Komisi VII DPR RI menyoroti pentingnya pembenahan layanan di LPP TVRI menjelang penayangan akbar Piala Dunia setelah lembaga penyiaran publik ini sukses mengamankan hak siar dari FIFA. Sorotan ini muncul lantaran sejumlah laporan dan kunjungan lapangan menunjukkan masih banyak fasilitas siaran TVRI yang perlu diperbarui agar bisa memberikan tayangan berkualitas tinggi dan menjangkau seluruh pelosok Indonesia.
Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, mengungkapkan bahwa optimalisasi fasilitas ‘broadcast’ merupakan keharusan, agar masyarakat di seluruh wilayah Nusantara dapat menikmati momen olahraga dunia ini tanpa hambatan kualitas siaran. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan TVRI meraih hak siar Piala Dunia akan sia-sia apabila kualitas layanan tidak maksimal dan justru meninggalkan potensi penonton yang belum terlayani.
Sorotan Terhadap Kesiapan Fasilitas Penyiaran TVRI
Berdasarkan masukan dari masyarakat dan kunjungan langsung, Hendry Munief menilai sejumlah perangkat siaran milik TVRI harus segera diperbaiki atau diganti. Tujuan pembenahan ini adalah menjamin pengalaman menonton Piala Dunia tetap prima, sekaligus meningkatkan jangkauan siaran ke wilayah-wilayah yang selama ini sulit mengakses tayangan berkualitas.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa perbaikan teknologi dan infrastruktur penyiaran tidak bisa ditunda lagi. Dengan jangkauan siaran yang belum merata, terdapat risiko sejumlah daerah tidak menerima siaran langsung dengan kualitas yang memadai selama gelaran Piala Dunia berlangsung.
Dampak Ekonomi Kreatif dan Kolaborasi Antarinstansi
Keberhasilan menghadirkan Piala Dunia lewat layar kaca nasional diyakini membawa efek domino positif. Sektor ekonomi kreatif, pariwisata, serta pelaku UMKM akan sangat diuntungkan jika layanan penyiaran berjalan tanpa hambatan teknis. Penayangan event olahraga global ini dapat berdampak pada pertumbuhan usaha, peningkatan kunjungan wisata, dan geliat ekonomi kreatif lokal di setiap daerah yang terdampak siaran TVRI.
Hendry Munief menilai perlu adanya kolaborasi antara TVRI dengan para mitra strategis, seperti Kementerian Pariwisata, Kementerian UMKM, serta kementerian terkait ekonomi kreatif. Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu memaksimalkan manfaat ekonomi dari hak siar tersebut dan menjadikan momentum Piala Dunia sebagai penggerak ekonomi nasional.
Langkah-Langkah Prioritas Pembenahan TVRI Menjelang Piala Dunia
Berikut beberapa langkah yang menjadi fokus perhatian Komisi VII DPR untuk TVRI:
- Audit fasilitas siaran dan teknologi penyiaran yang ada di pusat hingga daerah.
- Penggantian perangkat siaran yang tidak lagi sesuai standar internasional.
- Peningkatan kapasitas layanan agar siaran menjangkau daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
- Pelatihan sumber daya manusia broadcast di seluruh stasiun TVRI.
- Kolaborasi proaktif dengan kementerian terkait untuk pembiayaan dan promosi bersama.
Apresiasi dan Tantangan untuk TVRI
Keberhasilan TVRI meraih hak siar Piala Dunia dipandang sebagai pencapaian penting bagi manajemen. Hendry Munief menegaskan bahwa penunjukan TVRI oleh FIFA menjadi pertanda kepercayaan internasional terhadap lembaga penyiaran publik milik bangsa. Setiap langkah pembenahan dan penguatan layanan perlu terus diawasi agar prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, melainkan juga meninggalkan manfaat ekonomi dan sosial berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Dukungan dari legislatif dan pemerintah diharapkan mempercepat langkah-langkah pembenahan yang saat ini menjadi kebutuhan mendesak bagi TVRI. Kolaborasi dengan mitra ekonomi kreatif dan pariwisata harus diperkuat demi mengoptimalkan berbagai potensi yang akan lahir dari event olahraga berskala dunia tersebut.
Baca selengkapnya di: www.antaranews.com




