Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menunjukkan performa luar biasa pada awal tahun dengan kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pada sesi pertama perdagangan Senin pagi, saham BUMI melesat ke harga Rp 446, meningkat 6,19% dari penutupan sebelumnya. Pergerakan positif ini memperpanjang rekor penguatan saham yang telah dimulai sejak akhir pekan lalu.
Volume transaksi saham BUMI sangat tinggi dengan lebih dari 4 miliar saham diperdagangkan, nilai transaksi mencapai Rp 1,81 triliun. Data dari platform Stockbit Sekuritas mencatat adanya net buy sebesar Rp 344 miliar, menandakan minat beli yang kuat dari investor. Penguatan ini didorong oleh sejumlah faktor fundamental yang kondusif bagi prospek jangka menengah saham BUMI.
Diversifikasi Bisnis dan Ekspansi Strategis
Analis dari BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa salah satu pendorong utama kenaikan saham BUMI adalah keberhasilan perusahaan memperkuat posisinya di bisnis mineral. Setelah aksi rights issue terakhir, BUMI meningkatkan kepemilikannya menjadi hampir 65% di Jubilee Metals Limited (JML). Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi perusahaan yang tidak hanya bergantung pada bisnis batu bara, tetapi juga melebarkan sayap ke sektor mineral yang prospektif.
Kinerja operasional BUMI hingga kuartal ketiga menunjukkan pendapatan yang naik 11,9% year-on-year menjadi sekitar US$ 1,03 miliar. Meski mengalami penurunan laba bersih sebesar 76% menjadi US$ 29,4 juta akibat tekanan harga batu bara dan biaya non-operasional, diversifikasi usaha diharapkan memberi kontribusi positif pada pertumbuhan laba di periode mendatang.
Prediksi dan Potensi Kenaikan Saham
Sentimen positif lainnya datang dari kemungkinan masuknya saham BUMI ke dalam MSCI Standard Cap Index pada review MSCI Indonesia di Februari mendatang. Hal ini akan meningkatkan daya tarik BUMI bagi investor institusional global.
Dari sisi teknikal, saham BUMI telah menembus level resistance di angka 402 dan diperkirakan akan terus menguat ke kisaran 430 hingga 450. BRI Danareksa Sekuritas menilai bahwa titik puncak kenaikan jangka pendek diperkirakan berada di level tersebut, namun tren bullish belum menunjukkan tanda-tanda melemah.
- Penguatan saham BUMI sejak awal pekan ini mencapai sekitar 6,19% hingga Rp 446.
- Nilai transaksi harian mencapai Rp 1,81 triliun dengan volume perdagangan tinggi.
- Kepemilikan di Jubilee Metals Limited diperbesar hingga hampir 65%.
- Pendapatan naik 11,9% year-on-year, meskipun laba bersih mengalami tekanan.
- Potensi masuk ke MSCI Standard Cap Index pada review Februari menambah sentimen positif.
- Prediksi harga saham mengarah ke level 430-450 dalam waktu dekat.
Dengan tren penguatan yang masih kuat, analis bahkan menargetkan harga saham BUMI bisa mencapai level 500 dalam waktu dekat jika sentimen pasar tetap kondusif. Hal ini menjadikan BUMI sebagai salah satu saham unggulan yang patut diperhatikan oleh para investor dalam negeri maupun asing. Kondisi ini juga mencerminkan bagaimana perusahaan terus melakukan transformasi bisnis yang adaptif terhadap dinamika pasar komoditas global.
Pemantauan secara berkala terhadap perkembangan harga batu bara dan kinerja divisi mineral menjadi faktor kunci dalam melihat kelanjutan tren positif saham ini. Dengan menggabungkan faktor fundamental dan teknikal yang mendukung, saham BUMI diperkirakan masih memiliki ruang penguatan yang cukup besar ke depan.
Baca selengkapnya di: investor.id