Advertisement

Tim Papan Bawah Alami Tekanan Berat Usai Tumbang di Markas Eibar

Performa Mirandés kembali menjadi sorotan setelah kekalahan dramatis dari Eibar di Ipurua. Pertandingan yang berlangsung sengit ini memperpanjang malam buruk bagi tim papan bawah yang gagal memanfaatkan keunggulan awal.

Eibar sempat tertinggal lebih dulu setelah Mirandés membuka skor melalui sundulan Adrián Pica memanfaatkan sepak pojok yang dieksekusi dengan presisi oleh Bauza. Pica berhasil mendahului semua pemain di area penalti dan menempatkan bola di gawang Jonmi pada menit ke-14. Gol tersebut sempat jadi refleksi dominasi tim tamu dalam duel-duel fisik, sementara Eibar mencoba menekan lewat permainan langsung namun kesulitan menciptakan peluang berbahaya di babak pertama.

Babak Kedua Berubah Total

Setelah turun minum, perubahan drastis langsung terjadi. Eibar sukses menyamakan kedudukan hanya beberapa menit setelah babak kedua dimulai berkat kontribusi Álvaro Rodríguez yang mencetak gol penyeimbang lewat kerja sama apik dari lini serang. Momentum perlahan berbalik ke kubu tuan rumah, terutama usai Mirandés kehilangan Gonzalo Petit pada menit ke-60 akibat pelanggaran keras yang berujung kartu merah usai pengecekan VAR.

Ketimpangan jumlah pemain jelas dimanfaatkan Eibar untuk menambah tekanan di lini belakang Mirandés. Pelatih Mirandés, Jesús Galván, memilih bertahan total dengan formasi defensif namun harus menghadapi gempuran tanpa henti dari Eibar. Di sisi lain, San José terus memperkuat barisan penyerangnya dengan memasukkan dua striker sekaligus dan pemain muda di sisi kiri, bertujuan mengambil keuntungan maksimal dari keunggulan jumlah pemain.

Penentuan di Sepuluh Menit Terakhir

Situasi semakin genting saat menit-menit akhir pertandingan. Serangan demi serangan Eibar akhirnya menghasilkan penalti setelah Javi Martón dijatuhkan di area terlarang oleh Martín Pascual yang baru masuk ke lapangan beberapa menit sebelumnya. Wasit Alonso De Ena Wolf tanpa ragu menunjuk titik putih. Javi Martón sendiri yang mengeksekusi penalti sukses membawa Eibar berbalik unggul pada menit ke-83.

Mirandés nyaris tidak bisa mengembangkan serangan setelah kehilangan seorang pemain. Tensi pertandingan meningkat dan memuncak ketika Arbilla dari Eibar mendapat kartu merah langsung akibat pelanggaran keras pada masa injury time, namun tidak cukup waktu tersisa bagi Mirandés untuk mengejar ketertinggalan.

Statistik Penting Pertandingan

  1. Gol dicetak oleh Adrián Pica (14’), Álvaro Rodríguez (53’), dan Javi Martón (83’).
  2. Kartu merah diberikan kepada Gonzalo Petit (60’) dan Arbilla (93’).
  3. Beberapa pergantian pemain krusial dilakukan pada pertengahan hingga akhir babak kedua, termasuk masuknya Hugo García dan Javi Martón untuk Eibar, serta Martín Pascual untuk Mirandés.
  4. Wasit VAR aktif dalam menentukan keputusan penting, terutama pada insiden kartu merah.

Situasi Klasemen dan Tekanan Mental Colista

Kekalahan ini membuat posisi Mirandés sebagai penghuni dasar klasemen tidak berubah dan semakin kritis. Mereka gagal keluar dari tekanan sekaligus memperbaiki hasil dari laga-laga sebelumnya. Sebaliknya, Eibar terus memperpanjang tren positif dengan mengoleksi poin penting demi menjauhi zona degradasi.

Tekanan mental begitu kentara bagi pemain Mirandés yang tidak mampu memanfaatkan situasi unggul di babak pertama. Statistik menunjukkan betapa sulitnya mereka mempertahankan intensitas hingga akhir laga, terutama setelah bermain dengan sepuluh pemain. “Pergantian tahun tampaknya tak membawa perubahan bagi Mirandés yang kembali tersungkur,” tulis salah satu sumber olahraga terkemuka Spanyol.

Poin Strategis dari Pertandingan

  • Keberhasilan lini tengah Mirandés di babak pertama menjadi titik balik sebelum akhirnya dominasi itu runtuh akibat perubahan taktik dan insiden kartu merah.
  • Kedisiplinan dan keputusan wasit berperan vital sebagai faktor pembeda dalam pertandingan yang berjalan ketat ini.
  • Kekuatan mental dan keberanian mengambil risiko menjadi kunci kebangkitan Eibar di babak kedua.

Kekalahan ini menambah daftar malam yang panjang untuk Mirandés sebagai tim penghuni dasar klasemen. Harapan bangkit masih ada, namun butuh perubahan signifikan pada aspek mental dan fisik agar dapat bersaing di sisa musim.

Baca selengkapnya di: as.com

Berita Terkait

Back to top button