Reli Saham DEWA dan Beban Ekspektasi yang Mengiringinya
Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengalami reli signifikan dalam beberapa pekan terakhir, mencuri perhatian pasar modal. Lonjakan harga yang cepat didorong oleh peningkatan minat investor ritel, memicu gelombang spekulasi jangka pendek hingga menengah.
Dalam sepekan terakhir, saham DEWA naik lebih dari 21 persen dan melewati level 815. Pergerakan ini menempatkan DEWA jauh di atas harga historis serta melampaui proyeksi kinerja perusahaan yang diperkirakan baru terealisasi dalam satu hingga dua tahun mendatang.
Pergerakan Teknikal dan Pola Harga
Data Stockbit 6 Januari menunjukkan DEWA konsisten bergerak di atas rata-rata pergerakan 50 dan 100 hari. Pergerakan harga menampilkan akselerasi setelah fase konsolidasi panjang, dengan volatilitas yang mengembang. Ciri ini umum terjadi pada saham yang mengalami fase re-rating pasar.
Namun, kenaikan saham bukan hanya soal teknik. Ekspektasi terhadap lonjakan laba menjadi faktor utama yang mengerek harga DEWA lebih tinggi. Proyeksi dari Henan Putihrai Sekuritas menyebutkan bahwa laba bersih DEWA akan melonjak sangat drastis.
Proyeksi Laba yang Agresif
Menurut Henan Putihrai Sekuritas, laba bersih DEWA diperkirakan meningkat 2.448 persen menjadi Rp418 miliar pada akhir tahun depan, dibandingkan Rp16,4 miliar tahun sebelumnya. Proyeksi ini didukung optimisme atas perbaikan struktural di internal perusahaan.
Analis juga memperkirakan laba DEWA terus bertumbuh mencapai Rp515 miliar dengan pendapatan sekitar Rp6,5 triliun pada tahun berikutnya. Peningkatan ini didasari perubahan model bisnis yang lebih efisien dan fokus pada eksekusi proyek.
Transformasi Operasional DEWA
Perubahan utama DEWA terlihat dari pengurangan ketergantungan pada subkontraktor. Sampai September, DEWA mengerjakan 125 juta bcm proyek secara mandiri, melonjak signifikan dibanding sebelumnya. Sedangkan volume pekerjaan subkontraktor turun 32,9 persen menjadi 36,4 juta bcm.
Langkah tersebut memberikan DEWA kendali lebih besar atas biaya, produktivitas, dan kualitas jasa pertambangan. Perusahaan juga telah menerima seluruh unit alat berat XCMG yang dipesan sebagai fondasi penguatan kapasitas produksi meskipun sempat terhambat kondisi cuaca ekstrem.
Valuasi Saham yang Menggambarkan Optimisme Pasar
Valuasi saham DEWA mengalami lonjakan tajam. Rasio Price to Earnings (TTM) mencapai sekitar 194,95, jauh melampaui rata-rata historis. Price to Book Value juga menembus tingkat 6 kali, menempatkan saham di level premium dibandingkan mayoritas emiten kontraktor tambang.
Target harga rata-rata analis berada pada level Rp640 dengan estimasi tertinggi Rp750 dan terendah Rp509. Namun, harga pasar saat ini sudah melampaui konsensus tertinggi tersebut, mencerminkan spekulasi pasar yang sangat agresif.
Risiko dan Tantangan ke Depan
Reli DEWA lebih mencerminkan optimisme terhadap potensi pertumbuhan laba di masa mendatang, bukan performa yang sudah terealisasi. Risiko utama kini bergeser ke kemampuan perusahaan memenuhi ekspektasi tinggi pasar.
Jika realisasi laba dan pendapatan sesuai proyeksi, valuasi premium saat ini dapat terbukti wajar. Sebaliknya, penundaan proyek, gangguan operasional, atau tekanan biaya berpotensi memicu koreksi harga tajam akibat revisi ekspektasi pasar.
Masa Depan Saham DEWA
Kini DEWA berada pada fase penantian kritis. Pasar sudah memberikan ruang optimisme besar, sementara perusahaan harus membuktikan transformasi melalui hasil laporan keuangan. Pergerakan harga masih bisa berlanjut, tetapi ruang toleransi investor terhadap kekecewaan semakin tipis.
Investor dianjurkan tetap waspada terhadap dinamika pasar dan risiko ketidakpastian yang menyertai saham ini. Keputusan investasi sebaiknya diselaraskan dengan hasil riset mendalam dan konsultasi dengan profesional keuangan.
Baca selengkapnya di: www.kabarbursa.com




