Duel sengit antara Côte d’Ivoire dan Burkina Faso akan tersaji di babak 16 besar Piala Afrika TotalEnergies 2025 di Grand Stade de Marrakech. Pertarungan ini bukan sekadar laga biasa, melainkan derby penting yang sarat sejarah dan penuh tensi di kawasan Afrika Barat.
Kedua tim melangkah ke lapangan dengan motivasi tinggi untuk melaju ke babak perempat final. Kesalahan kecil dapat berakibat fatal bagi salah satu tim, menjadikan persaingan kali ini sangat ketat dan penuh tekanan.
Burkina Faso: Ambisi dan Keberanian Menghadapi Juara Bertahan
Burkina Faso, yang dijuluki Les Stallions, datang dengan tekad kuat meskipun menghadapi juara bertahan. Pelatih Brama Traoré menegaskan kesiapan timnya dan tidak gentar menghadapi Côte d’Ivoire.
Pemain bertahan Arsène Kouassi menambahkan bahwa mental juara dan ketenangan tim akan menjadi kunci untuk menghadapi lawan besar. Harapan tim Les Stallions jelas, yakni menembus fase lebih jauh dengan menyingkirkan lawan berat ini.
Côte d’Ivoire: Menyambut Tantangan dengan Percaya Diri
Sebagai juara bertahan, Côte d’Ivoire membawa beban tanggung jawab dan kepercayaan diri ke laga ini. Mereka akan bermain di venue yang sama selama babak grup, dengan harapan keuntungan familiaritas membantu performa mereka.
Pelatih Emerse Faé menegaskan bahwa statistik dan rekor masa lalu tidak akan memengaruhi fokus timnya. Penyerang Jean-Philippe Krasso percaya kekompakan tim dari tiga laga sebelumnya akan menjadi kekuatan utama untuk meraih kemenangan.
Data Pertandingan dan Statistik
- Pertemuan kedua tim sudah terjadi 20 kali di berbagai kompetisi.
- Côte d’Ivoire meraih delapan kemenangan, Burkina Faso tiga kali, dan sembilan laga berakhir imbang.
- Mereka pernah bertemu dua kali di Piala Afrika pada babak grup tahun sebelumnya.
- Kedua negara berbatasan langsung sepanjang 545 km, menunjukkan ikatan geografis dan regional yang kuat.
Pernyataan Pelatih Menjelang Pertandingan
Brama Traoré menyampaikan bahwa mereka datang untuk mencapai final dan tidak takut menyingkirkan juara bertahan. Sementara itu, Emerse Faé menekankan pentingnya aspek taktis dan fisik, serta menghindari tekanan berlebihan agar tim dapat bermain optimal sesuai gaya mereka.
Pertarungan di Marrakech ini menjadi momentum krusial bagi kedua tim. Salah satu akan melanjutkan perjuangan di turnamen, sementara yang lain akan harus menerima kekalahan dan mengakhiri perjalanan. Kompetisi ini menyatukan lebih dari sekadar sepak bola, tetapi juga semangat dan kebanggaan dua negara sahabat di Afrika Barat.
Baca selengkapnya di: www.cafonline.com