liga. Klub ini dinilai berhasil di atas kertas dengan total 59 poin, unggul tipis dari Brighton dan Everton berdasarkan selisih gol. Brighton menjadi penantang dengan produktivitas gol, sementara Everton cukup stabil meski selisih gol kurang mencolok.
Brentford dan Fulham mampu menunjukkan kejutan, menyalip posisi Manchester United di klasemen. Manchester United sendiri menjalani musim yang sangat sulit. Meskipun terjadi perbaikan performa usai pergantian manajer ke Ruben Amorim, mereka tetap jauh dari posisi elite, hanya mengumpulkan 50 poin.
Tottenham Hotspur menelan musim berat dengan performa buruk di liga. Namun, keberhasilan di Eropa setidaknya memberikan hiburan tersendiri, meskipun perolehan angka Premier League mereka kalah dari Bournemouth dan Nottingham Forest.
West Ham United dan Wolves menjadi dua dari sedikit tim papan bawah yang bertahan, tetapi memiliki performa papan bawah. Sunderland, yang baru promosi, menunjukkan perkembangan signifikan dengan meraih 28 poin dari hanya 18 pertandingan.
Dinamika Promosi dan Degradasi
Leeds United dan Burnley tampil lebih baik jika dibandingkan dengan tim-tim promosi lain dari divisi Championship. Sebaliknya, Leicester City, Ipswich Town, dan Southampton gagal beradaptasi. Southampton bahkan hanya mampu mengoleksi enam angka dari 19 laga, menjadi catatan terburuk musim ini. Sunderland sebagai tim promosi konsisten, mengumpulkan empat kali lipat poin dibanding Southampton dengan jumlah laga yang lebih sedikit.
Peta persaingan Premier League tahun ini memperlihatkan perubahan signifikan baik dari sisi klub tradisional maupun pendatang baru. Data ini dapat menjadi acuan penting bagi evaluasi tim, perencanaan transfer, hingga peluang kompetisi di musim berikutnya. Setiap detail dalam tabel ini menunjukkan dinamika yang sedang terjadi dan menjadi warna tersendiri dalam perjalanan sepak bola Inggris.
Baca selengkapnya di: www.si.com




