BMKG Juanda mengumumkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang diprediksi melanda wilayah Jawa Timur selama tiga hari, mulai Sabtu hingga Senin, pada awal Januari mendatang. Warga diimbau waspada terhadap kemungkinan dampak hujan deras, termasuk banjir, tanah longsor, dan hujan disertai petir terutama pada sore hingga malam hari.
Peringatan dini ini disusun berdasarkan analisis akumulasi curah hujan harian tertinggi yang dicatat pada masing-masing wilayah. Pihak BMKG menekankan masyarakat harus terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi yang tersedia di situs BMKG Juanda maupun melalui aplikasi InfoBMKG.
Daftar Wilayah Waspada dan Siaga Hujan di Jawa Timur
Berdasarkan informasi resmi BMKG Juanda, berikut daftar wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan pada rentang tiga hari ke depan:
-
Sabtu
- Status Waspada: Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Kediri, Lumajang, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Trenggalek, Tulungagung, Magetan, Ngawi, Pacitan, Ponorogo.
- Status Siaga: Tuban.
- Hujan disertai petir diprediksi di Bondowoso, Kediri, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Trenggalek, Tulungagung, Magetan, Ngawi, Ponorogo.
- Tidak ada peringatan angin kencang.
-
Minggu
- Status Waspada: Bondowoso, Gresik, Jombang, Kediri, Kota Batu, Lamongan, Lumajang, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Sidoarjo, Trenggalek, Tulungagung, Magetan, Ngawi, Pacitan, Ponorogo.
- Status Siaga: Pasuruan, Probolinggo, Situbondo.
- Peringatan petir berlaku di Bojonegoro, Kediri, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Sumenep, Tuban.
- Tidak ada peringatan angin kencang.
- Senin
- Status Waspada: Bondowoso, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo.
- Tidak ada wilayah dengan status Siaga maupun Awas.
- Tidak ada peringatan petir maupun angin kencang.
Dampak yang Perlu Diwaspadai
BMKG menyoroti bahwa meski tidak ada wilayah yang masuk kategori Awas pada periode ini, potensi hujan lebat masih dapat menimbulkan risiko bencana hidrometeorologi. Banjir, genangan, hingga tanah longsor menjadi kemungkinan yang perlu diantisipasi oleh pemerintah daerah dan masyarakat. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan lereng perbukitan diminta melakukan langkah antisipasi lebih awal.
“Kami mengingatkan agar masyarakat selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan waspada terhadap perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” ujar pejabat BMKG Juanda sebagaimana dikutip dari laman resmi. Pembaruan prediksi dapat diakses secara real-time melalui alamat www.stamet-juanda.bmkg.go.id serta akun media sosial @infobmkgjuanda.
Panduan Antisipasi Bencana Hujan Lebat
Berikut beberapa langkah mitigasi yang dapat dilakukan masyarakat selama periode waspada hujan deras:
- Memastikan saluran air di lingkungan sekitar tetap bersih dan tidak tersumbat.
- Menghindari beraktivitas di luar ruangan saat hujan lebat dan potensi petir.
- Memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi BMKG.
- Mengamankan dokumen dan barang berharga dari kemungkinan banjir.
- Menyiapkan perlengkapan darurat seperti listrik cadangan, obat-obatan, dan alat komunikasi.
- Menghubungi perangkat desa atau BPBD jika terjadi keadaan darurat.
Informasi Resmi BMKG Juanda
Data prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG Juanda bersifat dinamis dan dapat berubah menyesuaikan perkembangan atmosfer. Masyarakat disarankan selalu mengakses pembaruan melalui situs www.stamet-juanda.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, atau media sosial @infobmkgjuanda. Keakuratan informasi sangat penting guna menghindari dampak negatif akibat fenomena cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi dalam waktu dekat.





